Mohon tunggu...
Imla Qolbi
Imla Qolbi Mohon Tunggu... Freelancer - Freelancer

Membaca adalah caraku melihat dunia

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kesulitan Public Speaking? Simak Tipsnya dari Indari Mastuti

12 Agustus 2022   08:00 Diperbarui: 12 Agustus 2022   08:15 151 8 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber gambar: m.prindonesia.co

Indari Mastuti adalah perempuan yang aktif di berbagai media sosial. Pendiri dari Indscript Creative ini setiap hari selalu muncul di dunia maya untuk live, berbagi tips, berbagi cara menjadi penulis maupun pebisnis, dan lain sebagainya. Jika diperhatikan, dirinya selalu powerful dalam berbicara. Ada saja hal yang bisa menjadi bahan pembicaraan. Dari sini bisa dilihat bahwa dia mempunyai kemampuan public speaking yang mumpuni.

Ternyata, kemampuan Indari Mastuti tersebut tidak didapatkan begitu saja. Penulis yang sudah mempunyai ratusan buku ini berlatih public speaking dari nol, sejak kelas dua SMA. Dia selalu menekankan di Indscript Creative, bahwa seorang penulis juga harus mempunyai kemampuan public speaking. Dengan kemampuan public speaking, penulis akan mempunyai nilai plus dan menjadikan dia lebih istimewa dari penulis lainnya.

Public speaking merupakan kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh seorang penulis. Misalnya saja dalam bedah buku. Bagaimana penulis dapat mempromosikan bukunya atau mengadakan bedah buku jika dia tidak berani berbicara di depan umum?

Selain itu, kemampuan public speaking ini juga sangat dibutuhkan oleh penulis ketika bertemu dengan klien. Misalnya saja ketika menerima jasa penulisan konten website, atau jasa penulisan ghost writer, seperti yang ada di Indscript Creative. Maka, penulis harus punya kemampuan berkomunikasi yang baik agar pekerjaannya berjalan lancar. Lalu, bagaimana caranya untuk mempunyai kemampuan public speaking yang baik? Simak tipsnya dari Indari Mastuti berikut ini.

1. Menguasai Apa yang Ingin Disampaikan

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menguasai materi yang akan disampaikan. Public speaker yang baik adalah jika orang lain paham dengan apa yang disampaikan. Jadi, usahakanlah berbicara tentang sesuatu yang benar-benar dikuasai. Seorang penulis dan pebisnis seperti Indari Mastuti tentu sangat menguasai dunia bisnis dan penulisan. Oleh karena itu, semua hal yang menjadi topik pembicaraannya di media sosial juga tidak lepas dari dua hal tersebut.

Sebaliknya, Indari Mastuti tidak pernah membicarakan tentang politik atau tingkah laku artis yang sedang viral karena itu memang bukan bidangnya. Jadi, menguasai apa yang disampaikan akan lebih memudahkan dalam public speaking.

2. Ketahui Siapa Penontonnya

Selanjutnya, untuk lancar berbicara di depan umum harus mengetahui siapa yang akan menjadi penontonnya. Indari Mastuti juga demikian. Dia tahu saat live di media sosial bahwa sebagian besar penontonnya adalah perempuan. Oleh karena itu, penjelasan dan bahasanya juga mudah dimengerti.

Dalam dunia penulisan juga demikian, sebelum menulis buku harus diketahui dulu siapa orang-orang yang akan membaca buku tersebut. Oleh karenanya, ada seorang penulis yang ahli dalam bidang tertentu, tetapi ketika menerbitkan buku, tidak laku di pasaran. Salah satu penyebabnya adalah karena bahasa yang digunakan dalam bukunya bukanlah bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti orang lain.

3. Latihan Berbicara

Untuk menjadi seorang penulis harus berlatih menulis setiap hari. Untuk menguasai public speaking juga sama, harus terus berlatih berbicara. Cobalah latihan berbicara dengan melihat kaca atau membuat video saat berbicara. Maka, akan terlihat seperti apa ekspresi atau pelafalan ketika berbicara. Selain itu, latihan berbicara juga bisa dilakukan di depan anak atau suami, yang bisa dimintai pendapatnya. Beberapa hal ini bisa dilakukan untuk berlatih bicara di depan umum.

4. Mengeksplorasi Diri

Langkah terakhir adalah dengan mengeksplorasi diri. Misalnya, ketika mengucapkan selamat pagi dengan nada yang biasa, ternyata penonton tidak begitu antusias. Lalu, cobalah mengucapkan selamat pagi dengan lebih bersemangat disertai senyum, nyanyian, atau membuat pantun. Ternyata cara ini membuat penonton lebih antusias. Inilah yang disebut eksplorasi diri. Dengan hal ini lambat laun akan ditemukan gaya berbicara yang khas dari dirinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan