Mohon tunggu...
Imanuel  Tri
Imanuel Tri Mohon Tunggu... Membaca, merenungi, menghidupi dalam laku diri

di udara hanya angin yang tak berjejak kata. im.trisuyoto@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Datang Saat Corona, Akankah Saat New Normal Tinggalkan Kompasiana?

7 Juni 2020   07:26 Diperbarui: 7 Juni 2020   07:39 69 22 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Datang Saat Corona, Akankah Saat New Normal Tinggalkan Kompasiana?
Dok.Screenshot.Kompasiana.Dengan.Penambahan.Pribadi

Jujur saja saya menulis lagi di sini, di K baru beberapa minggu saat Corona membahana. Dulu, sebenarnya di tahun 2018 saya sudah daftar dan menulis beberapa. Tetapi entah saya tinggalkan begitu saja. Bukan karena malas, serius! Bukan juga karena tak cinta, suwer! Minder? Kata kakak,  saya ini rai gedheg. Jadi tidaklah kalau alasan itu. 

Eh, tetapi di luaran sana saya tetap menulis. Sesekali juga jalan-jalan datang di kerumunan orang. Omong-omong bersama juga tetang tulisan. Jadi, begitulah aktivitas yang saya lakoni. Dan itulah penyebab dua tahun saya meninggalkan K, yang sebenarnya belum lama bercengkerama. 

Namun, dengan keganasan Corona kegiatan jalan-jalan saya itu terhenti. Ya, harus berhenti. Bagaimana mungkin bisa dilanjutkan? Di saat pandemi mengganas pemerintah tidak mengizinkan kegiatan dalam bentuk kerumunan.  Sementara aktivitas saya itu okenya kalau berkerumun. Nah, gimana itu! 

Bukankah saya termasuk warga negara yang baik?! Tidak mungkin saya menentang protokoler kesehatan itu. 

Sebenarnya saya patuh, bukan sekadar mematuhi imbauan pemerintah melainkan saya sadar, sesadar-sadarnya bahwa saya harus menjaga kesehatan tubuh saya. Maka saya kemudian berhenti dan diam di rumah. 

Kesibukan di rumah lantas meningkat. Ya,  tetap sama, menulis. Tulisan-tulisan itu bergenre buku sebab itu memang yang bisa kulakukan. Sebuah kegiatan harian yang sudah menghidupiku. 

Berkutat beberapa minggu dengan hanya mikir buku buku buku tanpa batas waktu yang menentu - karena covid itu - jenuh pun mulai mengganggu. Dan entah, tiba-tiba saja di monitor laptop di depan saya muncul blog Kompasiana. 

Dengan setengah hati, saya dekati. Saya coba menelisik (seharusnya: menyelisik) ke dalam. Wow, masih ada fotoku di sana. Saya buka lagi! Heran, kok bisa ya sudah dua tahun masih dihidupkan. Padahal blog nebeng itu belum memiliki tanda ha ha ha belum terverifikasi. 

Darah emosiku tiba-tiba memuncak! Jadi, saya tulis saja huruf kata yang berloncatan dari batok kepala saya. Wus wus wus, selesai langsung saya tayangkan. We, tayang! 

Inilah enaknya di era sekarang khususnya tukang nulis. Jika ingin tulisannya terbit, langsung saja nulis dan pasti langsung terbit, he he he. Hal seperti ini mana bisa di era delapan puluhan! Di era itu harus ngantre lama dan bisa song alias tidak berhasil nongol terbit. 

E, iya saya juga kirim fotokopi KTP dan plut! Tanda penduduk itu ter-apload. Jadilah ada centang hijau di dekat fotoku. Kabarnya, itu bukti terverifikasi? Entah!  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN