Mohon tunggu...
Imanuel Lopis
Imanuel Lopis Mohon Tunggu... Petani - Petani

Petani tradisional, hobi menulis.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Beternak Ayam Perangi Stunting

27 November 2023   18:39 Diperbarui: 29 November 2023   01:23 896
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi sepasang ayam peliharaan. Gambar: dokumentasi Imanuel Lopis.

Stunting merupakan sebuah persoalan akut di Indonesia selain kemiskinan. Mengutip sehatnegeriku.kemenkes.go.id, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6 persen. 

Dalam laman yankes.kemenkes.go.id, menurut WHO, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang dengan panjang atau tinggi badan di bawah standar.

Prevalensi stunting tertinggi di Indonesia termasuk di daerah kami Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni 17,4 persen (aksi.bangda.kemendagri.go.id). Pada tingkat propinsi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tempat saya berada, menduduki peringkat teratas prevalensi stunting sebesar 28 persen pada 2022 (ntt.bps.go.id).

Secara nasional, kabupaten TTS pada tahun 2021 nangkring di posisi teratas sebagai daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia. Masalah tersebutlah yang kemudian mengundang Presiden Jokowi turun langsung ke TTS pada tahun lalu.

Presiden Joko Widodo sendiri menargetkan angka stunting di Indonesia pada tahun 2024 turun menjadi 14 persen. Saat ini pun pemerintah dari pusat hingga desa terus berupaya menurunkan angka stunting.

Semoga saja angka stunting di NTT khususnya Kabupaten TTS terus menurun dari hari ke hari. Mengutip kupang.tribunnews.com edisi Senin (28/8/2023), Bupati TTS Egusem Pieter Tahun marah kepada para camat dan kepala Puskesmas karena angka stunting yang tidak turun dan malah naik. 

Di Kabupaten TTS, kelihatannya pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menangani stunting. Beberapa bulan lalu ada operasi timbang untuk mengukur berat dan badan para Balita. Anak-anak wajib timbang dan ukur beberapa bagian tubuh untuk mendeteksi stunting.

Posyandu untuk anak Balita selama ini sudah berjalan lancar di desa-desa sekali dalam sebulan. Posyandu juga rutin sekali sebulan untuk para ibu hamil. 

Terdapat program pemberian makanan siap saji yang bergizi bagi ibu hamil dan anak-anak dengan masalah masalah gizi. Para petugas di desa mengolah sendiri makanan tersebut lalu mengantarnya ke rumah penerima atau terpusat di lokasi Posyandu. Sejumlah program tersebut guna mencegah stunting sejak 1000 hari pertama kehidupan anak sejak dalam kandungan hingga terlahir.

Ada juga program yang berkaitan dengan penanganan stunting seperti bedah rumah dan pembuatan jamban sehat bagi warga miskin. Selain itu juga ada pengadaan sumber air bersih bagi masyarakat seperti sumur bor atau instalasi jaringan air dari sumber air ke pemukiman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun