Imam Kodri
Imam Kodri karyawan swasta

Formal Education Background in UPDM (B) Of Bachelor’s Degree of Politics and Social Science, majoring of Public Administration and Master Degree, Majoring of Human Resources. Worked in various private companies over 30 years, such as: PT. Pan Brothers Textile as HRD Assistant Manager, PT. Sumber Makmur as HRD Manager, General Personnel Manager at PT. Bangun Perkarsa Adhitamasentra, Senior Manager of HRD and General affair at PT. Indoraya Giriperkarsa, Headmaster of Kelapa Dua High School, and the last, Head of the General Bureau and Human Resources at ISTN Jakarta.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora highlight

Halal Bihalal Alumni PKD LD PBNU, Membawa Berkah

14 Agustus 2017   00:24 Diperbarui: 14 Agustus 2017   20:35 352 0 0
Halal Bihalal Alumni PKD LD PBNU, Membawa Berkah
Photo, koleksi Ibu Rini ( peserta halal bihalal alumni PKD LD PBNU Jakarta)


Dari 1500 orang yang terdaftar sebagai alumni PKD LD PBNU, sedikitnya 300 orang dari berbagai angkatan, pada hari minggu (13/8) pagi mengikuti acara Halal Bihalal bersama di Masjid al Hikmah di komplek Kementerian Sosial  Jl. Salemba Raya Jakarta Pusat. Acara halal bihalal ini yang pertama kali diselenggarakan oleh alumni PKD LD PBNU bekerja sama dengan Kemensos, dihadiri oleh segenap pengurus dan pejabat di lingkungan PBNU Jakarta, antara lain Rois Suriah PBNU Dr KH Zakky Mubarok MA, Ketua LD PBNU KH Maman Imanul Haq, Habib Husen Ali Attas, Ketua Pendidikan Kader Da'i LD PBNU Ustdz Dra Hj Afifah Junaenah, Pembina LD PBNU Dr KH Masruhi Abdul Majid MA, Dr KH Qosim Assad MA, Dr KH Mashar MA,  dan beberapa undangan yang berasal dari kementerian sosial.

Tidak seperti biasanya acara Halal Bihalal ini agak berbeda tidak seperti pada umumnya. Jika pada acara halal bihalal yang sering kita jumpai disertai adanya acara salam-salaman, tidak pada acara kali ini. Namun demikian salam salaman tetap dilakukan atas inisiatip masing-masing peserta. Rupanya fokus pada acara ini adalah mendengarkan tausiyah yang diberikan oleh Dr KH Masruhi Abdul Majid MA,  dilanjutkan oleh KH Maman Imanul Haq dan terakhir oleh Dr KH Zakky Mubaroq, yang mengangkat tema pokok Halal Bihalal Halaqoh Kebangsaan Alumni PKD LD PBNU Memperkuat Aqidah dan Memperkokoh Wathoniah. Dalam sambutannya Kiyai Masruhi, Doktor yang membidangi spesialisasi Metodologi Da'wah ini, beliau menekankan kepada semua peserta PKD agar setiap kader LD PBNU harus sudah menyatu dengan NU.

Photo, koleksi Utdzh Rini (penceramah Kiyai mud, Dr KH Masruhi MA, )
Photo, koleksi Utdzh Rini (penceramah Kiyai mud, Dr KH Masruhi MA, )


Setiap gerakan, amaliahnya, harus menjiwai NU, dan harus dipahami sesungguhnya bukan NU yang butuh, namun sesungguhnya kitalah yang membutuhkan NU, bangsa inilah yang membutuhkan NU. Itulah penyemangat kepada setiap kader PKD, yang diberikan oleh Kiyai Masruhi, beliau juga mengingatkan kepada semua peserta PKD agar tidak menjadi NU setengah-setengah. Tidak ketinggalan beliau mensitir pesan dan petuah yang diberikan oleh pendiri NU Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari :" siapa yang mau mengurus NU, aku anggap santriku dan siapa yang menjadi santriku aku doakan khusnul khotimah beserta anak cucunya" Semua peserta nampak berbinar-binar mendengarkan tausiyah dari Doktor Kiyai muda yang suka bercanda ini.

 Berbeda dengan Kiyai Masruhi, seperti lazimnya ulama NU sambutan dan tausiyah yang diberikan oleh ketua LD PBNU, Bapak KH Maman Imanul Haq, seperti biasa beliau memberikan pencerahan kepada semua peserta PKD, sambutan atas rasa kekaguman tidak disambut dengan tepuk tangan tetapi biasakan dengan cara yang benar, cara yang dicontohkan ulama NU cara yang Islami dengan mengucapkan "Alhamdulillah, Luar Biasa, Allohu Akbar", ujarnya. Kang Maman (panggilan akrabnya kepada beliau) dalam tausiyahnya juga menyampaikan bahwa dalam berdawah harus menggunakan cara-cara berda'wah yang benar, dawah itu mengajak, mengajak tentu saja dengan ucapan yang lembut, dengan merangkul bukan dengan memukul dan berikan argumen yang logik.

Photo, koleksi Ustdzh Rini ( KH Maman Imanulhaq sedang memberikan tausiyah)
Photo, koleksi Ustdzh Rini ( KH Maman Imanulhaq sedang memberikan tausiyah)


Kang Maman berpesan perhatikan Qur'an surat. Ar-Rahman ayat 33 :" Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. Kang maman juga bilang:" siapapun yang ingin menyentuh, menggapai sesuatu, harus sanggup memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, memanfaatkan waktu harus bergerak sehingga waktu menjadi barokah, Siapapun yang tidak bergerak akan kalah. Perlu diketahui orang Islam kurang bergerak sehingga jumlah sarjana Islam selalu lebih sedikit dibanding sarjana Israel. Kata Kang Maman:" kita orang NU harus memahami akan keragaman, karena bagaimanapun juga NU lahir ditengah-tengah keberagaman.

Photo, koleksi pribadi, Ibu-Ibu Daiyah sedang menyimak penceramah, tidak ada yang ngantuk
Photo, koleksi pribadi, Ibu-Ibu Daiyah sedang menyimak penceramah, tidak ada yang ngantuk


Lihatlah disekeliling kita, disana ada Muhamadiyah, ada al Irsyad, ada Sarikat Islam, al Washliyah, ada Nahdlatul Wathan dsb. Oleh sebab itu dalam da'wah kita harus menghormati sesamanya dalam rangka persaudaraan yang harmonis. Kata Kang Maman, persaudaraan Menurutnya, ada tiga macam ukhuwah, yaitu ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathoniyah (persaudaraan bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan umat manusia). 

Ukhuwah basyariyah bisa juga disebut ukhuwah insyaniyah. Perlu diketahui demikian tingginya nilai-nilai islam yang diajarkan Nabi, namun ada indikasi nilai-nilai Islam di negara Islam terabaikan, sebaliknya nilai-nilai Islam berlaku dan diterapkan di negara-negara non muslim. Indonesia tidak boleh seperti Iraq, tidak boleh seperti Suriah, tidak boleh seperti timur tengah, umat Islam Indonesia, kader Da'i LD PBNU harus  mempertebal dan memperkuat al Sulthone, memperkuat silahturahmi, terus menerus belajar sehingga menjadi berilmu, dan bersinergi, terakhir adalah ikhlas karena Alloh.

Photo, koleksi Pribadi (Dr KH Zakky Mubarok sedang memberikan Tausiyah)
Photo, koleksi Pribadi (Dr KH Zakky Mubarok sedang memberikan Tausiyah)


Setelah Kiyai Maman selesai memberikan tausiyah dilanjutkan oleh Dr KH Zakky Mubarok MA, beliau melengkapi kedua pembicara terdahulu. Dalam berda'wah harus menggunakan komunikasi yang efektif yaitu perkataan yang tepat sasaran tetapi juga benar dan baik. Dengan kata lain setiap ucapan harus diletakan sesuai pada tempatnya. Nada da'wahnya harus dengan mengajak  dengan dialog, disertai Ikhlas, sehingga lingkungan aman, tenteram dan tenang. Dan jangan lupa mensikapi sesuatu harus dengan tabayun atau klarifikasi.

Photo, koleksi pribadi,panitia halal bihalal
Photo, koleksi pribadi,panitia halal bihalal


Acara Halal bihalal ternyata mendapatkan keuntungan lebih. Pertama terlaksananya silahturahmi dengan teman-teman antar kelas dan angkatan, yang sebagian ada yang jarang ketemu malah banyak yang belum pernah ketemu sama sekali, ngerti namanya tetapi belum pernah lihat orangnya. Seperti foto dibawah ini saking sibuknya mengurusi bisnis Paytren bersama Ustadz Yusuf Mansur, sehingga urusan kedatangannya di PBNU paling banter hanya sanggup seminggu sekali. Beliau adalah Ustadz Saiful Qomar, betawi asli yang dinamis, perkara bisnis dan usaha dia memang jagonya, sudah seiya dan sekata dengan ustadz top yang mendirikan pesantren "Pondok Pesantren Daarul Qur'an", Bulak Santri, Cipondoh, Tangerang Selatan. Saya paling bisa berakata: Minal Aidin wal Faizin", sukses ya Payzin... eh Paytren"

Ustadz Saiful Qomar dan Penulis
Ustadz Saiful Qomar dan Penulis


Tetapi untunglah para da'i dan daiyah ada juga banyak yang bisa meluangkan waktunya . Contohnya para da'i dan  da'iyah dibawah ini dalam photo, yang selalu siap menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk LD PBNU ini. Seperti dalam photo para dai dan da'iyah yang berjibaku menjadi panitia halal bihalal dan sukses besar berkat keikhlasan beliau-beliau dalam mengabdi kepada LD PBNU. Kami atas nama seluruh peserta hanya dapat mengucapkan terimakasih atas jerih payah panjenengan semua, dan" Minal Aidin wal Faizin", mohon maaf lahir dan batin.  

Jakarta 13 Agustus 2017, " Minal Aidin wal Faizin"