Mohon tunggu...
Ilyani Sudardjat
Ilyani Sudardjat Mohon Tunggu... Biasa saja

"You were born with wings, why prefer to crawl through life?"......- Rumi -

Selanjutnya

Tutup

Politik

Misbakhun (Jubir Jokowi) Keliru soal Bandara di Medan?

10 Desember 2018   18:00 Diperbarui: 10 Desember 2018   18:49 0 2 1 Mohon Tunggu...

Ini lagi lihat Kompas petang sore ini (Senin, 10 Des'18) dengan hostnya Aiman mengenai infrastruktur tanpa utang. Saya tergelitik ketika Misbakhun (jubir Jokowi) menggebu gebu bilang bahwa Jokowi memerlukan utang karena pembangunan banyak sekali yang harus dilakukan secara.bersamaan. Misalnya Medan butuh Bandara, Makassar, butuh jalan tol dimana mana.

Nah ini die paradigms jubir Jokowi yang perlu dikoreksi. Dikira sebelum Jokowi gak ada Bandara baru kali yee, gak ada jalan tol. Medan itu sudah punya Bandara baru di Kuala Namu, sebagai pengganti Bandara Polonia,  sebelum Jokowi jadi President. Diresmikan oleh SBY tahun 2013.

Kenapa saya tahu? Lah saya kalau pulkam ya ke Medan. Pas mudik Agustus tahun 2013, kami dah pakai bandara baru. Jangankan itu, kereta api bandara dari Kuala Namu ke Medan kota pun sudah ada, diresmikan oleh SBY. Kami juga naik kereta bandara ketika itu, dimana saya merasa tarifnya mahal, Rp 100 rb/orang.

Bandara Kuala Namu itu megah sekali, sudah mirip Changi dan Kuala Lumpur. Begitu juga soal jalan tol sudah ada beberapa. Dulu dari pelabuhan Belawan ke Medan juga ada jalan tol. Tetapi sepi banget. Akhirnya jadi jalan umum aja. Karena biaya operational gak nutup kalau tetap jadi jalan tol. Kalau jalan umum biaya operasionalnya kan ditanggung Pemprov.

Begitu juga paradigma soal Makassar. Saya bulan Oktober ke Makassar. Ketika masuk jalan tol, saya tanya kepada supir taksi asli orang sana, ini dibangun kapan? Ternyata sudah lama sekali. Sudah sejak pak Harto.

Dari Makassar ke Pinrang jalanan juga mulus sekali, itu juga sudah dibangun lama. Begitu juga sistem irigasi yang sangat baik di Pinrang sudah dibangun lama.

Bahkan ketika di Kalimantan, ada jalanan yang masih bagus banget kualitasnya dibangun sejak Belanda. Sementara jalan diatas lahan gambut yang relatif konstruksinya sulit, dari Palangkaraya ke Kapuas, dibangun era SBY. Terus terang ketika melewati jalanan ini saya takjub list jalan tersebut.

Lah itu yang saya lihat sendiri. Beberapa waktu lalu lihat video Natalius Pigai yang asli orang Papua disuatu acara TV. Dia bilang soal pembangunan trans Papua. Nah itu 9 ruas jalan sudah dibangun era SBY. Kalau gak salah era SBY emang ada juga Unit Kerja Percepatan Pembangunan Indonesia Timur, termasuk Papua.

VIDEO PILIHAN