Mohon tunggu...
Mochammad Ilham Helmy Syaputra
Mochammad Ilham Helmy Syaputra Mohon Tunggu... Mahasiswa - Just ask everything and be skeptic

Nurturing Scientific Culture. Find more on helmysaurus.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

West Ivory 91: Tingkatkan Cinta Lingkungan Bebarengan Ekonomi Kemasyarakatan

29 Januari 2022   18:31 Diperbarui: 29 Januari 2022   18:35 158 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Anggota Kelompok West Ivory 91, dokpri

KKM-DR (Kuliah Kerja Mahasiswa-Dari Rumah) digambarkan sebagai salah satu bentuk kepedulian kampus dengan cara menerjunkan para mahasiswanya untuk mengabdi kepada masyarakat di sekitarnya. Hal ini dilakukan oleh seluruh kampus tak terkecuali UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui LP2M pada 27 Desember 2021 lalu dengan mengusung tema "Meningkatkan Moderasi Beragama dan Peningkatan Sosial Ekonomi Masyarakat".


Dari sekian kelompok yang mendapat mandat untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, salah satunya adalah kelompok West Ivory 91, kelompok yang anggotanya terdiri dari berbagai macam jurusan ini mendapatkan amanah untuk area Dusun Krajan Desa Gadingkulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Dari berbagai program kerja yang diajukan, terdapat beberapa program yang membedakan dengan kelompok lain, salah satunya adalah Layanan Penukaran Minyak Jelantah. Seperti yang telah dijelaskan oleh Andi Anis Assegaf pada pembukaan KKM-DR pada 29 Desember 2021 lalu, program ini merupakan salah satu bentuk upaya guna meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan mengingat perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan namun tetap mengedepankan pertumbuhan ekonomi berbasis kemasyarakatan.

Bukan menjadi hal yang asing lagi bahwa minyak goreng tak layak pakai (minyak jelantah) seringkali di buang ke saluran air bahkan tanah yang mengakibatkan pencemaran disekitarnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh penulis melalui TED Talks bahwasanya setiap 1 liter minyak dapat mencemari hingga 100 liter air, mengakibatkan rusaknya biodiversitas dan kandungan air itu sendiri sehingga tak layak digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Hal tersebut belum termasuk dengan keberadaan mikroplastik dan limbah lainnya yang turut memperburuk kualitas air hari demi hari.

Selain itu berdasarkan Dirjen Energi Terbarukan dan Konservasi Energi menyatakan bahwasanya tingkat konsumsi masyarakat terhadap minyak goreng sawit mencapai 16.2 juta kilo liter, dengan estimasi minyak jelantah sebanyak 9.70 juta kilo liter. Namun sayangnya minyak yang terkumpul hanya mencapai 3 Juta kilo liter saja.

Melihat permasalahan dan peluang itulah Kelompok West Ivory 91 mencanangkan program tersebut. Singkatnya, warga dapat menukarkan minyak jelantah mereka seminimal-minimalnya 1 liter untuk ditukarkan dengan besaran uang tertentu yang telah disepakati dan disosialisasikan kepada masyarakat melalui pertemuan ibu PKK dan kegiatan desa lainnya. Tercatat selama pensosialisasian program minyak jelantah banyak warga yang tertarik dengan program tersebut, bisa dibilang ini merupakan hal yang baru bagi mereka karna biasanya minyak yang dulu terbuang kini bisa menjadi uang.

Selanjutnya, ketika minyak tersebut sudah terkumpulkan maka penanggung jawab Program Minyak Jelantah akan mendistribusikannya kepada pihak ketiga untuk kemudian diolah menjadi bahan bakar berupa Biodiesel.

Hingga berakhirnya masa pengabdian Kelompok West Ivory 91 di Dusun Krajan antusiasme warga terbilang stabil, pasalnya setelah diumumkannya penutupan KKM-DR 2021-2022 sebagian warga memutuskan untuk melanjutkan program tersebut. Tentunya ini akan berdampak baik bukan hanya bagi lingkungan, namun juga warga di dusun Krajan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud & Agama Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan