Mohon tunggu...
rokhman
rokhman Mohon Tunggu... Freelancer - Kulo Nderek Mawon, Gusti

Melupakan akun lama yang bermasalah

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Elektabilitas NasDem Anjlok Usai Usung Anies, Ya Wajarlah

27 Juni 2022   05:31 Diperbarui: 27 Juni 2022   05:52 1315 29 8
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Anies Baswedan/Foto: ANTARA Foto/Hafidz dipublikasi Kompas.com

Ada berita elektabilitas Partai NasDem anjlok usai mengusung Anies Baswedan sebagai salah satu kandidat calon Presiden 2024. Kalau faktanya seperti itu, ya wajar menurut saya.

Kenapa?

Pendukung NasDem, sebagian adalah mereka yang mendukung Ahok di Pilkada DKI Jakarta 2017. Sebab, NasDem adalah salah satu pengusung Ahok di Pilkada 2017.

Sebagian atau seluruh pendukung NasDem adalah adalah pendukung Jokowi. Sebab, NasDem adalah parpol yang dua kali mendukung Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019.

Dugaanku, pendukung Ahok dan Jokowi adalah mereka yang bukan pendukung Anies. Fenomena ini bisa dilihat di media sosial. Saling hujat terus terjadi sampai saat ini. Tentu tak semua pendukung saling hujat, sebagian saja di antara mereka. Tapi, sekalipun ada yang tak saling hujat, saya pikir kedua kubu jelas berseberangan.

Satu sisi adalah pendukung Jokowi + Ahok dan di sisi lain pendukung Anies. Maka, pertarungannya sangat kencang. Nah, di tengah fenomena pertarungan kencang, NasDem berniat mengusung Anies sebagai salah satu kandidat di 2024.

Ya sontak saja, pendukung Ahok dan Jokowi yang ada di NasDem langsung berpaling. Pendukung Ahok dan Jokowi akan pergi ke partai yang tidak mendukung Anies. Bisa saja mendukung ke Ganjar.

Tapi kan NasDem juga mendukung Ganjar? Main dua kaki tak disukai oleh mereka yang militan.

Apakah NasDem akan dapat suara dari pendukung Anies? Kayaknya ngga terlalu. Sebab, pendukung Anies juga masih belum yakin dengan NasDem.

So, politik dua kaki itu kadang menguntungkan, tapi juga kadang menyengsarakan. Maka, setelah elektabilitas turun, sepertinya NasDem akan berpikir ulang. Atau setidaknya menetralisir keadaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan