Mohon tunggu...
Muhammad Ilham
Muhammad Ilham Mohon Tunggu... manusia

kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Literatur pada Makanan dalam Perspektif Islam dan Kesehatan

7 Juni 2020   14:09 Diperbarui: 7 Juni 2020   14:34 8 0 0 Mohon Tunggu...

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Tidak hanya terbatas dari gangguan secara fisik, mental dan sosial, tetapi kesehatan dipandang sebagai alat atau sarana untuk hidup produktif, dengan demikian, upaya kesehatan yang dilakukan, diarahkan pada upaya yang dapat mengarahakan masyarakat mencapai kesehatan yang cukup agar dapat hidup produktif.

Dengan menyelenggarakan makanan yang aman dan higienis, maka akan dapat mengoptimalkan derajat kesehatan masyarakat. Agar dapat terbebas dari bakteri, makanan yang akan disajikan harus memenuhi syarat higiene dan sanitasi yang tepat serta harus terjaga kualitasnya. Bakteri pencemar makanan yang dapat menyebabkan penyakit yaitu Escherichia Coli.

Untuk menjaga keberlangsungan hidupnya, manusia membutuhkan makanan sebagai hal yang paling mendasar. Namun tetap masih harus diperhatikan apakah makanan tersebut bernilai gizi optimal dan lengkap. Zat gizi lengkap yang diperlukan tubuh antara lain, karbohidrat, protein baik hewani maupun nabati, lemak serta vitamin dan mineral. Makanan bernilai gizi dapat diolah menjadi berbagai macam proses pengolahan yang benar, karena apabila tidak diolah dengan benar, maka makanan tersebut justru dapat mengganggu kesehatan. Sebelum mengkonsumsi makanan baik olahan maupun non olahan, kita harus memastikan apakah makanan itu aman dan terbebas dari sumber penyakit. Karena, apabilamakanan tersebut terkontaminasi, maka akan menjadi tidak aman dan tidak sehat bagi tubuh kita.

Dari perspektif kesehatan, fungsi makanan selain sebagai sumber energi, juga memiliki peran dalam rantai penyebaran penyakit. Perlunya dilakukan sanitasi makanan yang sesuai agar kita dapat terlindungi dari bahaya penyakit akibat makanan yang terkontaminasi bakteri atau organisme penyebab penyakit lainnya4. Bagi makanan komersial atau yang diperjualbelikan, perlu dilakukan pengawasan oleh pihak terkait agar konsumen dapat memperoleh makanan yang sehat dan memenuhi syarat-syarat kesehatan.

Di negara berkembang pada umumnya, ada 1500 juta penyakit yang diderita oleh manusia akibat kontaminasi makanan dan ada 3 juta penderita penyakit tersebut meninggal. Kontaminasi makanan ini umumnya menyebabkan penyakit pada bayi atau anak-anak karena pencernaan mereka yang masih berkembang dan belum terbentuk secara sempurna. Salah satu penyakit yang diakibatkan oleh kontaminasi makanan yaitu diare yang merupakan momok penyebab kematian tertinggi pada balita di seluruh dunia6.

Pemerintah cukup concern terhadap masalah-masalah terkait keamanan pangan. Salah satu bentuk perhatian dari Pemerintah yaitu dengan diterapkannya sistem keamanan pangan yaitu sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) yang bekerja dengan mengenali bahaya apa saja yang dapat setiap saat timbul pada saat proses penyajian makanan serta mencegah dan mengendalikan bahaya-bahaya yang mungkin muncul tersebut agar keamanan pangan dapat terjamin dan pengendalian yang dilakukan dititik fokuskan pada tindakan pencegahan, bukan pada pengujian produk akhir.

Dalam pembangunan sosio-ekonomi pada suatu negara, salah satu pengaruh penting yang dapat menyebabkan kesakitan dan kematian yaitu akibat kontaminasi pangan atau keracunan makanan. Ada sekitar 200 lebih penyakit yang dapat timbul akibat pangan yang tidak sehat, terkontaminasi bakteri atau virus serta bahan kimia. Ada sekitar 31 agen berbahaya (termasuk virus, bakteri, parasit, toksin, dan kimia) diprediksi oleh WHO menjadi penyebab kesakitan dan kematian yang masing-masing berjumlah 600 juta dan 420.000.

Kondisi tubuh manusia erat kaitannya dengan kebersihan makanan. Manusia akan dapat menderita berbagai macam penyakit apabila mengkonsumsi makanan yang tidak terjaga kebersihan dan kesehatannya, baik penyakit dengan skala ringan dan tidak membahayakan, sampai penyakit yang berbahaya dan mematikan.

Makanan dalam Islam juga amat sangat diperhatikan. Allah SWT sangat mementingkan masalah makanan dan aktivitas makan bagi makhluk hidup-Nya. Makanan secara etimologi yaitu tha’am yang berarti “makanan”. Allah SWT memperhatikan apabila seseorang makan, maka akan menjadikan rasa nikmat dan puas, namun terkadang manusia menjadi lalai mengenai manfaat makanan yang untuk menjaga kelangsungan hidupnya, bukan sebaliknya atau “hidup untuk makan”. Oleh karena itu, dalam hal ini penulis ingin mengkaji beberapa literatur mengenai makanan yang ditinjau dari sudut pandang islam dan kesehatan.

Makanan dalam Perspektif Kesehatan

Pengetahuan Makanan Sehat

Pengetahuan (knowledge) adalah hasil seseorang mengindera pada objek tertentu yang kemudian diperlihatkan kepada orang lain. Penginderaan dapat terjadi dengan adanya panca indera manusia, yaitu melalui mata, hidung, telinga, mulut, dan kulit. Mata yang berfungsi sebagai indera penglihatan, telinga sebagai indera pendengaran,
hidung sebagai indera penciuman, lidah sebagai indera pengecap rasa, dan kulit sebagai indera peraba. Namun penginderaan paling berpengaruh bagi manusia  yaitu  audio  dan  visual  atau inderapenglihatan dan pendengaran. Menurut Notoatmodjo, pengetahuan dapat diklasifikasikan menjadi 6 tingkatan, yang meliputi :
Tahu (know)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x