Mohon tunggu...
Ikhwanul Farissa
Ikhwanul Farissa Mohon Tunggu... Sparkling And Fighting Spirit

*Kemampuan Menulis itu Anugerah, Keinginan Membaca itu Rahmat*

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Imunisasi Campak dan Rubella Lindungi Generasi Bangsa dari Kecacatan dan Kematian

28 September 2018   14:23 Diperbarui: 28 September 2018   22:33 0 1 1 Mohon Tunggu...
Imunisasi Campak dan Rubella Lindungi Generasi Bangsa dari Kecacatan dan Kematian
Gambar:Kemenkes RI, 2017

Saya sempat kaget mengetahui jika Indonesia secara global menduduki peringkat ke enam pada tahun 2016 sebagai negara dengan penderita Campak terbanyak di dunia setelah Mongolia, Tiongkok, Kongo, Nigeria dan India. Untuk Indonesia, berdasarkan pemetaan daerah resiko Campak 2017, terdapat 56 % provinsi di Indonesia dengan kategori daerah resiko sangat tinggi. Dan data kejadian luar biasa penyakit Campak dan Rubella tahun 2018 terjadi di 17 provinsi, termasuk Aceh yang menjadi provinsi tempat saya tinggal.

Data dari Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, jumlah kasus secara klinis Campak dan Rubella di Indonesia dari 2014 -2017 adalah 54. 667 kasus. Data sampai Juni 2018 terdapat 2.160 kasus. Lalu berdasarkan pemeriksaan serologis positif untuk Campak adalah 8.581 kasus dan serologis positif untuk Rubella adalah 5.005 kasus.

Kemudian, berdasarkan kegiatan Surveilance, dilaporkan lebih dari 11. 000 kasus suspek Campak dan hasil konfirmasi laboratorium, 12 - 39 % diantaranya adalah Campak pasti, sedangkan 16-43 % adalah Rubella pasti.

Dari tahun 2010 hingga 2015 diperkirakan 23.164 kasus adalah Penyakit Campak dan 30.463 kasus adalah penyakit Rubella. Jumlah kasus ini diperkirakan masih lebih rendah dibanding angka sebenarnya di lapangan. Mengingat banyaknya kasus yang tidak dilaporkan, terutama dari pelayanan swasta dan kelengkapan laporan surveilance yang masih rendah.

Mengamati angka-angka di atas membuat saya bertanya, kapan bisa tercapai masyarakat Indonesia Sehat ya?

Lalu Apa itu Campak dan Rubella, Yuk! Kenali Gejala dan Akibatnya

Campak dan Rubella merupakan penyakit infeksi menular saluran nafas yang disebabkan oleh virus Campak/Measles dan Rubella. Penyakit ini sangat menular dan berbahaya, sehingga menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan yang efektif. 

Anak-anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi Campak dan Rubella, atau yang belum pernah mengalami penyakit Campak dan Rubella sangat berisiko tinggi tertular penyakit ini. Data Case Based Measles Surveilance (CBMS) selama 5 (lima) tahun terakhir menunjukkan 70 % kasus Campak dan Rubella terjadi pada kelompok usia < 15 tahun. Selain itu, berdasarkan studi tentang estimasi beban penyakit Congenital Rubella Syndrome  (CRS) di Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan terdapat 2.767 kasus CRS, 82/100.000 terjadi pada usia ibu 15 - 19 tahun, menurun menjadi 47/100.000 pada usia ibu 40-44 tahun.

Dilihat dari gejalanya, penyakit Campak akan diawali dengan demam tinggi serta ditandai bercak kemerah-merahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek, mata merah dan berair serta bibir pecah-pecah. Disamping itu, pada anak juga mengalami muntah disertai mencret. Gejala lanjutannya adalah dengan munculnya ruam kemerahan dimulai dari wajah lalu ke seluruh tubuh. Kemudian pada anak tertentu saat mengalami demam tinggi akan mengalami kejang-kejang. Setelah demam turun, bercak berubah menjadi coklat kehitaman dan akan menghilang beberapa hari sampai minggu sesudahnya.

Sementara untuk penyakit Rubella, gejala umum yang dialami oleh pasien adalah demam ringan, pusing, pilek, mata merah, dan nyeri persendian mirip dengan gejala flu. Selain itu, pada anak terlihat sakit ringan yang diikuti dengan munculnya ruam kemerahan yang dimulai dari wajah dan meluas ke seluruh tubuh. Jika diraba di leher bagian belakang, terasa ada pembesaran kelenjar getah bening. Biasanya setelah 3 hari, demam turun tanpa meninggalkan bercak kecoklatan. Anak cepat pulih dan nafsu makan membaik.

Untuk penderita Campak dapat mengakibatkan atau berkomplikasi pada radang/infeksi paru (pnemonia), radang/infeksi otak (ensefalitas), kebutaan, diare, gizi buruk, dehidrasi berat, dan infeksi telinga. Tak jarang radang paru pada penderita Campak akan menyebabkan kematian. Diketahui virus measles sangat menular sehingga menimbulkan wabah.

Sedangkan Rubella berefek pada kelainan jantung bawaan seperti bocor jantung, kelainan mata seperti terdapat selaput putih di lensa mata (katarak kongenital), tuli, keterlambatan pendengaran, dan kerusakan jaringan otak. Bila Rubella menyerang ibu hamil, maka bisa terjadi keguguran ataupun lahir anak dengan kecacatan atau disebut dengan Sindrom Rubellla Kongenital (SRK) atau Congenital Rubella Syndrome (CRS). Sindrom atau kecacatan ini merupakan efek-efek dari Rubella tersebut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
KONTEN MENARIK LAINNYA
x