Mohon tunggu...
Ikhlas (Julak Anum)
Ikhlas (Julak Anum) Mohon Tunggu... Perindu

Harap itu seluas jagat dalam semesta. Sebanyak rindu yang kutitipkan pada saujananya. IG: https://www.instagram.com/ikhlas017 FB: https://web.facebook.com/ikhlas.elqasr

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Si Muka Codet, Al Capone

17 Januari 2020   00:13 Diperbarui: 17 Januari 2020   00:13 255 36 9 Mohon Tunggu...
Si Muka Codet, Al Capone
Al Capone. (britannica.com)

Hari ini dalam sejarah, tepatnya pada tanggal 17 Januari 1899 lahirlah seorang gangster yang bernama Alphonse Gabriel Capone di Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Capone bersama delapan saudaranya adalah anak dari pasangan Gabriele Capone dan Teresina Raiola yang merupakan imigran dari Italia.

Saat usia masih muda, dimulai sejak diusir dari sekolah pada usia 14 tahun, Capone sudah berurusan dan terlibat langsung dengan aktivitas geng. Seperti penyelundupan minuman beralkohol ilegal, penyuapan tokoh pemerintah hingga prostitusi.

Capone menjadi terkenal dari catatan kriminal dan sumbangsihnya bagi masyarakat. Seolah-olah ia adalah jelmaan Robin Hood. Sebab, ia menggunakan uang yang dihasilkan dari pekerjaan haramnya tersebut untuk berbagai kegiatan amal.

Hingga pada 17 Oktober 1931, petualangan gangster ternama Amerika Serikat ini akhirnya berakhir . Ia dipenjara selama 11 tahun dengan tuduhan penggelapan pajak dan harus membayar denda sebesar 80.000 dolar atau sekitar Rp 1 miliar kala itu.

Al Capone. (britannica.com)
Al Capone. (britannica.com)
Scarface atau Si Muka Codet
Pada usia 14 tahun, setelah dikeluarkan dari sekolahnya, Capone langsung bergabung dengan sebuah geng yang bernama Five Point, sebuah gang tukang pukul di New York. Dari sini ia mendapatkan julukan "Scarface" atau "Si Muka Codet".

Julukan itu didapat setelah memukul seseorang yang diketahui ternyata adalah wanita. Wanita tersebut kemudian menyayat wajah Capone dengan menggunakan pisau. Sehingga sejak saat itu, ia dipanggil Si Muka Codet

Pada usia 20 tahun, Capone muda mulai bergabung dengan gangster kenamaan yang dipimpin oleh Johnny Torrio. Dalam gang ini, Capone diajari beragam cara menjadi penjahat berkelas yang biasa memakai stelan jas setiap harinya. Termasuk bimbingan bagaimana cara menjalankan bisnis gangster papan atas Amerika Serikat.

Torrio pensiun pada 1925 setelah percobaan pembunuhan yang gagal. Capone ditunjuk langsung untuk mewarisi kerajaan bisnisnya, karena Capone sangat gigih dan brutal. Sangat cocok dijadikan penerus selanjutnya.

Sampai pada puncak kejayaannya, Capone berhasil menjadi bos gangster terkaya di dunia pada zamannya. Kekayaannya ditaksir mencapai 1,44 milar dolar AS (Rp 22 triliun). Sebagai bos gangster terkuat dan terbesar di Amerika Serikat, ia memiliki keamanan layaknya presiden. Diketahui, ia memiliki sebuah mobil Cadillac yang kebal terhadap peluru. Hingga kelak di kemudian hari, mobilnya disita oleh FBI dan digunakan oleh Presiden AS, Franklin D. Roosevelt sebagai mobil dinas.

Meski menduduki peringat paling atas penjahat yang paling diburu FBI, ia telah berulang kalo lolos dari jeratat hukum berkat kelicinannya. Seperti menyuap pejabat, mengancam saksi mata, dan memiliki sejumlah tempat persembunyian sehingga sangat gampang keluar dari kejaran aparat keamanan.

Setelah menyingkirkan para pesaingnya, Capone semakin dikenal sebagai raja dunia hitam Chicago. Ia menjadi pemenang dalam perang antargeng dan menjadi dalang beberapa pembantaian, termasuk Pembantaian Hari Valentine 1929. Tidah hanya di Chicago, aksi brutalnya ini membuat ia menjadi penjahat ternama di seluruh Amerika Serikat.

Namun ternyata, aksi brutalnya tersebut tak lantas membuat Capone akhirnya dipenjara, tetapi justru ia dijebloskan ke panjara atas tuduhan menggelapkan pajak pada tahun 1931.

Pada awalnya, Capone dimasukkan di sebuah lembaga pemasyarakatan di Atlanta. Akan tetapi, karena diduga ia bisa memanipulasi sistem dan kemudian mampu hidup nyaman di sana. Maka, ia dipindahkan ke penjara yang memiliki keamanan tingkat tinggi di Pulau Alcatraz di Teluk San Francisco.

Setelah 11 tahun mendekam di penjara, Capone akhirnya dibebaskan pada tahun 1939, karena dianggap berperilaku baik selama dalam penjara. Namun dalam satu tahun terakhir, ia menderita sipilis dan hanya bisa menghabiskan masa hukumannya di rumah sakit.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x