Ika Septi
Ika Septi lainnya

penyuka musik, buku, film dan kerajinan tangan.

Selanjutnya

Tutup

Muda Artikel Utama

Pendamping Wisuda, Pentingkah?

3 Mei 2018   16:14 Diperbarui: 3 Mei 2018   21:25 2248 11 11
Pendamping Wisuda, Pentingkah?
Ilustrasi: csmonitor.com

Salah satu yang digelisahkan oleh mahasiswa tahun terakhir selain tetek bengek tugas akhir adalah Pendamping Wisuda atau kerap disingkat PW. Biasanya cowok mengidap rasa gelisah yang lebih akut daripada cewek. Hal ini gak perlu dibuktikan oleh survei dan analisa yang njlimet kerena semua itu jelas terlihat dari balik kacamata yang melihat. Lha iya, kalau merem kan gak bisa melihat.

Sebenarnya kenapa sih mereka ini kayaknya sibuk banget dengan yang namanya PW. Padahal gak pake PW juga gapapa kali, gak bakalan berubah tu IPK di transkrip. Masa gara-gara gak punya PW, IPK nya dikurangin dua angka di belakang koma, enggak kan?

Tapi pasti ada alasan yang jelas tentang per PW-an ini, salah satunya mungkin dalam rangka menggenapkan keberhasilan yang diraih selama beberapa tahun mengikuti kegiatan perkuliahan yang menyiksa jiwa dan raga haha lebay.

Keberhasilan?

Yap, keberhasilan akademis harus di imbangi dengan keberhasilan yang berbau-bau romantis, cieh.

Bila yang sudah memiliki gandengan bagai truk yang kerap seliweran di jalanan Pantura, masalah PW ini gak bakalan banyak menyedot energi untuk memikirkannya, namun lain soal dengan yang masih sendiri atau istilah biker-nya single fighter, acara wisuda akan menjadi sebuah momok yang sungguh menakutkan, hiiyy.

Nah bagi para single fighter yang baru saja tersadar dari kejamnya dunia pergaulan, kantin adalah arena yang tepat untuk melancarkan aksi heroisme tingkat dewa dalam mencari PW. Di kantin, Insha Allah semua tipe buka kantor perwakilan. 

Tapi jangan salah, harus benar-benar dipikirkan strategi yang akan dilancarkan, karena banyak yang usahanya kandas gara-gara salah memainkan strategi. Banyak cewek yang ilfil gara-gara para cowok melakukan hal-hal yang bikin bulu kuduk mereka meremang seketika bagai melihat film-filmnya Tante Suzana.

Misalnya nih demi mendekati cewek yang menjadi sasarannya, sang cowok kerjaannya mengendap-endap di balik punggung temannya atau di antara etalase, gerobak, bahkan di bawah kursi kantin, sudah seperti kelakuan Sersan Zeke ketika melakukan tugas heroiknya di Vietnam. Lalu kirim salam dengan suara yang menggelegar bagai suara bom C4 sampai semua orang di kantin terjungkal dari kursi saking kagetnya. 

Atau tiba-tiba langsung duduk di samping incarannya sambil cengengesan. Hal-hal di atas itulah yang terkadang membuat para cewek ilfiil lalu langsung mengaramkan maksud dan tujuan para cowok kepepet tersebut.

Eh tapi kok keliatannya tingkah laku cowok seperti diatas itu jadul banget ya, zaman sekarang kan semuanya sudah serba mudah berkat adanya medsos dan lain-lainnya. Jadi ngapaaain saya nulis ini, hih.

Lagi pula ya zaman sekarang kalau butuh PW gak usah capek-capek jungkir balik atau lirak-lirik sana sini, karena sudah ada jasa penyedia PW yang dapat disewa untuk acara wisuda biar gak terlalu keliatan ngenesnya. Cukup meyediakan dana sebesar 200 sampai 500 ribu rupiah, paket ciamik pendamping wisuda sudah dapat dinikmati dengan adil dan sentosa. 

Tapi menurut saya, pendamping wisuda itu gak penting lah ya, yang penting itu setelah lulus dapat kerja atau menciptakan lapangan kerja sambil didampingi oleh seorang pendamping hidup yang bersedia mengamalkan baris lagunya Om Mike Tramp "Till Death Do Us Part".

Sekian.