Mohon tunggu...
I Gede Januariawan
I Gede Januariawan Mohon Tunggu... Filosuf

I Gede Januariawan lahir di Banjar Tanggahan Peken, Sulahan, Susut, Bangli, Bali. Pendidikan : SD No. 1 Sulahan 1984, SMP Negeri 1 Susut 1987, SMA Negeri 1 Bangli tahun 1990, Menamatkan Sarjana Hukum tahun 1996 di Fakultas Hukum Universitas Udayana Denpasar, S2 Magister Brahma Widya (Teologi Hindu) di STAHN Denpasar tahun 2004, Menamatkan S3 lmu Agama di IHDN Denpasar tahun 2019. Sejak Tahun 2000 sampai sekarang bekerja sebagai staf pengajar di Jurusan Hukum Fakultas Dharma Duta IHDN Denpasar (sekarang Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar). Hobby : Melukis, berkebun, dan menyanyi.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Beda SARA Tetap Saudara

5 Juni 2020   08:30 Diperbarui: 5 Juni 2020   08:34 8 1 0 Mohon Tunggu...

Sebagai Bangsa Indonesia kita sangat bersyukur diwarisi ideologi negara Pancasila oleh para pendiri negara ini. Jika nilai-nilai Pancasila sudah terinternalisasi di dalam hati setiap WNI, dan dijadikan pedoman hidup saya yakin permasalahan yang menyangkut SARA tidak terjadi di Indonesia.

Permasalahannya adalah tidak semua WNI adalah warga negara yang baik. Masih saja ada oknum-oknum yang sengaja menciptakan suasana kacau dengan menggunakan isu yang menyangkut perbedaan SARA untuk kepentingan-kepentingan tertentu.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah permasalahan yang menyangkut perbedaan SARA?

Pertama, nasionalisme harus ditanamkan sejak dini baik melalui sekolah-sekolah maupun organisasi-organisasi kepemudaan yang bersifat nasional. WNI harus memiliki pemahaman yang sama bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus dipertahankan.

Kedua, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, agar masyarakat selalu mengedepankan penyelesaian permasalahan secara hukum, bukan dengan main hakim sendiri.

Ketiga, mengedukasi masyarakat agarmampu memperoleh informasi yang benar. Hal ini penting karena pengaruh dan penyebaran informasi melalui media sosial yang demikian cepat. Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sering memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan hoax yang menyangkut permasalahan perbedaan SARA untuk menciptakan kekacauan. Hal lain yang perlu dilakukan adalah meningkatkan religious literacy masyarakat dan menggali kearifan lokal yang memuat nilai-nilai persaudaraan semua umat manusia.

VIDEO PILIHAN