Mohon tunggu...
Nabila Iftinan Sari
Nabila Iftinan Sari Mohon Tunggu... Mahasiswi Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Mahasiswi Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Hand Sanitizer Tak Perlu Mahal, tapi Mudah dan Aman

6 Agustus 2020   17:30 Diperbarui: 6 Agustus 2020   17:33 38 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hand Sanitizer Tak Perlu Mahal, tapi Mudah dan Aman
Sosialisasi pembuatan hand sanitizer. Dok. pribadi

Sosialisasi cuci tangan ke anak-anak. Dok. pribadi.
Sosialisasi cuci tangan ke anak-anak. Dok. pribadi.

Bagi-bagi masker ke warga sekitar. Dok. pribadi.
Bagi-bagi masker ke warga sekitar. Dok. pribadi.

Trucuk, Klaten (6/8/2020), adanya pandemi covid-19 yang terjadi sekarang ini, membuat aktivitas  atau kegiatan yang dilakukan tidak seperti biasanya. Salah satu kegiatan yang terkena dampaknya adalah kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Diponegoro. KKN Tim II Tahun 2020 harus dilaksanakan di domisili masing-masing mahasiswa dan dilakukan secara mandiri atau individu dan dikenal dengan nama KKN Pulang Kampung.

KKN ini dilakukan secara mandiri karena mengingat adanya pandemi covid-19 yang masih belum tuntas sehingga tidak memungkinkan dilaksanakan dengan cara berkumpul seperti KKN biasanya. KKN Tim II dilakukan dari 5 Juli 2020 sampai 15 Agustus 2020, dengan tema KKN yang diusung adalah “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”.

Salah satu mahasiswi KKN Tim II Undip di Kabupaten Klaten yaitu Nabila Iftinan Sari, membuat hand sanitizer dan melakukan sosialisasi pembuatan kepada warga dengan door to door (dari rumah ke rumah). Hand sanitizer dibuat dari bahan alami yaitu daun sirih. Pembuatan hand sanitizer ini menggunakan 3 bahan yaitu daun sirih, jeruk nipis, dan air.

Adanya sosialisasi tentang pembuatan hand sanitizer ini bertujuan untuk mengedukasi warga untuk memanfaatkan bahan alami yang sering ditemui menjadi sesuatu yang berguna seperti hand sanitizer. Sedangkan untuk pembuatannya sendiri, bahan yang dibutuhkan adalah 50 gram daun sirih, 200 ml air, dan jeruk  nipis. Cara membuatnya yaitu yang pertama, daun sirih dicuci dan dikeringkan, kemudian dipotong kecil-kecil. Kedua, rendam potongan daun sirih dalam 200 ml air panas, kemudian disteam selama 30 menit, setelah itu didiamkan.

Selanjutnya disaring hingga didapat ekstrak air daun sirih. Ketiga, ekstrak daun sirih ditambah dengan air perasan jeruk nipis, kemudian diaduk dan tambahkan dengan air. Langkah terakhir, setelah dicampur semuanya kemudian disaring dan masukkan dalam botol semprot.

“Pandemi seperti ini menyebabkan setiap orang harus selalu menjaga kebersihan, salah satu caranya dengan menggunakan hand sanitizer, dengan hand sanitizer alami dari daun sirih ini dapat membantu warga dalam rajin menjaga kebersihan tangan” ujar Nabila.

Selain program pembuatan hand sanitizer, Nabila juga melakukan program yang lainnya, yaitu melakukan sosialisasi cuci tangan dan bagi-bagi masker kepada warga sekitar. Sosialisasi cuci tangan ini bertujuan agar warga selalu rutin cuci tangan setelah beraktivitas, dan bagi-bagi masker juga mempunyai tujuan agar warga memakai masker ketika berada di luar rumah untuk mengurangi kontak fisik dengan orang lain.

“Sosialisasi cuci tangan ini dilakukan agar warga mempunyai kebiasaan selalu mencuci tangan setelah beraktivitas dan bagi-bagi masker agar para warga selalu memakai masker dalam melakukan kegiatan sehari-hari di luar rumah, karena akhir-akhir ini banyak orang yang beraktivitas tetapi tidak mematuhi protokol kesehatan” ujarnya.

Dengan adanya program-program tersebut, diharapkan kegiatan KKN dapat bermanfaat bagi warga dan juga dapat menambah kesadaran warga dalam menjaga kebersihan dan mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi ini.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x