Mohon tunggu...
IDRIS APANDI
IDRIS APANDI Mohon Tunggu... Penulis - Penikmat bacaan dan tulisan

Pemelajar sepanjang hayat.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bagaimana Cara Menikmati Shalat?

5 Januari 2024   13:55 Diperbarui: 8 Januari 2024   15:20 159
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

BAGAIMANA CARA MENIKMATI SHALAT? SEBUAH REFLEKSI PRIBADI

Oleh: IDRIS APANDI

(Penulis Buku Membaca Ayat-ayat Kehidupan)

 

Shalat 5 waktu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Saking wajibnya, dalam keadaan sakit dan perang pun, shalat harus tetap dilaksanakan. Tentunya dengan ketentuan khusus yang berbeda dengan jika shalat dilakukan dalam kondisi normal. Setiap muslim diharapkan melaksanakan shalat dengan khusyu. Berbahagialah bagi orang beriman yang bisa khusyu dalam melaksanakan shalatnya.

Kewajiban biasanya identik dengan beban, tanggung jawab, bahkan paksaan. Begitu pun dengan shalat 5 waktu sebagai sebuah kewajiban dari Allah Swt. Idealnya, kewajiban tersebut dapat dilakukan dengan istiqomah dan penuh kesadaran. Walau demikian, pada kenyataannya, kadang untuk bisa melaksanakan shalat secara istiqomah dan tepat waktu, ada godaan dan tantangan yang dihadapi atau dirasakan. Mulai dari rasa malas, tanggung dengan pekerjaan, atau suka mengakhir-akhirkan waktu shalat karena terlena dengan kegiatan lain.

Berkaitan dengan hal tersebut, sudah banyak tuntunan, pedoman, tip dan trik dari para kiai dan ustaz agar bisa shalat tepat waktu dan tepat waktu. Pengalaman saya, untuk bisa shalat khusyu bukan hal yang mudah. Walau sudah mempersiapkan diri, berdoa atau membaca bacaan tertentu untuk bisa khusyu, mencoba fokus sejak takbiratulikhram, tetapi godaan tetap saja ada. Saat shalat masih ingat dengan pekerjaan, janji dengan orang lain, rencana yang akan dilakukan, bahkan ingat barang yang hilang.

Ibarat dalam perjalanan, seorang sopir yang seharusnya fokus mengendarai kendaraan di jalan yang lurus, karena kondisi ngantuk atau melamun, kadang kendaraan agak belok ke kanan dan ke kiri. Setelah tersadar, baru dia kembali ke track yang seharusnya. Begitu pun saat melaksanakan shalat. Godaan dan kekurangkhusyuan kadang sudah muncul. Bahkan sesaat setelah takbiratulikhram. Saat tersadar, secepat mungkin kita upayakan untuk kembali ke track kekhusyuan.

Dimulai dari Menikmati Wudhu

Sependek pengalaman saya, agar bisa khusyu saat shalat, prosesnya harus dinikmati. Pertanyaaannya, bagaimana caranya menikmati shalat? Setiap muslim atau muslimah mungkin memiliki cara, upaya, atau pengalaman dalam menikmati shalat. Pada tulisan ini, saya akan menyampaikan pengalaman saya dalam upaya menikmati shalat. Sependek pengalaman saya, jika kita ingin menikmati shalat, maka diawali dengan menikmati proses wudhunya. Wudhu adalah aktivitas menyucikan diri dari hadats kecil dan najis. Bagaimana menikmati wudhu? Pengalaman saya, menikmati wudhu dilakukan dengan cara tertib dalam membersihkan anggota badan baik yang wajib maupun yang sunnat. Anggota badan yang wajib dibersihkan dan termasuk fardhu wudhu seperti membasuh wajah, membasuh kedua tangan sampai siku, mengusap sebagian kepala, dan membasuk kedua kaki sampai mata kaki. Sedangkan anggota badan yang sunnat dibersihkan seperti membersihkan sela-sela jari tangan sebelum wudhu dimulai, berkumur, memasukkan air ke lubang hidung (instinsyaq), dan membersihkan telinga.

Saat wudhu, sambil membersihkan anggota badan, juga disertai dengan membaca doa. Alangkah lebih baiknya jika selain bisa membaca doanya, juga hapal artinya. Bersihkan anggota badan dengan tertib, disunatkan sampai 3 kali. Baca doanya dengan tartil, pahami, dan resapi artinya. Rasakan dan resapi saat air menyentuh dan membasahi wajah dan anggota-anggota badan lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun