Mohon tunggu...
IDRIS APANDI
IDRIS APANDI Mohon Tunggu... Widyaiswara dan Penulis

Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat, Penulis Artikel dan Buku, Trainer Menulis, Pembicara Seminar-seminar Pendidikan. No. HP 0878-2163-7667

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Mewujudkan Pembelajaran Abad 21 dan HOTS melalui Penguatan Keterampilan Proses Guru dalam PBM

4 September 2018   19:51 Diperbarui: 4 September 2018   20:51 0 3 0 Mohon Tunggu...

Acuannya dan etikanya antara lain, pertanyaan yang disampaikan harus singkat, padat, dan jelas, redaksinya dapat dipahami oleh siswa, dan mampu menarik perhatian siswa. Pertanyaan harus menyebar, semua siswa diberi hak yang sama untuk menerima dan menjawab pertanyaan guru, jangan diberikan kepada siswa-siswa tertentu saja. 

Pertanyaan harus bersifat terbuka, jangan langsung ditujukan kepada siswa tertentu, pastikan bahwa siswa siap menjawabnya, karena kalau diberikan kepada siswa yang tidak atau belum siap, berpotensi akan mempermalukan siswa di hadapan teman-temannya. Pertanyaan juga bukan diberikan untuk memberikan sanksi kepada siswa yang kurang memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru.

Keterampilan memberikan penguatan merupakan respon guru terhadap suatu perilaku yang dapat meningkatkan kemungkinan terulangnya kembali perilaku tersebut. Penguatan dapat dilakukan secara verbal atau non verbal. Secara verbal misalnya melalui kalimat "...oleh karena itu, bapak/ibu ingin tegaskan kepada kalian bahwa...",   "bapak/ibu akan ingin menggarisbawahi bahwa...", "bapak/ibu ingin menekankan bahwa...", "tepat sekali apa yang disampaikan oleh teman kalian tadi bahwa...", dan sebagainya. 

Penguatan non verbal antara lain melaui gerakan mendekati peserta didik, acungan jempol, raut wajah yang ikut meyakinkan penjelasan atau jawaban siswa, dan sebagainya. Penguatan dapat dilakukan kepada individu, kelompok tertentu, atau kepada siswa secara keseluruhan.

Keterampilan melakukan variasi bertujuan agar pembelajaran berjalan menyenangkan dan para siswa tetap memperhatikan penjelasan dari guru, dan agar tujuan pembelajaran. Bentuknya, antara lain, variasi penggunaan model, srategi, metode dan teknik mengajar, variasi alat raga/ media pembelajaran, variasi sumber belajar, variasi lokasi meja guru dan siswa, variasi kelompok belajar, variasi nada suara (rendah, sedang tinggi), gerakan tubuh, mimik wajah, tatapan mata, dan sebagainya. Untuk mengusir kebosanan, memusatkan atau menarik perhatian siswa, guru juga sewaktu-waktu boleh melakuan ice breaker yang tetap memiliki pesan pendidikan.

Kemampuan menjelaskan adalah kemampuan guru dalam mendeskripsikan secara lisan tentang sebuah benda, keadaan, fakta, dan data sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Kemampuan menjelaskan sangat penting bagi guru, karena PBM biasanya didominasi oleh penjelasan, baik menjelaskan materi pelajaran atau penjelasan instruksi kerja yang harus dikerjaka oleh siswa.

Penjelasan guru yang baik antara lain; suaranya dapat didengar oleh siswa, nada suaranya proporsional, tidak terlalu rendah, dan tidak terlalu tinggi, tidak  berbelit-belit, menyampaian ilustrasi dan penguatan yang tepat dan relevan dengan materi yang disampaikan. Menggunakan alat peraga atau media pembelajaran untuk membantu memperjelas materi, dan penggunaan bahasa tubuh yang tepat untuk membantu menegaskan sebuah penjelasan.

Kemampuan membuka dan menutup pembelajaran akan terlihat mulai dari gaya dan sikap guru ketika mengajar. Kemampuan ini akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Porsinya biasanya 10% kegiatan awal, 80% kegiatan inti, dan 10% kegiatan penutup. Deskripsi kegiatan pembelajaran sebelumnya sudah disusun dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan dilaksanakan pada saat tatap muka dengan siswa di kelas.

Langkah-langkah kegiatan awal antara lain; guru mengucap salam, guru mengajak siswa untuk berdoa, mengecek kehadiran siswa, mengecek kesiapan belajar siswa, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan menyampaikan apersepsi atau mengaitkan pembelajaran sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari saat itu.

Langkah-langkah kegiatan inti antara lain; guru menjelaskan materi, guru menerapkan model, strategi, metode, dan teknik mengajar yang telah ditetapkan dalam RPP. Kegiatan inti merupakan jantungnya pembelajaran. Disitulah pendekatan saintifik, pembelajaran abad 21, HOTS, integrasi literasi dan PPK diterapkan. Walau skenarionya  telah disusun dalam RPP, tetapi dalam prakteknya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi kelas. Oleh karena itu, guru harus memiliki kepekaan dan cepat mengambil keputusan untuk menentukan strategi pembelajaran yang akan digunakan.

Langkah-langkah kegiatan penutup antara lain; guru mengajak siswa untuk menyimpulkan materi, melakukan refleksi, dan menyusun program tindak lanjut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3