Mohon tunggu...
Humaniora

Lebih Mengutamakan Adab Daripada Ilmu

1 April 2019   15:56 Diperbarui: 1 April 2019   16:15 0 0 0 Mohon Tunggu...
Lebih Mengutamakan Adab Daripada Ilmu
https://www.picswe.com/ 

Adab ( etika ) dan Akhlak ( budi pekerti ) adalah dua hal yang paling penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, Islam sangat memperhatikan dua hal ini. Tidak heran jika para ulama dahulu menasehati kepada para penutut ilmu untuk belajar adab sebelum belajar yang lain. Seorang muslim selalu memegang adab dan menghiasi dirinya dengan akhlak yang mulia dengan senang hati. Adab dan akhlak ini menjadi tolak ukur kebaikan seseorang. Seperti di dalam hadis Nabi Muhammad SAW: "Sesungguhnya diantara yang terbaik dari kalian adalah yang paling mulia akhlaknya."(HR. Bukhari no. 3559 dan Muslim no. 2321).


Memperbaiki akhlak manusia adalah menjadi satu misi utama diutusnya Nabi Muhammad SAW. Sesuai dengan hadis Rasulullah,"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang mulia." (HR. Ahmad / 318, dishahihkan Albani).


Kalau kita berkaca kepada ulama dahulu sangat mengutamakan belajar adab seperti, Imam Ibnu Qosim salah satu murid senior Imam Malik menyatakan "Aku telah mengabdi kepada Imam Malik bin Anas selama 20 tahun. Dari masa itu, 18 tahun aku belajar adab sedangkan sisanya 2 tahun untuk belajar ilmu." (Tanbih Al Mughtarrin, hal. 12). Demikian para ulama awalnya, sangat mementingkan belajar akhlak, bahkan menempuhnya dengan waktu yang lama.


Kenyataannya, yang kita lihat belakangan ini dalam dunia pendidikan sangat memperihatinkan. Tawuran antar pelajar atau dengan masyarakat kerap terjadi, hubungan guru dan murid bagaikan penjual dan pembeli, pergaulan bebas dan narkoba yang merajalela, menjadi potret buram dunia pendidikan di tanah air. Persoalan seperti ini bisa sering terjadi karena minimnya pola pendidikan yang meniktikberatkan pada nilai-nilai religius, dan lebih utamanya lagi akhlak. Dengan demikian, perbaikilah adab kita sebelum menutut ilmu yang lain.