Mohon tunggu...
idialis sittus
idialis sittus Mohon Tunggu... Hanya mampir

I'll Have A Dream -Martin Luther King, Jr.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Upaya Meningkatkan Awareness di Kala Ketidakpastian New Normal

16 Juli 2020   16:48 Diperbarui: 16 Juli 2020   16:38 53 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Upaya Meningkatkan Awareness di Kala Ketidakpastian New Normal
Dok.Pribadi


Tepat pada tanggal 2 Maret lalu, Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa 2 Warga Indonesia terjangkit Corona. Tentu saja hal ini menggemparkan seluruh  Masyarakat Indonesia pasalnya beberapa saat yang lalu pada awal tahun dimana kondisi global digemparkan dengan Corona lain halnya dengan Indonesia yang mana hal ini hanya dijadikan gurauan semata baik bagi Pemerintah kita maupun Masyrakat itu sendiri.  Namun FKM UI memprediksi virus Corona ini telah masuk Indonesia lebih cepat dari yang kita duga yaitu sejak minggu ke-3 pada bulan Januari.

Virus Corona(COVID-19) dapat disebut sebagai ujian bagi Pemerintah serta masyrakatnya dalam menghadapi krisis ini, dan pengumuman tersebut hanyalah bagian kecil dari rangkaian panjang  ujian ini. 

5 bulan sejak pengumuman tersebut , negara kita cukup kesulitan menghadapi krisis ini dapat dilihat setiap harinya angka-angka yang membawa kabar buruk tersebut terus bertambah dengan cepat lalu belum dengan halnya permasalahan terkait kurang tepatnya data yang negara kita miliki dan tidak efisiennya kebijakan untuk menurunkan kecepatan peningkatan tersebut.

Semua lapisan masyrakat penting, bukan hanya tugas segelintir pemerintah semata melainkan tugas kita bersama-sama sebagai Masyrakat Indonesia.kritik terhadap pemerintah oleh seluruh Mahasiswa sebagai bentuk peduli dan dukungan terhadap pemerintah tetapi tak lupa juga tidak hanya sekedar kritik melainkan bukti nyata untuk mencerdaskan ataupun meningkatkan awareness masyrakat disekitar kita. Salah satunya KKN COVID-19 yang diadakan oleh UNS(Universitas Sebelas Maret)

Samarinda salah satu bagian dari provinsi Kalimantan Timur yang memiliki peran utama dalam menjalankan Roda Kaltim selaku Ibu kota provinsi. Berdasarkan https://covid19.go.id/peta-sebaran dibandingkan dengan Provinsi Kalimantan lain ataupun Jawa Tengah, Kalimantan Timur dapat menurunkan Tren peningkatan positif COVID-19 tersebut dengan baik yang padahal di awal bulan Mei sempat terjadi peningkatan drastis akan tetapi tren tersebut dapat langsung dipatahkan dan menurun dengan cepat walaupun beberapa daerah ini tidak memiliki tren peningkatan sembuh yang konstan .

Fakta bahwa pemerintah Kalimantan Timur dapat mematahkan tren tersebut tentu saja terjadi karena  banyak sistem preventif yang cukup mengakar yang dimana dapat tersampaikan dengan baik melalui RT setempat(Berdasarkan RT 03,Loa Janan Ilir, Tani Aman) hal-hal sederhana sangat aktif untuk diterapkan seperti mewajibkan pemakaian masker dan meminimalisir penggunaan karpet(Menurut warga setempat debu dapat menyebarkan COVID-19 yang berarti debu tersebut dapat menempel pada karpet) baik dirumah ataupun tempat umum seperti tempat ibadah. Menurut saya pun hal-hal sederhana ini lah yang dapat menurunkan tren tersebut.

Menyambut New Normal pun bukti nyata yang dapat saya lakukan adalah sosialisasi kepada pemuda-pemuda dan media sosial setempat serta membagikan hand sanitizer dan masker gratis door to door sekaligus menarik uang iuran kematian di RT.03 bersama salah satu teman saya selaku pemuda aktif.

fakta mengejutkan  didapatkan bahwa Masyrakat ternyata sangat membutuhkan Hand Sanitizer yang dibagikan ini dikarenakan tidak banyak dari mereka memilikinya bahkan ada yang mengkonfirmasi ulang ke saya apkah ini berbayar atau tidak, hal yang mengejutkannya adalah di era New Normal yang sedang terlaksana ini, masih banyak yang tidak memiliki Hand Sanitizer dan beberapa saat setelahnya di jalan atau beberapa tempat umum diluar sana tidak ada lagi penerapan Physical Distancing.

Awareness masyarakat Samarinda sudah dapat dibilang menurun pada era New Normal ini, dan sepertinya New Normal betul adanya akan mendorong perekonomian negara kita kembali positif tetapi berdasarkan hal ini akan beriringan mendorong tren positif COVID-19. 

Tepat pada tanggal 16 Juli Wakil Gubernur Samarinda dinyatakan positif Corona dan bertambah 34 kasus Positif. Bukti bahwa awareness Masyrakat Samarinda turun dan berdasarkan https://covid19.go.id/peta-sebaran mulai 5 Juli tren melonjak Drastis sampai tanggal 14 Juli.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN