H. S . Sasmita
H. S . Sasmita Pengajar Honorer

I'm thankful for my struggle because without it, I wouldn't have stumbled across my strength

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

"I Hate Monday!" Padahal Dia Tanpa Dosa

1 Juni 2018   22:43 Diperbarui: 1 Juni 2018   23:04 700 1 0
"I Hate Monday!" Padahal Dia Tanpa Dosa
colliercounselingllc.com

Para peneliti telah menemukan bahwa kita tidak suka hari Senin. semakin dekat orang sampai hari Senin pagi, suasana hati mereka semakin kelabu, menurut tim Essex University's Institute of Social and Economic Research. 

Peneliti mewawancara kepada 5.000 pekerja di awal dan akhir pekan. Dan tidak mengherankan, mereka yang diwawancarai pada hari Jumat tampak jauh lebih bahagia daripada yang diwawancara pada awal minggu. Jumat melekat dengan Thanks God It's Friday, karena Jumat menuju akhir pekan sedangkan Senin melekat dengan I Hate Monday, Senin melekat dengan meninggalkan akhir pekan, menuju ke hari kerja yang lama untuk berjumpa dengan akhir pekan lagi. Kita tidak suka hari Senin mungkin karena kita merasakan hal-hal berikut:

Minggu malam kita berada disuatu tempat atau sedang diperjalanan pulang sedangkan kondisi badan belum istirahat atau pulang terlalu larut dan kita masih merasa lelah. Kita tidak mempola otak atau emosi kita bahwa besok harus bangun pagi dan ada banyak segudang aktivitas yang harus dikerjakan meskipun tidur lebih awal dan nyenyak di malam hari namun kita merasa lelah. 

Menunjukan bahwa ini adalah ukuran yang sangat jelas bahwa tidur nyeyak bukanlah masalah. Masalahnya adalah kita tidak mempola otak kita secara emosional apa yang akan kita lakukan besok pagi. 

Pernahkah kita berangkat pada hari jumat malam untuk berlibur atau melakukan perjalanan di mana kita tidur larut malam, dan masih bisa bangun lebih awal dengan berenergi?  karena kita bersemangat untuk melakukan aktivitas liburan lebih banyak dan banyak hal yang dapat kita jelajah? Hal seperti ini yang seharusnya kita rasakan setiap hari, dalam beberapa cara, bentuk, atau kondisi.

Kita  tidak mempersiapkan untuk menghadapi hari Senin dari kemari, akhirnya   orang-orang membenci dan merasa kewalahan. Kegagalan dalam mempersiapkan berarti kita bersiap untuk gagal. Alasan mengapa kebanyakan orang memilih untuk tidak melakukan persiapan ini adalah karena apa pun yang mereka lakukan tidak menyenangkan bagi mereka.

Orang lain juga membenci hari Senin bahkan rekan kerja kita yang akhirnya dengan mudah mempengaruhi otak kita untuk membenci hal-hal yang orang lain benci juga.

Kita tidak melakukan sesuatu yang kita sukai. Tentunya kita tidak akan bangun dengan perasaan bersemangat untuk melakukan pekerjaan yang tidak kita nikmati dengan tulus dan bersemangat. 

Tetapi banyak orang tetap menjalani meskipun tidak suka hari Senin, mungkin berbeda bagi seorang pengusaha karena mereka dapat  menentukan waktu dan keputusan nya sendiri, bahkan mereka tahu akan konsekuensi jika mereka tidak bersemangat di hari Senin akan berakibat fatal pada perusahaannya.

Media sosial juga membenci hari Senin, banyak kutipan pada  media sosial tentang ketidaksukaan nya pada hari Senin. Kita dapat melihat gambar atau meme tentang membenci hari Senin.

Mungkin kita tidak menikmati orang-orang yang bekerja dengan kita sendiri. Atau mungkin akan terasa sangat sulit untuk merasa puas dalam melakukan sesuatu dengan orang-orang yang tidak membawa energi positif.

Bahwa hari Senin menandai permulaan dari kehidupan berikutnya sedangkan hari Sabtu dan Minggu adalah 48 jam kebebasan kita - dan itu adalah indikator yang cukup kuat bahwa kita menjalani kehidupan ganda. Satu kehidupan adalah bagaimana kita bekerja untuk membayar tagihan dan kehidupan lainnya adalah apa yang kita lakukan untuk kesenangan pribadi.

Kita sering berpikir bahwa hari Senin berarti melakukan rutinitas yang sama lagi "all over again." Ini berhubungan kepada budaya kita tentang mengejar imbalan dan hari Senin sampai dengan Jumat, sedangkan  Sabtu dan Minggu  "menikmatinya dan bersantai,"

Sebenarnya yang lebih penting adalah, apa yang kita inginkan? Bagaimana kita ingin menghabiskan hari Senin kita? Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk mewujudkannya?