Mohon tunggu...
Idah Sriwahyuni
Idah Sriwahyuni Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa undip

Mahasiswa Antropologi sosial Undip

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Mahasiswa UNDIP Kenalkan Totebag Ecoprint dari Daun Kopi ke Bupati Pemalang

19 Agustus 2022   22:11 Diperbarui: 19 Agustus 2022   22:12 47 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Mahasiswa Undip memperkenalkan totebag ecoprint daun kopi ke Bupati Pemalang

PEMALANG- Mahasiswa KKN Tematik Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Desa Gunungsari kenalkan totebag ecoprint daun kopi ke Bupati Pemalang saat kunjungan ke Desa Gunungsari dalam rangka peresmian jaringan air bersih, Rabu (10/08/2022).

Pada saat acara tersebut  terdapat stand-stand UMKM produk khas Gunungsari  dan mahasiswa Undip membuka stand inovasi produk tanaman kopi, salahsatunya adalah totebag ecoprint daun kopi. Ecoprint merupakan teknik pewarnaan yang menggunakan bahan alami diantaranya daun, bunga dan akar yang tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan.

Pembuatan  totebag Ecoprint daun kopi merupakan program kerja yang diusung oleh Idah Sri Wahyuni sebagai  pelatihan inovasi produk limbah daun kopi serta memaksimalkan potensi lokal desa Gunungsari yaitu tanaman kopi. Sasaran program kerja ini adalah ibu-ibu PKK Desa Gunungsari. Pelatihan pembuatan totebag ecoprint daun kopi dilaksanakan pada Kamis, 4 Agustus 2022 dirumah bapak Mawan, ketua RT 04. Pelatihan ini diadakan dua sesi, yaitu presentasi dan praktik langsung. Pada sesi presentasi memperkenalkan mengenai ecoprint dan proses pembuatannya. Setelah presentasi, dilanjutkan dengan praktik langsung. Ibu-ibu PKK Desa Gunungsari sangat antusias mengikuti pelatihan pembuatan totebag ecoprint dan mendengarkan arahan dari mahasiswa. Disamping memberikan pengarahan terhadap pengerjaannya, juga memperlihatkan produk yang telah  berhasil dibuat melalui teknik ecoprint ini.

Pelatihan pembuatan totebag ecoprint daun kopi
Pelatihan pembuatan totebag ecoprint daun kopi

Adapun alat dan bahan yang digunakan sangat sederhana, yaitu hanya palu kayu, totebag kain belacu, daun kopi , plastik dan tawas. Proses pengerjaannya pun cukup mudah, yaitu rendam totebag dengan larutan tawas selama 2 jam, setelah itu jemur hingga kering. Setelah kering, susun daun kopi diatas totebag, lalu tutup dengan plastik dan pukul daun hingga mengeluarkan warna dengan menggunakan palu. Setelah selesai, jemur hingga kering lalu rendam dengan larutan tawas selama 2 jam dan jemur kembali hingga kering.

Totebag ecoprint daun kopi hasil karya ibu-ibu PKK Gunungsari mendapatkan apresiasi dari Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo. Harapan dengan adanya pelatihan ini, dapat meningkatkan kreativitas ibu-ibu PKK desa Gunungsari dalam mengolah limbah daun kopi menjadi produk yang bernilai jual tinggi.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan