Mohon tunggu...
Hosana Solagracia Sifra
Hosana Solagracia Sifra Mohon Tunggu... Mahasiswa - Universitas Padjadjaran

Seorang Mahasiswi Program Studi Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Selanjutnya

Tutup

Ramadan Pilihan

Rasa Tanggung Jawab Merenggut Sedikit Waktu Bersama Keluarga

14 April 2024   22:01 Diperbarui: 14 April 2024   22:27 831
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Petugas di salah satu stasiun di Jakarta. Foto: Dokumentasi Pribadi

Jakarta - Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu hal yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat khususnya di Indonesia sebagai kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga. Sayangnya tidak semua orang bisa merasakan momen tersebut. Banyak masyarakat Indonesia yang mendapatkan libur hari raya ditengah kesibukan bekerja, sekolah, kuliah, dan kegiatan yang lainnya. 

Namun, tidak semua masyarakat di Indonesia bisa mendapatkan kesempatan tersebut. Tak jarang banyak masyarakat Indonesia yang tetap bekerja terutama di Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut dirasakan oleh pekerja yang bekerja di bidang jasa seperti petugas di kereta api, rumah sakit, sampai kepolisian. 

Ramainya pemudik yang memakai kereta api sebagai transportasi untuk mudik, membuat pekerja di kereta api tidak mempunyai kesempatan untuk pulang kampung atau "mudik" dan berkumpul dengan keluarga mereka masing-masing. 

Hal tersebut dirasakan oleh Yuda seorang satpam yang bertugas di Stasiun Rancaekek, Bandung, Jawa Barat. Tak terasa sudah 7 tahun Yuda bekerja sebagai seorang satpam di Stasiun Rancaekek. Yuda dan 12 satpam yang bertugas di Stasiun Rancaekek harus tetap bertugas selama kurang lebih 8 jam per harinya. 

"Tentunya beda sekali, hari-hari biasa itu normal aja jumlahnya sedikit, kalo lebaran lebih rame, terus ada perasaan sedih juga si lebaran tetep kerja", ucap Yuda yang merasakan adanya perbedaan jumlah penumpang di hari biasa dengan di Hari Raya Idul Fitri. Banyaknya masyarakat Indonesia yang mudik membuat Yuda merasa sedih karena tidak bisa berkumpul dengan keluarga di hari yang spesial ini. 


Pekerjaan tersebut tetap dilakukan oleh Yuda terutama di Hari Raya Idul Fitri dengan bergantian jadwal dengan pekerja lainnya yang ada di Stasiun Rancaekek tersebut. Selama 7 tahun bekerja sebagai satpam di Stasiun Rancaekek, Yuda baru bisa merasakan hangatnya kumpul bersama keluarga sebanyak 2 kali. Hal tersebut terjadi karena Yuda diharuskan tetap bekerja terutama di Hari Raya Idul Fitri. 

Hal ini juga dirasakan oleh Kepala Polisi Sub Sektor Muara Angke, Ipda Sardi S.H yang tetap bekerja di Hari Raya Idul Fitri. Sebagai seorang polisi khususnya Kepala Polisi, Ipda harus tetap berjaga demi kenyamanan masyarakat Indonesia. Setiap harinya termasuk pada Hari Raya Idul Fitri, Ipda bekerja dari pukul 08.00 - 22.00 WIB. 

Berbeda dengan hari biasa, Ipda dan rekan kerjanya lebih siaga pada saat Hari Raya Idul Fitri guna menjaga kenyamanan masyarakat di lingkungan sekitar. "Biasa saja karena sudah tanggung jawab.", ujar Ipda. Kewajiban tersebut membuat Ipda tidak bisa berjumpa dan menghabiskan waktu bersama keluarga pada saat Hari Raya Idul Fitri. Disaat masyarakat di lingkungan sekitarnya menghabiskan waktu bersama keluarga, Ipda dan rekannya hanya bisa berjaga di kantor selama kurang lebih 12 jam. 

"Nanti diberikan ijin setelah lebaran, bergantian", ucap Ipda. Selama lebaran pun Ipda dan rekannya tidak diberikan liburan guna berjaga-jaga kalau nanti ada masyarakat di lingkungan sekitar yang memerlukan bantuan mereka. Pada saat puasa pun mereka jauh lebih sibuk dibandingkan dengan hari biasanya. 

Tak berjumpa dengan keluarga pada saat Hari Raya Idul Fitri juga dirasakan oleh terapis gigi dan mulut yaitu Susiyanti. Susiyanti dan 8 orang terapis lainnya harus berjaga bergantian pagi pukul 07.00-15.00 WIB dan sore pada pukul 14.00-21.00 WIB setiap harinya. Sebagai seorang terapis gigi dan mulut, Susiyanti harus tetap bekerja seperti biasa terutama pada saat Hari Raya Idul Fitri. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ramadan Selengkapnya
Lihat Ramadan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun