Mohon tunggu...
Y. Edward Horas S.
Y. Edward Horas S. Mohon Tunggu... Cerpenis.

Penulis Buku Antologi Cerpen Juang (YPTD, 2020), Kucing Kakak (guepedia, 2021), Tiga Rahasia pada Suatu Malam Menjelang Pernikahan (guepedia, 2021), Dua Jempol Kaki di Bawah Gorden (guepedia, 2021), dan Pelajaran Malam Pertama (guepedia, 2021).

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Lima Peran Penulis dalam Pendidikan Indonesia

2 Mei 2021   05:30 Diperbarui: 2 Mei 2021   08:20 166 23 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Lima Peran Penulis dalam Pendidikan Indonesia
Sumber: Kompas.com

Baru saja beberapa hari lalu, tepatnya Rabu, 28 April 2021, berlangsung pelantikan menteri pada kabinet Bapak Presiden Joko Widodo. Dua menteri dilantik, terdiri dari Bapak Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Bapak Nadiem Makarim Anwar sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kementerian yang dipimpin Bapak Nadiem merupakan peleburan dari dua kementerian lama, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Riset dan Teknologi. Banyak yang berharap, pendidikan semakin terfokus maju dengan peleburan ini.

Hari Pendidikan Nasional

Tidak lama kemudian, kita memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), pada Minggu, 2 Mei 2021, sehari tepat setelah Hari Buruh, 1 Mei 2021. Berdasarkan sumber, sejarah mencatat, 2 Mei adalah tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional, Bapak Ki Hajar Dewantara.

Beliau sepanjang hidupnya telah memperjuangkan hak belajar kaum pribumi pada masa penjajahan Belanda, dengan mendirikan lembaga Taman Siswa di Yogyakarta.

Tema Hardiknas tahun 2021 adalah "Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar". Merdeka Belajar merupakan tema besar dari kebijakan pendidikan yang dicetuskan Bapak Nadiem Makarim di awal kepemimpinannya.

Banyak pihak terlibat. Banyak dukungan diperlukan. Semua semata-mata demi kemajuan pendidikan Indonesia.

Peran penulis untuk kemajuan pendidikan

Apakah kita harus jadi guru dulu untuk menyumbang pemikiran? Apakah kita menunggu tersemat gelar tinggi dulu, baru memberikan kontribusi? Memang, salah satu cara demikian. Tetapi, cukup makan waktu. Tidak semua orang juga tertarik untuk itu.

Kita tahu, semua bidang mata pelajaran, disampaikan lewat bahasa. Bahkan, ilmu menggambar, mencorat-coret di atas kanvas, bisa dimengerti juga hanya dengan bahasa.

Sebagai penulis, yang sehari-hari menulis artikel, berhubungan erat dengan bahasa Indonesia, kita bisa berperan. Lebih praktis pula, didukung kemajuan teknologi dan gawai yang pesat. Dalam hitungan detik dan sekali klik, orang bisa beroleh informasi begitu cepat. Kita menyediakannya, lewat artikel daring.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN