Mohon tunggu...
Andreas Pasolympia
Andreas Pasolympia Mohon Tunggu...

Setiap orang memiliki kecintaannya masing-masing. Dan untuk Andreas, komunikasi dan pengembangan diri merupakan panggilan hidupnya. Lahir di Semarang tahun 1992, Andreas telah mengembangkan kemampuannya sejak dini. Lahir prematur dengan virus toksoplasma dan kelainan mata yang ia alami tidak membuat ia menyerah pada nasib. Sejak sekolah dasar, Andreas sudah menjadi seorang Reiki Master dan penghusada di Semarang. Selain itu ia juga tertarik pada hal-hal pengembangan diri manusia. Ini membuatnya sadar akan sebuah mekanisme yang indah dan kompleks dalam diri manusia sejak kecil, yang mana akan menjadi bekal untuk petualangannya. Pada masa remaja, Andreas tertarik lebih dalam untuk mengeksplorasi tentang pikiran manusia. Maka ia memilih untuk menelusuri lebih dalam tentang hipnosis dan hipnoterapi, dan mempelajari banyak literatur serta kajian ilmu untuk memaksimalkan potensi pikiran manusia. Sejak umur 19, Andreas telah menjadi seorang pembicara publik dan mengadakan sertifikasi bagi orang-orang yang ingin memperdalam mengenai hipnoterapi. Petualangannya tersebut membuatnya bertemu dengan berbagai pendekatan dan sertifikasi. Puluhan Sertifikasi dan kompetensi ia ambil baik nasional maupun internasional, antara lain di bidang Public Relations, Customer Services, Neuro-Linguistic Programming (NLP), Neuro-Semantics, Clinical Hypnotherapy, Ericksonian Hypnotherapy, Transformational Coaching, Time Line Therapy™, dan lain-lain. Andreas juga senang untuk mengeksplorasi kebijaksanaan-kebijsaksanaan dari filsafat, zen, dan kearifan lokal. Itu semua terkait dengan tujuan hidupnya di bidang komunikasi dan pengembangan diri. Andreas dikenal sebagai seorang pembelajar dan senang untuk belajar dari yang terbaik. Selain pernah dimentor secara intensif oleh Yan Nurindra sebagai President dari Indonesian Board of Hypnotherapy dan Merry Riana sebagai Motivator Wanita Nomor Satu di Asia, Andreas juga adalah salah satu murid langsung dari Stephen Gilligan. Seorang pakar hipnoterapi yang telah berkarya selama 40 tahun dan juga murid dari Milton Erickson, hipnoterapis legendaris yang membentuk wajah dunia hipnoterapi sekarang ini, dan sering disebut debagai “Bapak Hipnoterapi Modern”. Dalam dunia akademis, Andreas memilih jalannya di bidang corporate communications, dan ia juga mengeksplorasi teori dan riset-riset terkini di bidang interaksi manusia. Dan dalam dunia praktis, Andreas dikenal sebagai pribadi yang tangguh. Ia yang pernah menjadi sales kartu kredit itu senantiasa mengembangkan kemampuan praktisnya dengan eksplorasi secara terus menerus dan mengembangkan pemahamannya dari pengalaman-pengalaman hidupnya. Petualangan hidup Andreas yang ajaib seringkali menjadi inspirasi bagi orang-orang lain dan dikutip oleh beberapa media massa. Dengan kebijaksanaan yang ia dapatkan dari petualangan hidupnya, Andreas menyadari bahwa manajemen perubahan haruslah dikembangkan secara holistik. Petualangannya dalam berbagai dimensi dari komunikasi dan pengembangan diri membuatnya memiliki pendekatan yang sangat unik pada klien. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki sistem pengembangan diri alami yang sangat indah, dan tugasnya adalah untuk memfasilitasi bagian tersebut untuk bangun. Sehingga orang-orang dapat mengaktualisasikan diri mereka, memaksimalkan potensi mereka, dan menjalani panggilan hidup mereka masing-masing.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Banjir Jakarta dan Mulai dari Diri Sendiri

6 Februari 2014   20:22 Diperbarui: 24 Juni 2015   02:05 35 0 0 Mohon Tunggu...

Diambil dari : www.SangPemenang.com


Apa kabar sobat, semoga tetap baik dan bahagia selalu. Beberapa minggu terakhir ini Jakarta sedang dilanda hujan yang cukup lebat dan banjir yang berkepanjangan. Beberapa kawan saya juga terkena banjir hingga mereka sungguh kerepotan dalam beraktivitas. Banjir rupanya merupakan masalah yang cukup kompleks, mulai terkait dari urusan infrastruktur sampai dengan urusan kesadaran diri dari tiap-tiap warga Jakarta. Namun sering kini kita lihat bahwa orang saling menyalahkan satu sama lain terkait banjir Jakarta, dan terutama pemerintah dipojokkan dengan berbagai argumen-argumen yang ada.

Memang, pemerintah sebagai salah satu elemen dari Jakarta patut untuk senantiasa memperjuangkan langkah-langkah strategis penanggulangan banjir, namun perlu kita ingat juga bahwa elemen terbesar dari penduduk warga Jakarta bukan hanya pemerintah saja melainkan dari masyarakat. Siapa itu masyarakat ? ya persisnya individu-individu yang tinggal di Jakarta, termasuk diri kita sendiri. Melihat kondisi seperti ini saya jadi teringat sebuah cerita yang sangat berdampak dalam hidup saya, cerita yang ada di sebuah buku yang sangat indah untuk dibaca.

Alkisah pada suatu hari tinggallah seorang raja yang sangat gagah perkasa dan berkuasa. Sang raja sangat dicintai oleh rakyat-rakyatnya dan memerintah dengan adil dan makmur. Sampai suatu kali, sang raja sakit keras. Berbagai tabib dipanggil untuk menyembuhkannya namun sang raja tak kunjung sembuh. Sampai satu orang yang paling bijak didatangkan untuk mengobati sang raja. Orang bijak itu cukup terkenal di negerinya, dan ia berkata pada raja, “Wahh sang raja sakit keras, dan agar sang raja tidak sakit dan meninggal, apapun yang di lihat oleh sang raja haruslah berwarna hijau.”

Akhirnya sang raja senang sekali, dan ia mengecat seluruh kamarnya menjadi warna hijau. Namun sang raja ingin berkeliling di dalam lingkungan kerajaan, dan ia pun mengecat seluruh lingkungan kerajaannya menjadi warna hijau. Dan biaya terkuras cukup banyak untuk mengecat istana yang begitu luas. Sang raja pun ingin keluar kota dan negara untuk berjalan-jalan. “Wahh besar sekali biayanya untuk mengecat semuanya menjadi warna hijau !”, ujar sang raja.

Akhirnya sang raja memanggil orang bijak yang pernah mengobati dirinya dan menceritakan semuannya. Dengan lembut orang bijak itu berkata, “Daripada mengecat semuanya menjadi hijau, Mengapa sang raja tidak memakai kacamata hijau saja ?” Sang raja pun tertegun dan menyadari hal itu, akhirnya dengan menggunakan kacamata hijau ia menjadi lebih berbahagia dan dapat berjalan-jalan kemanapun yang ia inginkan.

Seringkali kitapun seperti itu, kita ingin mengubah orang lain, mengubah situasi, mengubah dunia. Namun kita lupa, jika kita mau mengubah dunia yang paling penting adalah mengubah diri sendiri. Terutama mengubah cara pandang kita terhadap dunia, dan mulai melangkah dari diri sendiri.

Cerita tersebut sangat menginspirasi saya, ditulis di sebuah buku hitam yang hingga kini masih saya simpan di rumah saya. Kisah tersebut menyadarkan saya tentang pentingnya mengubah diri sendiri. Sebab apa yang diluar, hakikatnya adalah esensi dari yang di dalam. Dengan mulai dari diri sendiri, kita bisa menjadi motor perubahan. Sebelum menyalahkan orang lain, sudahkah kita bertanya, “Dengan cara apa aku ingin berkontribusi terhadap penyelesaian masalah ini ?”, sudahkah kita bertindak dengan tulus hati ?

Alih-alih menyalahkan berbagai pihak, mari kita wujudkan dunia yang lebih baik dan lebih damai sejahtera dengan motor perubahan, yaitu diri kita sendiri.

Salam Ajaib !

Andreas Pasolympia

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x