Mohon tunggu...
Himayati
Himayati Mohon Tunggu... Syukuri, Jalani, Ikhlas.

Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Amanah, Religius, Akuntabel)

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Kurangnya Minat Membaca Buku dalam Siswa Pelajar

3 April 2020   09:19 Diperbarui: 3 April 2020   09:18 3 0 0 Mohon Tunggu...

Membaca adalah salah satu tahap dalam berbahasa. Empat tahap dalam berbahasa yaitu tahap mendengarkan, berbicara, dan menulis. Agar kita dapat berbahasa dengan baik kita harus bisamelewati tahap-tahap tersebut. 

Yang terpenting adalah tahap membaca. Karena dengan membaca kita dapat mengetahui informasi wawasan,ilmu dengan jelas dan mengetahui sumber-sumber yang jelas pula. Dan jika kita dapat membaca dengan mudah, menulis dengan Bahasa yang tepat dan benar.

Apakah upaya meningkatkan minat baca bagi para pelajar? Minat baca di Indonesia sangatlah rendah, baik kalangan siswa maupun mahasiswa. Padahal, kegiatan membaca itu sangat penting dalam kehidupan dan juga dalam pengetahuan. 

Karena dengan kita banyak membaca, kita dapat mengetahui ilmu dan menambah wawasan kita dari buku-buku atau sesuatu yang berkaitan dengan hal membaca. Mengapa kita ini banyak dari kalangan pelajar malas untuk membaca? Membaca tidak hanya bisa dengan buku offline. 

Apalagi, saat ini sangat mudah untuk membeli buku atau mencari informasi. Kita bisa membeli buku lewat online dan juga kita bisa mecari informasi-informasi baik didalam maupun diluar negeri lewat internet.

Dalam strategi meningkatkan minat baca, kita harus menumbuhkan minat baca seperti memulai membiasakan diri membaca suatu karya tulis dari apa yang kita sukai seperti novel, biografi orang-orang terkenal dan masih banyak lagi karya tulis lainnya. 

Factor-faktor yang mendorong minat baca sebagai berikut. Pertama, factor kebutuhan, karena adanya kebutuhan tertentu orang mempunyai minat untuk memenuhi kebutuhan itu. Kedua, factor perasaan, perasaan sukses,senang,mendorong timbulnya minat, sedangkan perasaan kecewa,gagal,menghambat atau bahkan menghilangkan minat. Ketiga, factor lingkungan, maksudnya minat dipengauhi dorongan untuk diterima atau diketahui oleh lingkungan.

Guru mempunyai peranan penting untuk meningkatkan minat baca siswa-siswa, jika guru salah atau kurang tepat dalam menggunakan metode mengajar maka akan membuat pelajar malas membaca, todak memberikan dorongan untuk genar membaca. Guru yang tidak memberikan kesempatan atau tidak menciptakan suasana diskusi didalam kelas, akan mematikan minat siswa untuk ingin tahu mencari sesuatu jawaban.

Minat baca dapat digali dengan kegiatan menulis dan kegiatan menulis dapat menjadi sesuatu yang menyenangkan dan menjadi hobi yang pada akhirnya dari kegiatan tersebut akan memaksa kita harus membaca. Kata "harus" memang bermakna keterpaksaan akan tetapi dari keterpaksaan tidak jarang akan menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Perlu dijelaksan lagi sangat mungkin tidak relevan dan tidak berhasil untuk semua orang membangkitkan minat baca namun, yang patut dipahami adalah paling tidak adanya banyak pilihan untuk kita menumbuhkan minat membaca dan tidak menutup kemungkinan ini adalah bara baru dalam menggali dan menanamkan hobi membaca.

Budaya membaca dan menulis secara umum juga tidal dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Mereka jarang sekali meluangkan waktu untuk membaca, baik itu buku, media cetak, komik, maupun novel. Dalam fakta lain yang ditemukan di perpustakaan sekolah adalah minimnya jumlah buku. Perpuskataakn sekolah rata-rata tidak memenuhi standar minimal 1 buku satu siswa. Jika pun bukunya banayak tetpi temanya sama semua, dan kurang beragam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN