Heru Sudrajat
Heru Sudrajat WIRASWASTA

Pernah bekerja diharian Sriwijaya Pos Palembang sebagai wartawan.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Ciek Malah

13 Januari 2018   01:09 Diperbarui: 13 Januari 2018   02:34 201 0 0

Ciek Malah pembantu tuan Tarmin pedagang singkong itu, menjadi sedikit bergaya setelah dinaikan statusnya dari tukang ngurus kolam renang jadi juru bicara. Harap maklum Tuan Tarmin, satu-satunya orang di desa yang paling disegani dan kekayaannya sampai dua keturunan tidak habis. Belum lagi pabrik singkong yang didirikan semakin menambah kaya raya, meski kena protes warga, karena aroma pengolahan singkong di pabrik bocor dan menebarkan aroma tak sedap. 

Memang nasib Ciek Malah sedikit membaik dan sekarang kesana kemari berkampanye bicara persoalan politik . Karena tuannya mau maju di pemilihan bupati dan wakil bupati. Dengan gayanya sok pinter dan sok tau segala galanya tentang tatanan daerah ini, maka dia selalu mengatakan tuannya paling baik, paling jujur dan paling tidak pernah ingkar janji. jadi dalam pilkada nanti pasti menang,"Saya tahu persis dengan tuan dan saya juga dekat dengan nyonya serta adik tuannya. Jadi yakin tuan Tarmin akan menang,"Tutur Ciek Malah, dalam setiap kesempatan ngobrol dengan warga.

Tanpa disadari Ciek Malah pun lupa bahwa yang diajak ngobrol adalah Derkimah ketua timses lawan tuannya dalam pilkada nanti. Maka tanpa basa-basi Dersimah langsung menyahut,"Ngacau! Tuan kamu itu sering janji tapi tidak pernah menepati,  dan semua rakyat sudah dikecewakan. Mana bisa menang dalam pilkada nanti,"teriaknya sampai membangunkan orang sedesa. 

Ciek Malah dan Derkimah pun saling berdebat dan diantara mereka tidak ada yang mau ngalah. Masing-masing saling adu argumentasi mempertahankan jagonya dan saking kesalnya, Derkimah pun membuka borok tuannya selama desa ini. Sebaliknya Ciek Malah juga membuka kejelekan jago dari Derkimah. "He Ciek Malah, jangan sombong ya, mentang-mentang dipercaya jadi juru bicara tuan Tarmin kok bicaranya semakin ngelantur tidak karu-karuan. Sudahlah kamu itu yang nolong istri tuan Tarmin. 

Sudahlah berhenti jadi penjilat!,"Seru Derkimah. Perang mulut keduanya semakin meninggi, sampai jadi tontonan orang sekampung. Semua orang yang nonton bicara dalam hati, pilkada saja baru dibuka pendaftarannya sudah ribut. Bagaimana nanti kalau kalah, pasti semakin ribut. "Pilkada kok selalu buat orang susah dan selalu memainkan rakyat. 

Kita ini hidup sudah susah masih dibebani memilih pemimpin, yang nanti kalau jadi pemimpin  lupa dengan rakyatnya. Apalagi Tuan Tarmin selalu berjanji namun tak pernah tepati janji" gumam Lik  Klimin. Dan orang-orang desa pun mengikuti gumam dari Lik Klimin berbaris mengelilingi rumah Tuan Tarmin.

Ciek Malah pun berang apa yang diungkapkan Lik Klimin dan orang-orang desa jelas menyinggung perasaan Ciek Malah, "Kamu semua,  kalau nanti tidak memilih Tuan Tarmin berarti pengkianat, karena kamu semua dibantu Tuan Tarmin jadi karyawan disini!!!" teriak Ciek Malah lantang merusak ketenangan desa. (heru sudrajat)