Heru Sudrajat
Heru Sudrajat WIRASWASTA

wiraswasta

Selanjutnya

Tutup

Regional

Haruskah Peninggalan Sejarah Jadi Bubur di Kota Kapur

12 Januari 2018   19:28 Diperbarui: 12 Januari 2018   19:34 148 0 0

Sungguh menyedihkan ketika melihat kodisi lokasi cagar budaya kota Kapur, di kecamatan Mendo Barat, kabupaten Bangka. Lokasi dimana ditemukan benda-benda bersejarah tinggalan zaman kerajaan Sriwijaya itu terkesan tidak diperhatikan pemerintah, karena tertutup semak-semak belukar dan ironisnya banyak penambang timah di lokasi tersebut.  

Padahal pemerintah sudah tahu, bahwa lokasi Kota Kapur sudah ditetapkan menjadi cagar budaya Kabupaten Bangka, namun sayangnya tidak ada keseriusan dari pemerintah untuk menjaga agar lokasi Kota Kapur, tidak dijamah dengan penambangan timah. 

Kemudian juga tidak ada pos penjagaan maupun tempat untuk menampung benda-benda peninggalan kerajaan Sriwijaya  yang ditemukan masyarakat. Sehingga tidak terditeksi apa saja benda-benda yang ditemukan masyarakat selama ini, dan yang ditemukan akir-akir ini hanya sebagian kecil saja dan mungkin sebelumnya  banyak ditemukan benda-benda peninggalan sejarah kerajaan Sriwjaya. 

"Itulah yang kita sayangkan selama ini, kenapa tidak ada pos penjagaan maupun tempat untuk menempatkan benda-benda yang sudah ditemukan masyarakat. 

Untuk itu saya berharap pemerintah segera mendirikan pos penjagaan dan menempatkan penjaga dilokasi tersebut. dari Satpol PP siap kalau memang ada surat penunjukan dari pemerintah,"ungkap Kabid Penegakan Perundang Undangan Daerah, Kabupaten Bangka, Akhmad Suherman, Jumat (12/1/2018) di ruang kerjanya.

Ditambahkan Akhmad Suherman, bahwa untuk sementara benda-benda peninggalan sejarah kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di Kota Kapur disimpan dikantor Satpol PP dan akan diserahkan ke Dinas terkait dinas pendidikan budaya Bangka. Tentunya untuk sementara waktu, kita tetap terus memantau lokasi Kota Kapur agar benda-benda yang ditemukan tetap dapat kita kumpulkan. 

Kemudian juga harus ada pimpinan pemerintah yang turun ke lokasi untuk memberi pengertian kepada warga masyarakat, karena warga masyarakat tidak tahu dengan benda-benda yang ditemukan tersebut.  

Bahkan mereka tetap mengganggap tanah itu milik warga masyarakat dan bebas menambang timah, karena itu sudah menjadi kebutuhan hidup seharai-hari. "Saya mohon agar pihak pemerintah segera menangani serius persoalan Kota Kapur. Kalau tidak segera ditangani benda-benda yang masih ada didalam tanah akan hancur  terkena operasinya mesin pencari timah,"pungkasnya.

Semoga pemerintah segera tahu dan segera eksen menjaga lokasi kota Kapur. Semoga peninggalan sejarah benda-benda peninggalan kerajaan Sriwijaya  juga tidak hancur menjdai bubur. (heru sudrajat)