Mohon tunggu...
Rahmat HerryPrasetyo
Rahmat HerryPrasetyo Mohon Tunggu... Writer

Penulis Buku Praktis dan Lengkap Mengasah IQ Anak Jilid 1, 2, dan 3 terbitan Bhuana Ilmu Populer (BIP).

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Artikel Utama

Ini 5 Cara Receh Menikmati Rezeki di Masa Pandemi

21 Oktober 2020   18:13 Diperbarui: 21 Oktober 2020   21:45 132 14 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ini 5 Cara Receh Menikmati Rezeki di Masa Pandemi
pixabay.com

Pandemi Covid-19 identik dengan masa-masa sulit. Banyak orang mengeluh karena hidup terasa semakin berat, jauh lebih berat dibanding masa-masa normal sebelum hadirnya corona

Saya pun merasakan kesulitan itu. Namun, tidak selamanya kesulitan berbuah kesulitan. Ada saat-saat tertentu saya mendapatkan rezeki.

Datangnya rezeki sering kali tidak terduga. Ada yang lewat teman, ada juga melalui orang yang tidak saya kenal. Semua rezeki itu sangat penting untuk saya dan keluarga melanjutkan hidup.

 Lebih penting lagi, saya harus tahu cara menikmati rezeki agar rasa syukur tidak luntur. Ini cara mudah nan sederhana yang bisa saya lakukan.

1. Besar Disyukuri, Kecil Jangan Dikeluhkan

Jika kita berbicara tentang rezeki, tak bisa lepaslah kita dari ukuran besar dan kecil. Ada rezeki yang jumlahnya besar, ada juga yang tipis-tipis saja, alias kecil, bahkan kecil amat. Menyikapi hal ini, saya harus tetap bersyukur. Bahasa receh (mudah)-nya, besar disyukuri, kecil jangan dikeluhkan.

Besar dan kecil pun merupakan takaran yang subjektif untuk masing-masing orang. Rezeki besar untuk saya belum tentu besar untuk Anda, begitu pun sebaliknya. Jika saya ingin menikmati rezeki dengan ukuran yang subjektif tersebut maka saya tidak boleh lupa untuk bersyukur, juga tak seharusnya mengeluh.

2. Tak Usah Membanding-bandingkan

Kebiasaan buruk yang bisa menimpa saya adalah pancingan untuk membanding-bandingkan rezeki. Dengan kata lain, saya membandingkan rezeki yang saya terima dengan rezeki yang diterima orang lain. Jika itu saya lakukan maka saya tidak akan bisa menikmati rezeki dengan baik. Itu setidaknya karena dua hal ini.

Pertama, saya akan mudah menyombongkan diri jika mendapatkan rezeki berlebih dibandingkan dengan orang lain. Lebih buruk lagi, saya akan gampang meremehkan orang yang belum mendapatkan rezeki, atau setidaknya, merasa hebat karena rezeki saya yang lebih besar.

Kedua, jika saya merasa rezeki saya lebih kecil dari orang lain maka saya mudah menaruh benci, iri hati, atau kecewa. Ini tentu saja harus saya waspadai karena bisa merusak mental, pikiran, karakter, dan kejernihan hati. Jadi, tak usahlah membanding-bandingkan rezeki yang kita terima, nikmati saja yang ada dengan ungkapan syukur.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x