Mohon tunggu...
Humaniora

Mencari Sosok Siti Khadijah di Peradaban Bintang

2 Juni 2017   20:40 Diperbarui: 2 Juni 2017   21:17 292 0 0 Mohon Tunggu...

Dalam firman-Nya Rabb “Azza waJalla” telah menyiratkan bahwa kaum hawa merupakan makhluk yang istimewa untuk berdampingan dengan kaum adam  dengan segala rubrik-rubrik dan keunikan-keunikan yang terserlah dari wujud penciptannya.

Kaum hawa merupakan bintang yang dikilap sejernih-jernih mutiara setelah hadirnya Islam dan berakhirnya era jahiliyah sekitar 1500 tahun yang lalu. Suatu zaman yang tidak mengangkat sisi - sisi  luhur dan pentingnya insan berasaan halus namun tegar berdiri dalam menghadapi apa saja secara sejatinya ia.

Zaman itu adalah zaman yang keberadaannya merupakan aurat malu keluarga dan sensitifnya strata sosial di masyarakat karena menjadikan ia sebagai aib dan sumber kekurangan keluarga tempat ia lahir dan dibesarkan. Tak segan-segan mereka yang buta rasa kasih, pudar rasa sayang sanggup menutup mata mereka mengubur mereka hidup-hidup agar tidak menjadi buah bibir yang perih di telinga.

Islam datang dengan sejuta penghargaan untuk mengutuk dan menyempurnakan aksi-aksi ekstrim yang menyimpang dari kodrat-kodrat penciptaannya diatas dunia. Dengan diutusnya manusia pilihan dan orang-orang bakal penghuni syurga yang sejarah mencatat mereka sebagai baju besi Sang rahmatan lil’alamin.

Islam dengan serius tidak merendahkan makhluk indah ini dengan menjadikannya sejajar disisi kaum adam dan dengan pembeda yang cukup terkesan diatas rasional dan kelembutan perasaan hati bahwa ia adalah adalah makhluk yang sangat diperlukan oleh makhluk lain.

Islam kembali menagangkat derajat kaum hawa dengan manusia yang sungguh dahsyat karena dibawah telapak kakinyalah ada wujud syurga yang dirindukan. Syurga yang akan dirih dengan penuh keridhoan seorang hawa yang bergelar ibu yang keistimewaannya tiga kali sebutan alam dibandingkan kaum adam yang bergelar ayah.

Islam dengan segala cara mengupas keajaiban terpendam dalam sejatinya sosok perempuan untuk menjadi ibu dari para generasi dan penerus perjuangan untuk menegakkan ajaran Islam sebagai karunia dan juga rahmat bagi seluruh alam.

Dengan pergerakkan zaman kompetensi dan kontribusi kaum hawa ini sering kali dipertanyakan dan tidak lepas jua selalu membimbangkan dikarenakan isu-isu dan berita simpang siurnya eksistensi seorang wanita. Bahkan, terlebih sayunya yang terekspos justeru hal-hal negatif tentang wanita.

Seiring perkembangan dunia modern saat ini gejala sosial juga berlari seiring sehingga mempengaruhi kehidupan seseorang dalam keluarga dan masyarakat. Nilai-nilai dalam keluarga dan masyarakat telah dibuat keliru dan bahkan ditinggalkan oleh karena menariknya pengaruh asing dan nilai-nilai modern yang mempesonakan sehingga semua hanyut dibawa arus canggihnya zaman.

Perempuan saat ini pun tinggal ketinggalan justeru mereka berada di garis depan pesatnya dunia karir dan ajang unjuk kompetensi.  Mereka lebih sibuk dengan kegiatan luar rumah, mereka lebih kerap berdiskusi dengan kolega daripada dengan suami, mereka tidak rela terlepas makan siang denga anak-anak dari pada dengan pelanggan, dan mereka sanggup mempertaruhkan keluarga dan rumah tangga hanya demi popularitas dan ketenaran.

Seharusnya ada pedoman yang mereka perlu garis bawahi dibelahan bumi mana dan musim yang mana mereka jalani hidup ini sehingga tiada satu elemen penting kehidupan khususnya kehidupan keluarga dan rumah tangga yang kering dari semua sentuhannya yang istimewa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN