Mohon tunggu...
Herman Seran
Herman Seran Mohon Tunggu... Petani

Pekerja swasta yang menulis sebagai hobi dengan ketertarikan multispektrum. Konsentrasi khusus pada valuasi projek, manajemen organisasi, pemberdayaan masyarakat, komunikasi dan negosiasi strategis dan ekonomi ekstraktif.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Artikel Utama

Suka Cita Panen, Politik, dan Harga Sebatang Rokok

3 Mei 2019   05:13 Diperbarui: 3 Mei 2019   14:50 561 14 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Suka Cita Panen, Politik, dan Harga Sebatang Rokok
Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay

Menyeberangi jembatan Noelmina, berbelok ke arah selatan melewati cabang Batuputih selalu menjadi kenikmatan tersendiri bagi saya. Apalagi memasuki penghujung musim hujan seperti ini, ketika segalanya menghijau. Keasrian pepohonan, hamparan padi yang menguning hingga ladang jagung yang siap panen adalah suguhan awal perjalanan mencapai puncak kenikmatan visual yang menikam hingga sumsum. 

Kenikmatan itu memuncak saat meliuk naik dan menuruni bukit dan lembah cadas, sembari mata melumati indahnya lekukan perbukitan dan meresapi birunya Pantai Selatan. Perjalanan ke Kabupaten Malaka melewati Pantai Selatan selalu menjadi wisata bagi kebanyakan orang dari awal hingga akhir tiba. 

Mencumbui dan menyetubuhi jalur selatan adalah sangat biasa bagi saya, sama biasanya seoang pria dewasa bersama pasangannya. Semenjak jalur ini terbuka untuk umum saya selalu menjadikannya sebagai pilihan utama jalur mudik, jika tak ada urusan di tengah atau utara Pulau Timor. Selain karena jarak ke kampung lebih dekat, tetapi juga tawaran kenikmatan mata yang tiada tara. 

Memacu kendaraan melumati jalanan, meliuk dan melekuk bersama curam dan landainya perbukitan kars hingga mencapai klimaks pada kenikmatan visual panorama pantai selatan adalah suguhan setiap perjalanan yang tak pernah membosankan hingga kini. Tetapi perjalanan kali ini menjadi sangat istimewa karena terasa ada yang lain, suatu citarasa yang sangat unik dan semriwing

Atmosfer percintaan dengan tanah tumpah darah ini terasa lebih menggairahkan dan istimewa ketika senja menjelang, tetapi tetap saja riuh orang berkeliaran dengan senyum tersungging. Aura bahagia di musim panen membuncah merasuki lingkungan sekitar, termasuk pelintas seperti saya. Suka cita panen itu adalah kejutan baru setelah saban tahun saya menapaki jalan ini. 

Semburat aura kebahagiaan itu memapariku semenjak saya membeloki cabang Batuputih hamparan sawah Bena, Kolbano, Menu, hingga memasuki wilayah Kabupaten Malaka.

Tak seperti biasa kebahagiaan saya tercedak, ibarat percumbuan yang terputus ketika mata terngganggu melihat jagung yang mengering sebelum waktunya. Perjalananku kali ini ibarat menggapai nikmat percintaan sempurna lantaran dibaluri sukacita panen di Pantai Selatan. 

Sepanjang jalan saya menyaksikan tenda-tenda darurat yang dibangun untuk panen jagung. Banyak tumpukan karung berisi jagung di pinggir jalan, plus kumpulan-kumpulan perempuan dan pria menikmati senja tanpa terlihat beban penderitaan adalah suguhan yang terasa hingga sumsum tulang belulang. 

Sukacita masyarakat di musim panen, memadusempurnakan keindahan alam pantai selatan adalah hadiah kenikmatan tiada tara perjalanan saya kali ini. Hari ini 30 April menjelang tanggal 1 Mei, Hari Buruh Internasional yang sering disebut May Day. 

'May Day, May Day, May Day.....!' adalah teriakan darurat dalam radio komunikasi untuk meminta bantuan ketika dalam situasi bahaya. Terasa perjalanan merengkuh kenikmatan spiritual inipun menyimpan teriakan 'tolong, tolong, tolong!' di balik sukacita panen yang dirayakan dengan hiruk pikuk orang biasa yang tak biasa ini. SOS karena di musim panen harga jagung sekilo tak lebih dari harga sebatang rokok, yang dijual istriku di warung kami di Kota Kupang. Satu batang rokok yang popular di kalangan mahasiswa Kupang seharga 2000 perak.

Itulah harga satu kilogram jagung di musim panen seperti ini. Harganya 2000 hingga 2500 rupiah. Iya, sekilo jagung setara sebatang rokok yang dihisap oleh seorang anak mahasiswa dari desa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN