Mohon tunggu...
Herry Gunawan
Herry Gunawan Mohon Tunggu... Wiraswasta - seorang pemuda yang peduli

Saya seorang yang gemar fotografi dan travelling

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Jangan Egois, Hargai Jerih Payah Tenaga Kesehatan

7 Agustus 2021   19:53 Diperbarui: 7 Agustus 2021   19:56 107 7 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Protokol Kesehatan - katadata.co.id

Tanda disadari, banyak dari kita masih memelihara sifat egois. Tanpa disadari, banyak diantara kita yang masih merasa paling benar sendiri. Sifat egois ini seringkali diimplementasikan dalam segala hal dan kondisi. Tak terkecuali di masa pandemi seperti sekarang ini. Banyak orang yang merasa sehat, lalu memutuskan tidak menggunakan masker. 

Banyak orang yang merasa tidak ada covid, sampai akhirnya tidak mau divaksin dan mematuhi protokol kesehatan. Jika kita telisik lebih dalam, semuanya itu terjadi karena banyak diantara kita yang masih egois tapi tidak mau membekali diri dengan literasi.

Suka tidak suka, hal itulah yang terjadi di Indonesia. Banyak yang menjadi egois, tapi tidak merasa menjadi egois. Banyak yang merasa bersih, nyatanya justru sebaliknya. Disinilah pentingnya untuk selalu introspeksi, agar kita bisa senantiasa tidak lupa denga nasal-usul kita. 

Seringkali kita mengaku sebagai orang Indonesia, tapi perilakunya justru kebarat-baratan. Seringkali kita mengklaim sebagai seorang muslim, tapi ucapan dan tindakannya justru sebaliknya. Dan masih banyak lagi contohnya.

Dalam konteks pandemi juga sama. Banyak yang egois tidak mau menggunakan masker dalam beraktifitas. Bahkan, ada juga yang menebar provokasi, kebencian dan hoaks terkait pandemi. Pemerintah dianggap tidak becus dalam mengeluarkan kebijakan terkait pandemi. 

Pemerintah dianggap membatasi aktifitas masyarakat dan membiarkan kelaparan. Pemerintah dinilai memberika kebebasan warga negara asing sementara warga negaranya sendiri tidak boleh keluar rumah. Berbagai macam provokasi bermunculan. Apakah ini tidak egois?

Dampak dari provokasi ini membuat sebagian masyarakat tidak percaya vaksin. Semuanya dianggap sebuah takdir yang harus dihadapi. Betul, semuanya ini merupakan takdir dari Tuhan. Tapi mengedepankan protokol kesehatan demi keselamatan masyarakat, menjadi kewajiban yang harus dilakukan sebagai manusia. 

Kenapa wajib? Karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Antar manusia saling membutuhkan pertolongan satu sama lain.

Egois di masa pandemi berpotensi menambah kasus positif. Ketika amarah tidak terkendali, bisa membuat imun turun dan potensi terpapar semakin tinggi. Jika tidak mau menggunakan masker dan tetap tidak mau menjaga jarak, potensi terpaparnya juga tinggi. Jika kita tidak mau menjaga kesehatan, pola terpaparnya berbagai penyakit juga tinggi. 

Jika penyakit-penyakit itu bertemu dengan virus covid-19, sebagai manusia awam tentu tidak akan bisa mencari solusinya sendiri. Pada titik inilah perlu bantuan tenaga kesehatan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan