Mohon tunggu...
Hera Veronica Suherman
Hera Veronica Suherman Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengamen Jalanan

Suka Musik Cadas | Suka Kopi seduh renceng | Suka pakai Sandal Jepit | Suka warna Hitam

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Makan untuk Hidup Bukan Hidup untuk Makan

9 November 2023   13:01 Diperbarui: 9 November 2023   13:21 164
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Makan Untuk Hidup Bukan Hidup Untuk Makan

Sejatinya makan demi kelangsungan hidup, demi memenuhi kebutuhan mendasar bagi fisik yang memerlukan asupan makanan. Yang dapat diolah menjadi sumber energi yang digerakan oleh otot massa, diperlukan untuk melakukan serangkaian aktivitas manusia dalam keseharian.

Namun jangan dibalik hidup untuk makan sebab memiliki konteks yang tentu saja berbeda, yakni segala sesuatunya berorientasi guna pemenuhan kebutuhan indera pengecap tersebut dan menjadi sahaya perut.

Segala yang dikejar demi perut dan atas nama perut, sedangkan isi perut manusia sendiri amatlah sangat terbatas. Tak akan mungkin dapat menampung segala yang diingini, namun sejatinya manusia memiliki sifat yang tak pernah puas.

Tak kan pernah berhenti demi mencapai kepuasan diri, terlebih tak peduli perihal deret angka guna pemuasan diri yakni bentuk self reward. Lantaran ditenggarai urusan perut terkadang dapat membuat orang gontok-gontokan/ saling bertikai.

Betapa dahsyatnya menyangkut urusan perut, pengacu pada periuk nasi yang kosong mematik rasa lapar yang membahana. Terbitkan nanar pada sepasang mata lapar teramat jalang.

Makan untuk hidup cenderung seadanya bentuk penerimaan diri, tak komplain dengan lauk yang serba seadanya yang terpenting ada nasi dalam periuk. Dimakan dengan amat lahap, seraya menasbihkan bulir-bulir kesyukuran, atas nikmat rezeki pada penguasa Alam Raya beserta seluruh isinya.

Hidup bukan sekedar untuk makan segala sesuatunya dimakan, memakan hak orang. Segalanya dicaplok terlebih dengan mengolok-ngolok, makan guna kebutuhan hidup.  Makan untuk hidup dan berhentilah sebelum di ambang kenyang.

Jakarta, 09/11/2023
Hera Veronica Suherman

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun