Mohon tunggu...
Hensi Margaretta
Hensi Margaretta Mohon Tunggu... Konsultan - Pendidik, Trainer, Konsultan

Pengalaman mengajar lebih dari 10 tahun, International certified of Master Trainer of Education, Master Trainer of FIRST-ADLX, Associate Consultant of NICE Indonesia, ROOTs Consultant

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Learner Experience

24 November 2021   10:17 Diperbarui: 24 November 2021   10:26 56 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Ada sebuah pertanyaan yang sederhana dan cukup memorable: apa yang kalian ingat tentang sekolah? Jawabannya beragam. Ada yang ingat tentang pengalamannya bermain bersama teman-teman, ada yang ingat kisah haru dimarahi ibu guru, ada yang ingat jajanan sewaktu kecil, ada yang ingat masa bolos kelas, ada yang ingat gak buat pe er dan nyalin pe er temannya di sekolah, dll. 

Pengalaman tersebut tentu saja sangat beragam. Bisa jadi ada pengalaman positif dan bisa jadi juga banyak pengalaman negatif. Ayo yang mana? Mudah-mudahan pengalaman positif yang jauh lebih banyak dan berkesan dalam memori. Bukan sebaliknya, pengalaman negatif justru paling berkesan dan banyak diingat oleh kita sampai sekarang setelah tamat sekolah (?).

Experience Economy vs School Experience

Dunia telah mengalami perubahan, bahkan perubahan yang begitu cepat. Perubahan tersebut dapat dilihat dari dunia ekonomi dan bisnis sekarang yang mengalami pergeseran dari yang berbasis komoditi atau produk ke yang berbasis pengalaman (baca: experience economy). 

Misalnya, saat ini ketika orang nongkrong di kafe dan menikmati kopi, yang dibeli sesungguhnya bukan hanya segelas kopi tapi bisa jadi suasana yang ada di dalamnya. Makanya tidak heran kalau ada anak muda yang cuma beli segelas kopi tapi nongkrongnya berjam-jam disana :).

Sepertinya ekonomi dan bisnis, dunia pendidikan pun demikian. Pendidikan mengalami perubahan yang begitu pesat. Bahkan, tidak ada yang mengira bahwa di tengah pandemik ini dunia pendidikan menjadi banyak dilakukan melalui media internet dan sosial. Hal ini menyebabkan baik perangkat sekolah maupun orang tua murid siswa di rumah menjadi "jungkir balik" dibuatnya karena tidak terbiasa.

Dunia berubah maka model pembelajaran dalam dunia pendidikan pun harus berubah, dari yang sekedar menawarkan produk sekolah berupa fasilitas dan seisinya kepada tawaran yang jauh lebih menarik lagi.

Boleh jadi fasilitas dan seisinya di sekolah menjadi faktor yang dapat mencuri perhatian para orang tua. Tapi, apakah hal tersebut yang semata diinginkan oleh orang tua bagi pertumbuhan dan perkembangan mental pendidikan anak-anak mereka? Tentu saja saya ada banyak tuntutan yang diinginkan oleh para orang tua terhadap pelajaran di kelas, guru dan sekolah.

Learner Experience

Adakah hal yang jauh lebih menarik dari sekedar fasilitas sekolah dan seisinya?

Jawabannya adalah pengalaman (experience). Pengalaman terkait dengan bagaimana setiap anak didik mendapatkan pengetahuan di kelas, suasana kelas, apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan selama berada di lingkungan sekolah. Pengalaman terkait dengan emosi dan perasaan setiap orang. Oleh karenanya pengalaman jua yang membuat sesuatu menjadi berkesan, termasuk pengalaman ketika bersekolah. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan