Mohon tunggu...
Hennie Triana
Hennie Triana Mohon Tunggu... ---

Lahir di Medan. Ibu dari seorang putri

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Artikel Utama

Sampah Plastik di Lautan Indonesia Diolah Menjadi Ransel di Jerman

5 Maret 2021   20:51 Diperbarui: 6 Maret 2021   19:29 1674 92 37 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sampah Plastik di Lautan Indonesia Diolah Menjadi Ransel di Jerman
Ilustrasi sampah plastik di pantai | foto: kompas.com

Beberapa waktu lalu seorang kenalan saya mengunggah foto ransel di media sosialnya. Sebastian, kita panggil saja begitu, memang sangat suka bepergian dengan membawa ransel. Karena itu, jika ada tas punggung dengan model baru dan fungsi istimewa akan menarik perhatiannya.

Sebetulnya, ransel tahan air berwarna hitam dengan daya tampung 23 liter itu terlihat seperti ransel pada umumnya, modelnya sederhana. Tas yang cocok untuk dipakai saat bersepeda, hiking, maupun untuk menemani perjalanan lainnya.

Namun, ada yang membuat produk ini berbeda, karena bahan bakunya dari sampah plastik yang berasal dari lautan di Indonesia.

Seperti yang kita ketahui, saat ini semakin banyak orang berusaha meningkatkan kebersihan dan menyelamatkan lingkungan dari kerusakan yang lebih parah. Menjadikan limbah yang banyak berserakan di bumi menjadi barang yang berguna. 

Begitu juga kiprah yang dilakukan pria berusia 30-an dari Jerman dan seorang temannya. Mereka mengolah sampah menjadi barang baru yang berguna. Tindakan yang luar biasa dan sangat baik untuk ditiru.

Sebagai peselancar yang sudah mengunjungi banyak negara di dunia, Benjamin bersama teman sekolahnya, Ramon, sangat akrab dengan laut. Mereka melihat betapa banyaknya perairan yang penuh sampah plastik. Kedua pemuda ini mendapat ide untuk membuat produk yang tahan lama dari sampah plastik yang berserakan di lautan. 

Tas punggung adalah produk yang kemudian dibuat oleh Gotbag, startup dari kota Mainz di Jerman, setelah hampir dua tahun lamanya melakukan berbagai penelitian, dan membicarakannya dengan mitra usaha mereka. Segalanya dipikirkan dengan matang, mulai dari pengumpulan plastik dari laut hingga menjadi produk jadi dalam bentuk barang baru.

Sampah plastik yang mengotori wilayah perairan Indonesia memang sangat memprihatinkan. Menurut laporan Nexus3 Foundation (dulu dikenal dengan nama BaliFokus Foundation), Indonesia menghasilkan lebih dari tiga juta ton sampah plastik setiap tahun, sekitar sepertiganya berakhir di laut. Residu plastik mencemari laut, meracuni tanaman, hewan, dan manusia.

Dengan bantuan para nelayan di Indonesia, sampah-sampah plastik yang berserakan di laut dikumpulkan dan dibawa ke darat. Ada sekitar 1500 nelayan yang terorganisasi menjaring sampah dan mendapatkan imbalan dari hasil kerja mereka. 

Pelatihan tentang pemilahan sampah juga dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan kesadaran masyarakat akan pencemaran yang terjadi di perairan Indonesia, juga betapa pentingnya pembangunan infrastruktur persampahan di pedesaan.

Kegiatan ini juga dimaksud untuk mendorong pemerintah memikirkan dan mengadopsi sistem pengelolaan sampah dengan baik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x