Mohon tunggu...
Hendra Fahrizal
Hendra Fahrizal Mohon Tunggu... Videografer, Documentary Maker, Traveler.

Hendra Fahrizal, berdomisli di Banda Aceh.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Catatan Harian Clara

28 Mei 2019   12:45 Diperbarui: 28 Mei 2019   13:09 0 0 0 Mohon Tunggu...
Catatan Harian Clara
Foto: Jembatan di Krueng Aceh dekat Gampong Jawa, 1874 | sekilasinfoaceh.blogspot.com

Baru-baru ini ditemukan catatan harian Clara Bolchover Nisse, diberikan oleh keturunannya, keluarga besar Bolchover, kepada Teuku Cut Mahmud. Mereka mendatangi Aceh dari Inggris untuk menziarahi makam nenek moyang mereka di kuburan Kerkhoff Peucut (kuburan Belanda). Clara seorang anak dari tuan tanah Bolchover di Gampong Blower (Sukaramai) yang tinggal di Aceh pada sekitar tahun 1912, dan menjadi cikal bakal penamaan Gampong Blower itu sendiri. Pamannya, Adolf Bolchover adalah orang yang menghibahkan sebagian tanahnya untuk menjadi perkuburan Kerkhoff Peucut tersebut. Ayah dan Ibu Clara dimakamkan di Kerkhoff. Clara sendiri meninggal pada 1991.

 Menariknya, Clara menceritakan pengalaman kanak-kanaknya di Kutaradja, sehingga kita bisa hanyut sejenak, merasakan bagaimana Banda Aceh seabad lalu.

 "Pada masa itu, Kutaradja adalah sebuah kota dengan fasilitas medis dan bisnis. Banyak orang punya kebun karet dan kelapa. Para tauke kebun itu memperkerjakan orang Melayu (Aceh) dan Cina. Orang Melayu sebagian besar merawat tanah mereka yang kecil untuk menanam biji-bijian, sayuran. Mereka suka sekali memancing di sungai dan laut. Semua rumah berbentuk panggung sehingga tak kebanjiran saat hujan.

 Di Krueng Aceh, banyak buaya, berukuran besar. Para wanita mencuci pakaian dipinggir sungai harus sangat berhati-hati. Juga banyak ular, boa (jenis ular yang membunuh mangsa dengan melilitnya, bukan dengan bisa), laba-laba dan kalajengking. Harimau berukuran besar juga ada disana, tapi tak ada singa."