Hendi Setiawan
Hendi Setiawan Blogger

Senior citizen. Pengalaman kerja di bidang transmigrasi, HPH, modal ventura, logistik, sistem manajemen kualitas, TQC, AMS, sistem manajemen lingkungan dan K3, general affair, procurement, security. Beruntung pernah mengunjungi sebagian besar provinsi di Indonesia dan beberapa negara asing. Gemar membaca dan menulis. Menyukai sepakbola dan bulutangkis. Masih menjalin silaturahmi dengan teman2 sekolah masa SD sampai Perguruan Tinggi.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa

Shabu-Shabu dan Slave

1 Juni 2013   10:14 Diperbarui: 24 Juni 2015   12:42 1372 0 0

Minggu ini ada dua kata,  shabu dan slave, yang  sering saya dengar ternyata punya sejarah, asal usul sampai kata tersebut masuk dalam kosa kata yang dikenal masyarakat.

Shabu

Istilah sabu-sabu sebagai narkoba pertama kali saya dengar tahun 1990an saat seorang teman menyebut sebab kematian seorang anak penyanyi terkenal akibat mengkonsumsi sabu-sabu alias narkoba. Sebelumnya saya mengenal sabu-sabu hanya sebagai sejenis makanan Jepang saja.

Dalam film Fast and Furious yang saya tonton minggu ini di sebuah stasiun TV swasta nasional, sang jagoan, pemeran utama film yang settingnya di kota Tokyo berkata "shabu-shabu adalah istilah gangster Jepang untuk sejenis narkotik".   Cross check kata tersebut pada kamus urbandictionary.com dan wikipedia membenarkan penggunaan nama makanan Jepang untuk sejenis narkotika :


  • Shabu : A Japanese slang term for Methamphetamine Hydrochloride. Shabu, in Japanese means "Swish", which doesn't make a lot of sense. I assume the word originates from Shabu-Shabu, which is a Japanese dish. Shabu-Shabu is cooked at the table, and entertaining as everyone cooks their own food
  • Metamfetamina (metilamfetamina  atau desoksiefedrin), disingkat met, dan dikenal di Indonesia  sebagai sabu-sabu,adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik.


Penggunaan nama shabu bagi narkotika tertentu paling tidak digunakan di Jepang, Amerika dan Indonesia.

Slave

Slave dalam bahasa Inggris artinya budak.  Tak sengaja saya membaca harian Republika edisi 31 Mei 2013 yang menulis perbudakan pada masa silam di zaman Abbasiyah.  Ternyata pada beberapa abad lalu orang Eropa juga memperdagangkan budak belian, seperti dapat disaksikan pada film-film beratar belakang Romawi.  Budak yang diperdagangkan saat itu banyak berasal dari Eropa Tengah dan Eropa Timur, orang kulit putih dari ras Slav atau Slavia.  Dari kata Slav inilah akhirnya budak dalam bahasa Inggris disebutslave.  Mestinya penggunaan kata slave bagi orang-orang ras Slavia menyakitkan, mengingatkan masa kelam bangsa Slavia di masa silam.

Cross check pada online etymology dictionary menemukan definisi slave adalah :

"person who is the property of another," from Old French esclave (13c.), from Medieval Latin Sclavus "slave" (cf. Italian schiavo, French esclave, Spanish esclavo), originally "Slav" (seeSlav), so called because of the many Slavs sold into slavery by conquering peoples.

Mungkin masih banyak kata yang punya asal usul unik lainnya, misalnya amok (kosa kata bahasa Inggris) berasal dari bahasa Melayu. Amuk adalah perilaku atau kejadian seseorang yang gelap mata mengamuk di jalanan secara membabi-buta melukai bahkan membunuh orang-orang yang bertemu dengannya.  Sebaliknya banyak pula kosa kata bahasa Indonesia di sekitar kita ternyata punya asal usul sebagai hasil adopsi dari bahasa asing, contoh gereja berasal dari igreja, sebuah kata Portugis.  Dirgahayu dari bahasa Sanskerta, seorang India kenalan saya pernah memberitahu ayu artinya tahun.