Mohon tunggu...
Hendi Setiawan
Hendi Setiawan Mohon Tunggu... Penulis - Kompasianer

Senior citizen. Pengalaman kerja di bidang transmigrasi, HPH, modal ventura, logistik, sistem manajemen kualitas, TQC, AMS, sistem manajemen lingkungan dan K3, general affair, procurement, security. Beruntung pernah mengunjungi sebagian besar provinsi di Indonesia dan beberapa negara asing. Gemar membaca dan menulis. Menyukai sepakbola dan bulutangkis. Masih menjalin silaturahmi dengan teman2 sekolah masa SD sampai Perguruan Tinggi.

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Jalan Utama Bengkulu - Sumsel Diblokir Warga !

13 Juli 2012   04:19 Diperbarui: 25 Juni 2015   03:00 322 0 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jalan Utama Bengkulu - Sumsel Diblokir Warga !
Bulutangkis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Vladislav Vasnetsov

Jalan antar provinsi kok bisa diblokir warga ?  Memangnya kenapa, apakah warga yang membelokir merasa didzolimi pengguna jalan atau aparat Pemerintah ?  Berikut ini kutipan berita harian Kompas, Jumat 13 Juli 2012 "Jalan utama Bengkulu - Sumatera Selatan melalui Lubuk Linggau dialihkan ke Pagar Alam menyusul pemblokiran jalan oleh warga Desa Blitar, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Kejadian itu adalah buntut tindakan kriminalitas yang dilakukan warga setempat, Kamis (12/7) dini hari".

Rupanya pada Kamis beberapa menit lewat tengah malam sebuah bus jurusan Jambi - Seginim, Bengkulu Selatan dirampok sekitar 30 orang bersenjata tajam di Desa Pelalo, Kecamatan Binduriang.  Harta benda 27 penumpang bus dijarah perampok.   Kasus ini sekarang ditangani Polres Rejang Lebong, dimana Kapolresnya sendiri turun langsung ke lapangan bernegosiasi dengan warga untuk membuka pemblokiran jalan.  Menurut Kompas, saat menuju tempat pemblokiran, Kapolres Rejang Lebong, AKBP I Ketut Yudha Karyana dan pasukannya dihadang segerombolan orang bersenjata tajam dan bom molotov, yang diduga para pelaku perampokan bus. Seorang warga penghadang tewas dalam bentrokan tersebut.

Bonanza

Hampir seluruh provinsi di pulau Sumatera pernah saya kunjungi, Bengkulu adalah satu dari tiga provinsi yang belum pernah saya kunjungi.  Salah seorang paman dua puluhan tahun lalu pernah membuka bengkel di kota Bengkulu, dia memang pernah menceritakan kurang amannya perjalanan darat di sekitar Sumatera Selatan - Bengkulu.  Antara lain nasihatnya jangan bermobil antara Sumsatera Selatan - Bengkulu pada malam hari, hindari bermobil sendirian, maksudnya harus ada beberapa mobil lain sebagai teman konvoy.  Agak mengherankan bila kondisi tak aman masih berlanjut sampai sekarang.  Pencegatan kendaraan oleh sekelompok perampok kok mirip kisah zaman Amerika baru dibuka oleh imigran Eropa, dimana dikisahkan seringakli rombongan imigran dihadang perampok sesama kulit putih atau dihadang penduduk asli Amerika.

Bagaimanapun jahatnya para perampok adalah warga negaraIndonesia juga, apa akar masalahnya sampai mereka mencari nafkah dengan cara merampok kendaraan yang lewat dan dilakukan oleh penduduk sekampung.  Apa pekerjaan utama penduduk pedesaan di Kecamatan Binduriang.  Apakah petani kebun, petani sawah, buruh tambang atau pedagang? Mestinya tak ada hubungan dengan kisruh Gubernur Bengkulu yang sempat ramai di media massa bukan.

Tindakan Kapolres Rejang Lebong melakukan tindakan persuasif patut dipuji, padahal warga yang menghadang jelas berindikasi tak baik.  Benar tindakan tegas harus dilakukan bila ancaman perusuh sudah melewati batas dan mengancam nyawa para petugas.  Hanya saja setelah pemblokiran dapat diatasi Kapolres, selanjutnya jalan lintas Bengkulu - Sumatera Selatan itu akan aman atau tidak?

Untuk menjamin keamanan warga yang melintas, beberapa alternatif berikut mungkin dapat dipertimbangkan:

1. Polsek dan Koramil Binduriang harus lebih diperkuat, baik personil dan perlatannya, termasuk kendaraan patroli yang kondisinya prima.  Patroli bersama dua instansi ini harus dilakukan secara teratur.

2. Tempatkan secara berkala satu peleton Brimob di Kecamatan Binduriang untuk membantu pengamanan jalan antar provinsi yang rawan gangguan.

3. Bupati Rejang Lebong dan Gubernur Bengkulu harus mengusahan warga disekitar kecamatan Binduriang mempeunyai lahan nafkah yang cukup, mungkin saja mereka merampok karena lapar.  Bupati dan Gubernur tak dapat lepas tangan bila ada warganya tidak sejahtera.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x