Mohon tunggu...
Helkin
Helkin Mohon Tunggu... Mahasiswa UINSU Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris

Sebaik-baiknya manusia adalah berguna bagi orang lain

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Simalakama Covid-19 dan Merosotnya Pendidikan Anak Bangsa

14 Agustus 2020   15:38 Diperbarui: 14 Agustus 2020   16:14 13 0 0 Mohon Tunggu...

Covid 19 sudah mulai mengguncang dunia pada 2019 kemarin.  Banyak tragedi terjadi setelah datangnya Covid 19. Orang-orang di seluruh dunia merasakan banyak hal.  Kecemasan datang, dan ketakutan datang.  Semua orang merasakan hal itu setelah datangnya Covid 19. Bahkan, terkadang orang lebih takut akan keberadaan Covid 19 dibandingkan Tuhan yang memberi penyakit ini.  Penyakit ini benar-benar mengancam dan membuat takut seluruh dunia.  Segala cara dilakukan oleh setiap orang demi melindungi dan terhindar dari virus ini.  Terkadang kita menjadi orang terbodoh demi terhindar dari penyakit ini.  Memang kita tahu kebenaran bahwa penyakit ini berasal dari Tuhan dan pasti akan kembali padanya.

Saat ini, situasi dan kondisinya semakin pelik akibat munculnya Covid 19 ini.  Dari anak-anak hingga remaja, dari remaja hingga dewasa, dari muda hingga tua, bahkan hingga lansia, semua aktivitas terhenti segera setelah merebaknya penyakit yang mengguncang dunia saat ini, Covid 19 (Corona).  Apa yang terjadi dengan virus ini?  Mengapa semua aktivitas segera dihentikan?  Bagaimana orang bisa takut terhadap virus ini?

Sudah kita lihat dan rasakan bersama, virus ini membawa banyak pengaruh bagi kita.  Mulai dari sekolah dasar hingga perkuliahan ditutup.  Bahkan para orang tua harus mengambil cuti kerja karena virus mematikan ini.  Anak sekolah harus belajar dari jarak jauh, melalui sistem online melalui gadjed atau laptop yang harus dimiliki setiap anak sekolah.

Banyak tuntutan yang terjadi pada kita anak sekolah terutama kepada anak SD yang awalnya belum memiliki gadjed harus membelinya agar dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari jarak jauh.

Kita sebagai siswa diharuskan mengikuti kelas online, menyelesaikan banyak tugas, membuat presentasi video, mengikuti kelas E-Learning, dan mendownload aplikasi yang berkaitan dengan proses pembelajaran.  Ini semua dituntut dari kita yang masih melanjutkan pendidikan.  Yang mana terkadang guru atau dosen tidak memperhatikan sebab dan akibat bagi kita sebagai siswa.  Dosen dengan mudah memberikan tugas kepada mahasiswanya, dan menuntut mahasiswa menyelesaikannya sebelum batas waktu yang ditentukan. Sedikit dosen yang memahami hal itu.

Dengan proses pembelajaran jarak jauh ini, sebenarnya kurang efektif untuk diadakan. Yang mana siswa belum sepenuhnya siap untuk melaksanakan proses tersebut, dikarenakan jaringan, kuota, smartphone, yang tidak sepenuhnya tersedia dimiliki oleh mahasiswa. Oleh karena itu, sebaiknya guru atau dosen dapat memahami dan mengerti kondisi dan situasi anak sekolah atau siswa saat ini. Yakni dengan memberikan tugas atau kelas online yang sesuai, karena kita khususnya mahasiswa juga dituntut untuk menjaga kesehatan kita dan menjaga diri kita sebaik mungkin dari Covid 19, bukan tugas atau kelas online yang semakin meresahkan siswa.

Covid 19 sudah begitu lama berlangsung dan sampai saat ini masih saja menjadi trending topic dikalangan dunia, termasuk negeri tercinta Indonesia. Saya sendiri pernah berpikir bahwa Covid 19 ini sudah mulai musnah dan hangus dari bumi kita. Namun mereka yang memiliki kekuasaan justru dijadikan sebagai keuntungan mereka sendiri. Yang mana pendidikan semakin merosot di bumi kita.

Hal ini menunjukkan betapa mirisnya pendidikan di Indonesia. Sekolah-sekolah ditutup, segala pendidikan dilakukan dari rumah, namun sebaliknya pasar, mall, dan tempat umum lainnya dibuka selebar-lebarnya. Ini merupakan suatu pembodohan, yang mana anak bangsa hilang moralnya sebagai siswa dan guru hilang pula moralnya sebagai pendidik. Semoga ini semua cepat berakhir dan segala kebatilan segera dihapuskan dari bumi kita Indonesia.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x