Mohon tunggu...
Helen Adelina
Helen Adelina Mohon Tunggu... Passionate Learner

Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value - Einstein

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Kompasianer, Olahraga Yuk!

16 Mei 2021   08:06 Diperbarui: 16 Mei 2021   08:21 95 11 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kompasianer, Olahraga Yuk!
sumber: lifestyle.kompas.com

Selain silaturahmi, lebaran identik dengan makanan enak, gurih, berlemak dan bersantan serta berjenis-jenis kue dan minuman yang manis-manis. Tidak heran banyak orang jadi kalap makan semua sajian yang ada. Akibatnya, setelah lebaran, badan pun ikut lebaran dan kolesterol naik.

Tadinya berharap setelah selesai berpuasa, berat badan akan turun sesuai standar kesehatan. Kenyataan berbicara sebaliknya, badan semakin melebar. Gong rencana untuk menurunkan berat badan setelah lebaran pun digaungkan. Eh tapi rencana tinggal rencana.

Selain setelah lebaran, momen lain dimana banyak orang menggaungkan rencana disiplin berolahraga adalah saat pergantian tahun. Berolahraga secara teratur menjadi resolusi tahun baru. Entah sudah berapa ratusan purnama olahraga tetap bertengger sebagai resolusi tahun baru. Eksekusinya? Ya, yang penting niatnya saja dulu.

Ternyata untuk disiplin berolahraga tidak cukup cuma niat karena biasanya niat dikalahkan oleh kemalasan. Ntar sok, ntar sok. Entah sampai kapan besoknya ini. Membayangkan capeknya berolahraga, ngos-ngosan, dan keringat yang bercucur deras memang membuat olahraga bukan menjadi pilihan nomor satu. Lebih menarik menghabiskan waktu duduk atau rebahan sambil membuka media sosial. Gak perlu keringatan dan gak perlu capek.

Alasan lain tidak bisa berolahraga secara teratur adalah tidak punya waktu. Bagi para pekerja, pagi-pagi sudah harus berangkat ke tempat kerja. Sepulang kerja, badan sudah terasa letih. Bagi yang beraktivitas di rumah, tidak ada waktu berolahraga karena harus mengurusi pekerjaan rumah tangga seharian.

Padahal kalau dipikir-pikir, berolahraga secara teratur memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Tidak hanya bagi kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental. Apalagi di masa pandemik ini. Olahraga memberikan banayk manfaat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Manfaat Berolaraga Bagi Kesehatan Fisik

Ada beberapa manfaat olahraga bagi kesehatan fisik jika dilakukan secara teratur.

  1. Menjaga berat badan tetap ideal - Olahraga dapat meningkatkan metabolisme sehingga pembakaran lemak di dalam tubuh menjadi lebih cepat. Dengan demikian, olahraga dapat mencegah berat badan berlebih. Semakin intensif aktivitas olahraga yang dilakukan, semakin banyak kalori terbakar.
  2. Menurunkan risiko penyakit tertentu - Olahraga dapat meningkatkan kolesterol baik high-density lipoprotein (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat low-density lipoprotein (LDL). Efeknya adalah aliran darah menjadi lancar sehingga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2.  
  3. Meningkatkan energi dan daya tahan tubuh - Olahraga dapat memperbaiki kekuatan otot dan meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan berolahraga, distribusi oksigen dan nutrisi ke keseluruh jaringan tubuh menjadi lancar dan membantu sistem kardiovaskular bekerja lebih efisien. Saat kesehatan jantung dan paru-paru meningkat, maka tubuh memiliki lebih banyak energi.
  4. Membuat tidur lebih nyenyak - Olahraga membuat kita jatuh tertidur lebih cepat dan tidur lebih nyenyak.
  5. Menyehatkan Otak - Olahraga memicu otak untuk bekerja secara maksimal. Tanpa olahraga rutin, fungsi otak akan menurun dan susah untuk berkonsentrasi. Olaharga juga dapat mencegah demensia atau pikun.
  6. Mencegah dan meringankan nyeri punggung - Olahraga dapat mencegah dan meredakan nyeri punggung. Dengan olahraga secara rutin, otot-otot tubuh seperti otot punggung, perut, dan kaki menjadi lebih kuat dan mampu menopang sendi dan tulang belakang dengan lebih baik.
  7. Menjaga tubuh tetap bugar - Berbagai jenis olahraga seperti jalan santai, bersepeda, berenang dan senam dapat membuat tubuh tetap bugar.
  8. Mengurangi risiko osteoporosis - Olahraga secara rutin dapat memperkuat otot, tulang, dan sendi serta mencegah terjadinya pengeroposan tulang atau osteoporosis.

Manfaat Olahraga Bagi Kesehatan Mental

Olahraga juga bermanfaat bagi kesehatan mental

  1. Memperbaiki suasana hati - Olahraga dapat menstimulasi pembentukan berbagai senyawa kimia di otak seeprti serotonin dan endorfin, yang membuat kita merasa lebih bahagia dan santai.
  2. Meningkatkan rasa percaya diri - Olahraga secara teratur dapat menjaga berat tubuh sehingga membuat kita merasa baik terhadap diri sendiri. Hal ini akan menambah kepercayaan diri dan meningkatkan self-esteem.
  3. Mengatasi stress - Olahraga secara teratur akan menurunkan hormon stress seperti kortisol, adrenalin dan norepinefrin sehingga mengurangi stress, depresi dan gangguan kecemasan.
  4. Olahraga membuat senang dan meningkatkan hubungan sosial - Olahraga membuat kita senang dan juga dapat meningkatkan ikatan sosial dengan teman atau keluarga saat olahraga bersama.

Nah, untuk para perempuan, olahraga juga bermanfaat lho untuk membuat penampilan makin cetar.

  1. Menyehatkan kulit dan membuat kulit lebih bersih - Saat berolahraga, kotoran dan racun dari tubuh dikeluarkan melalui keringat. Dengan demikian, peremajaan kulit berjalan dengan baik dan kulit sehat pun didapat. Tapi jangan lupa mandi setelah selesai olahraga ya.
  2. Memperlambat penuaan dini - Olahraga mampu membentuk dan menguatkan otot yang berada di bawah kulit. Selain itu, produksi kolagen pada kulit juga meningkat. Efeknya adalah kulit akan nampak semakin kencang dan elastis dan penuaan dini dapat diminimalisir.
  3. Mencegah inflamasi (peradangan) - Olahraga dapat menurunkan level hormon stress kortisol sehingga tubuh mampu mencegah peradangan kulit.
  4. Membuat kulit menjadi lebih cerah - Oleh karena olahraga membuat sirkulasi darah menjadi lebih lancar, maka distribusi oksigen dan nutrisi untuk kulit mencukupi. Akibatnya, kulit menjadi lebih cerah secara merata seklaigus lembab.
  5. Menghindari munculnya jerawat - Stress dapat membuat produksi minyak dan hormon kurang terkontrol sehingga memicu timbulnya jerawat. Olahraga dapat menurunkan level hormon stress sehingga jerawat dapat dicegah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x