Mohon tunggu...
Hazhiah Alya
Hazhiah Alya Mohon Tunggu... Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untirta

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama Pilihan

Dinasti Politik, Politik Keluarga atau Keluarga Politik?

30 November 2020   21:06 Diperbarui: 30 November 2020   21:22 48 2 0 Mohon Tunggu...

Dinasti politik bukanlah hal yang tabu dimasa sekarang, apalagi disaat seperti ini. Beberapa oknum berlomba-lomba dalam hal menyejahterakan anggota 'keluarganya'. Bukan suatu kebetulan jika saat ini banten menjadi rumah yang amat nyaman dalam praktik dinasti politik, karena tidak adanya aturan yang membatasi praktik tersebut.

Lalu apakah yang akan terjadi jika politik dinasti ini terus berlanjut di masa selanjutnya? Positif dan negatif nya dapat dilihat dengan kejadian kejadian yang akan datang di masa itu. Jika itu suatu hal yang positif tentu sangat bagus dalam memajukan masalah masalah yang ada sekarang dan nanti. Namun, jika sebaliknya? jika itu menghasilkan suatu yang negatif, apa kita semua dapat mengatasinya? apalagi pada saat itu tahta dipegang oleh oknum dari garis keturunan yang sejalan.

Salah satunya adalah wilayah Banten, wilayah yang berada di pulau jawa ini terkenal dengan dinasti politiknya yang 'kental'. Pemimpinnya yang telah berlalu namun garis politik keluarganya masih tertulis sampai sekarang. Politik dinasti terjadi bukan berasal hanya dengan 1 sumber. Banyak sumber yang ikut serta di dalamnya.

Seorang istri yang menjabat sebagai gubernur, suaminya menjabat sebagai perwakilan rakyat, anak anaknya menjadi perwakilan daerah, itu merupakan salah satu contoh dinasti politik. Apa yang mereka lakukan untuk meraih masing masing posisi?, apa yang mereka lakukan untuk mempertahankan posisi?, dan apa yang mereka lakukan dalam mempertanggung jawabkan posisi?. Dengan latar belakang keluarga politik yang sangat bervariasi, kita tidak tahu bukan?

Dalam sistem pemerintahan monarkhi, dinasti politik terjadi karena adanya faktor keturunan. Sang istri yang menjabat sebagai suatu kepala daerah, diikuti dengan anaknya yang menjabat sebagai dewan perwakilan daerah, dan lain sebagainya. 

Dalam dunia politik modern, sistem monarkhi dilegalkan dalam aturan dasar konstitusi sehingga kekuasaan yang ada akan diwariskan terus menerus secara legal dan sah. 

Jadi suka atau tidaknya, masyarakat harus menerima, karena ini merupakan konstitusi yang wajib dijunjung, dilaksanakan, dan dipatuhi. Tak ada bedanya dengan hubungan timbal balik yang terjadi di sekitar pemerintahan. 

Seorang yang menjabat karena mendapat dukungan penuh, orang orang itu membawa keinginan positif yang diinginkan oleh para pendukungnya, makanya jangan salah jika pengaruh yang kuat dan kekuasaan yang besar dapat menarik orang orang masuk ke dalam lingkarannya. 

Tak hanya pengaruh yang kuat dan kekuasaan yang besar. Mereka biasanya memiliki finansial yang cukup baik. Dengan finansial yang cukup baik mereka bisa membuat semua orang bertekuk lutut terhadapnya, jadi jangan heran bila semua orang berlomba lomba berada di sekitarnya.

Ada beberapa aspek positif dari dinasti politik. Seperti tokoh tokoh yang terampil dalam masalah politik karena mereka cenderung dikelilingi oleh figur figur politik. Namun, dalam kedua aspek tersebut, aspek negatif lah yang lebih dominan.

Kurangnya keragaman karena tokoh politik karena mereka berada dalam garis keluarga yang sama membuat beberapa tokoh politik stuk hanya dalam satu pemikiran, yaitu pemikiran yang sudah dilalui oleh keluarga keluarganya pada periode sebelumnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x