Mohon tunggu...
Hayyun Nur
Hayyun Nur Mohon Tunggu... Penulis - Penulis dan Pemerhati Sosial

Seorang penulis frelance, peminat buka dan kajian-kajian filsafat, agama, dan budaya

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Catatan Kecil tentang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (2)

1 Desember 2020   06:22 Diperbarui: 30 April 2021   10:05 848
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Catatan kecil Asosiasi Penghulu Indonesia. | freepik

...Sebelumnya. | Catatan Kecil tentang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia

Catatan Kecil tentang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (2)

-APRI Sulteng dan Musyawarah Wilayah-

Kedua,  hal menarik lain dari arena Pengukuhan dan Rakernas APRI itu,  terjadi di penghujung kegiatan.  Tepat sesudah penutupan kegiatan.  Tanggal 4 November 2020. Jelang tengah malam.

Sesaat setelah penutupan di malam itu,  PP APRI membagikan SK Pengurus APRI Wilayah. Dibagikan satu persatu kepada perwakilan APRI Wilayah yang kepengurusannya sudah selesai di-SK-kan.  Menurut hitungan saya,  terdapat lebih dari 10 Wilayah yang malam itu sudah menerima SK kepengurusan.  Termasuk APRI Wilayah DIY yang dilantik kemarin.  Namun sayang sekali, APRI Wilayah Sulteng belum termasuk di dalamnya.

Bagi saya ini tidak saja menarik.  Tapi sedikit mengejutkan.  Itu karena Sulteng sejatinya telah melaksanakan Musyawarah Wilayah.  Dua bulan lalu.  Tanggal 7-8 September 2020. Di Hotel Grand Duta.

Musyawarah itu terlaksana atas inisiasi serta terobosan kebijakan Kasi Kepenghuluan dan Fasilitasi Bina Keluarga Sakinah. Drs.  Akbar Sidik,  MA.  Tentu saja atas sepengetahuan Kabid Bimais dan restu Kakanwil Kemenag Sulteng.  

Disebut terobosan kebijakan,  karena sebenarnya kegiatan Muswil APRI itu tidak memiliki alokasi anggaran di DIPA Bimais tahun ini.  Tapi oleh Kasi Hulu disiasati sehingga dapat dilaksanakan.  Tanpa harus melanggar ketentuan terkait keuangan negara.

Caranya, dengan "menumpangkan" pada kegiatan yang memiliki nomenklatur dan alokasi anggaran di DIPA Bimais. Tidak heran bila di spanduk,  Muswil APRI tidak tertulis sebagai kegiatan tunggal. Malah ditempatkan setelah kegiatan lain. Sehingga nama kegiatan yang tertulis di spanduk ketika itu menjadi:

"Sosialisasi Peraturan Kepenghuluan dan Musyawarah Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia".

Hanya dengan cara itu Muswil APRI Sulteng memungkinkan terlaksana. Juga dapat didanai dari dana DIPA. Tanpa harus melakukan pelanggaran tata kelola keuangan negara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun