Mohon tunggu...
Havida Yogi Nur Isnaini
Havida Yogi Nur Isnaini Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya merupakan mahasiswa ekonomi pembangunan universitas tidar yang suka menulis dan ingin menginspirasi orang lain dengan tulisan saya.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Pengaruh G20 terhadap Perekonomian Indonesia Pasca Pandemi Covid-19

7 Desember 2022   12:58 Diperbarui: 7 Desember 2022   13:06 222
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pengaruh G20 Terhadap Perekonomian Indonesia Pasca Pandemi  Covid-19

Ditunjuknya Indonesia menjadi tuan rumah G20 ( Group of Twenty ) merupakan apresiasi dan pengakuan negara-negara terbesar di dunia terhadap Indonesia. Terpilihnya Indonesia juga menandai tonggak sejarah baru karena Indonesia memegang Presidensi G20 untuk pertama kalinya sejak forum G20 didirikan pada tahun 1999. G20 merupakan forum yang terdiri dari 19 negara dengan ekonomi terbesar dunia dan juga Uni Eropa. Pilihan Indonesia untuk memegang Presidensi G20 memiliki nilai strategis bagi pemulihan ekonomi. Indonesia menjadi presidensi G20 mampu mewujudkan Indonesia Maju jika kita mampu memanfaatkan peluang dan tantangan untuk kepentingan Indonesia. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk pemulihan ekonomi Indonesia  menuju Indonesia Maju Dengan semboyan G20 2022 "Pulihkan Bersama, Pulih Lebih Kuat".

Semboyan G20 2022 "Pulihkan Bersama, Pulih Lebih Kuat", memiliki arti yaitu tercipta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berwawasan kerakyatan, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Secara lebih khusus, semboyan G20 2022 dapat menjadi pendorong perekonomian Indonesia. Semboyan G20 juga dapat meningkatkan kontribusi  guna mendukung pemulihan ekonomi domestik. Untuk terwujudnya semboyan G20 2022 akan ada 150 event serta pertemuan yang terbagi dalam dua kelompok kegiatan yang berbeda yaitu Sherpa Track dan Financial Track. Kehadiran perwakilan bisnis Indonesia dapat menguntungkan baik secara langsung maupun dibidang jasa guna mewujudkan semboyan G20 2022 yaitu " Pulihkan Bersama , Pulih Lebih Kuat". Semboyan G20 juga mampu mempertahankan ekonomi Indonesia terhadap krisis pasca pandemi covid 19.

Pasca pandemi covid 19 perekonomian Indonesia mengalami penurunan. Bukan hanya Indonesia bahkan perekonomian dunia pun menjadi tidak stabil pasca pandemi covid 19. Salah satu dampak pasca pandemi covid 19 yaitu dalam sektor perdagangan. Naiknya harga komoditas dan turunnya pendapatan merupakan kondisi yang fatal bagi daya beli masyarakat pasca pandemi covid 19. Kelangkaan kebutuhan pokok  pasca pandemi covid 19 juga menjadi masalah serius bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, nilai tukar rupiah juga mengalami devaluasi.

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah mendorong banyak investor asing keluar dari pasar keuangan Indonesia. Pasar saham Indonesia mengalami penurunan dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah yang melemah dapat mempengaruhi perekonomian dalam negeri. Penguatan dolar AS yang menyebabkan melemahnya nilai tukar rupiah karena kepanikan di pasar global akibat Covid-19. Nilai tukar rupiah bisa terus terdepresiasi terhadap nilai tukar dolar AS. Melemahnya nilai tukar rupiah dapat mendorong produk ekspor Indonesia.

Melemahnya nilai tukar rupiah dapat meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia. Sehingga dengan meningkatnya daya saing ekspor mampu menarik mata uang asing untuk menopang rupiah. Pertumbuhan ekspor secara signifikan sangat berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Upaya untuk meningkatkan ekspor bisa goyah karena perang dagang antara China dan AS. Pertumbuhan ekspor secara signifikan lebih lambat dari pertumbuhan impor. Nilai ekspor keluar jauh lebih besar daripada nilai impor.

Ekspor dan impor memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah pada Maret 2022. Nilai impor pada Maret 2022 mencapai USD 21,97 miliar, tumbuh 32,02% (mtm) atau 30,85% (yoy). Kinerja PMI impor menunjukkan komposisi utama didominasi oleh kelompok bahan baku/penolong. Meningkatnya impor barang dagangan menunjukkan bahwa impor Indonesia ditujukan untuk kegiatan manufaktur. Meningkatnya impor barang modal menunjukkan perusahaan manufaktur masih mendorong ekspansi bisnis. Ekspansi dapat menimbulkan  resiko resesi global.

Pengusaha akan lebih waspada kepada resesi ketika melakukan ekspansi atau pengembangan usahanya pada tahun 2023. Pada tahun 2023 dikabarkan akan terjadi resesi dimana dunia akan menjadi gelap. Menteri Keuangan menambahkan, akan ada beberapa negara yang dinilai relatif aman dari resesi global, yaitu emerging market seperti India, Indonesia, Brazil, dan Meksiko. Berita resesi menimbulkan keresahan bagi pelaku usaha UMKM dan masyarakat umum. Dari perspektif ekonomi global, resesi berdampak pada ekonomi makro Indonesia. Terjadinya resesi berpengaruh juga terhadap UMKM.

Tidak ada alasan bagi UMKM dan masyarakat umum untuk diliputi ketakutan. Sebagian besar produk ekspor diproduksi oleh perusahaan kecil dan menengah. Peran UMKM dalam perekonomian nasional tidaklah kecil. Kontribusi UMKM dalam produk domestik bruto adalah 61,9 persen dan mereka mempekerjakan 97 persen tenaga kerja. UKM menjadi mesin ekonomi yang menjadikan model produksi-konsumsi sebagai mesin perekonomian di tingkat dasar. Jadi kita harus waspada, tapi tidak takut. Ketakutan yang berlebihan terhadap resesi membuat UMKM cenderung mengekang investasi dan membatasi produksi, yang pada akhirnya menghambat upaya untuk menghidupkan kembali perekonomian.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun