Bert Toar Polii
Bert Toar Polii profesional

Saya adalah penggemar olahraga bridge yang sangat fanatik dan ingin berbagi tentang berbagai kelebihan dan manfaat olahraga ini. Waktu luang saya digunakan untuk memperkenalkan tentang kampung saya Tondano.

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Bridge Bertekad Raih Minimal Dua Emas

14 Juni 2018   10:15 Diperbarui: 14 Juni 2018   10:11 470 0 0

Bridge Bertekad Raih Minimal Dua Emas

Oleh : Bert Toar Polii

Persiapan panjang yang dilakukan PB Gabsi menghadapi Asian Games 2018 di Jakarta menimbulkan rasa optimis bisa meraih target dua medali emas sesuai yang dicanangkan.

Memang dalam perjalanan menunju kesana, prestasi yang dicapai belum sesuai dengan harapan tinggi dari masyarakat. Ini terjadi karena hasil yang belum maksimal diperlihatkan oleh para atlet dalam dua event try-out, yaitu Monacco dan Kusadasi, Turki.

Namun, ini memang pilihan yang perlu diambil karena try-out adalah sarana untuk berlatih mencoba hal-hal baru yang dipelajari dari pelatih serta mencari kombinasi tim yang tepat. bukan untuk meraih prestasi.

Hasil dari try-out janganlah menjadi ukuran prestasi karena ini merupakan arena tempat berlatih sehingga diharapkan para pemain akan mencapai prestasi puncak pada saat Asian Games 2018 tanggal 20 Agustus -- 1 September 2018.

Setelah lebaran usai, program pelatnas bridge Asian Games 2018 langsung bergulir lagi demi mencapai target dua medali emas.
Program akan diawali try-out sekaligus training camp di Albena, Bulgaria. Tim akan berangkat tanggal 17 Juni menuju Istanbul kemudian ke Varna dan dilanjutkan naik bus ke Albena, Bulgaria. Tim akan mengikuti Bulgaria Bridge Festival yang akan berlangsung pada tanggal 19 Juni - 1 Juli 2018 sekaligus mendapat arahan dari Kryzstov Martens pelatih asal Polandia yang akan mendampingi tim di Bulgaria.
Selanjutnya tanggal 2 Juli langsung ke Amerika menuju Chicago dan dari sana akan berpindah ke Nashville tanggal 6-8 Juli kemudian balik ke Chicago tanggal 10-14 Juli dan ke Sioux City tanggal 16-22 Juli dan terakhir mengikuti turnamen bintang 5, Summer NABC yang akan berlangsung di Atlanta pada tanggal 25 Juli hingga 5 Agustus 2018. Tim kembali ke Jakarta pada tanggal 6 Agustus. Selanjutnya para pemain mendapat istirahat untuk bersantai bersama keluarga selama kurang lebih seminggu dan balik lagi ke Pelatnas untuk diskusi akhir dengan pelatih. Program terakhir hanya diskusi ringan saja sehingga para pemain siap tampil di Asian Games yang akan berlangsung tanggal 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Dengan jadwal yang sangat ketat ini diharapkan performa atlet akan meningkat tajam dan mencapai puncaknya di Asian Games nanti.

Melihat persiapan para pesaing di 3rd Asia Cup 2018 yang berlangsung di Goa, India pada tanggal 4-10 Juli 2018 dimana Indonesia memilih tidak hadir dengan tim utama, rasanya target dua medali emas bisa tercapai dan mudah-mudahan bisa lebih.

Persaingan ketat akan terjadi antara Indonesia dan China di semua nomor beregu  dengan beberapa kuda hitam. Di nomor putra akan bersaing dengan Hongkong dan India. Jepang dan Singapura bisa saja mengejutkan karena merekapun sepertinya menyembunyikan kekuatan di Goa seperti Indonesia.

Seandainya tim China tidak berubah seperti yang diterjunkan di Goa maka peluang kita jauh lebih terbuka. Karena tim pelatnas Asian Games justru hanya meraih peringkat 4. Justru yang juara bukan tim yang dipersiapkan ke Asian Games. Tapi pada pendaftaran by name tanggal 22 Juni 2018 baru terlihat nanti siapa pemain yang akan diterjunkan.

Disinalah keuntungan sebagai tuan rumah dimana bisa mengintip dulu kekuatan lawan baru menetapkan komposisi pemain.

Di nomor beregu campuran dan Super Mixed jika pemain yang diterjunkan seperti yang ikut di Asia Cup dan Test Event peluang kita cukup besar. Saingan berat hanya akan muncul dari China yang sampai saat ini masih menyembunyikan kekuatan mereka,

Tapi melihat pola pembinaan di China yang lebih kearah spesialisasi dan juga saking banyaknya pemain disana bisa saja akan muncul nama-nama baru di nomor ini. Semuanya baru bisa diketahui tanggal 22 Juni nanti.

Persaingan di nomor pasangan ini yang paling sulit diprediksi karena semua pasangan berpeluang menjadi juara. Pemain Thailand, Jepang dan Hongkong terkenal sangat berbahaya di nomor pasangan putra. Di nomor pasangan putri, selain China, Chinesse Taipei dan Jepang juga bisa menjadi sandungan.

Di nomor pasangan campuran, selain China, Chinesse Taipei, Jepang maka India juga perlu diperhatikan.

Keseriusan pemain saat berlatih dan try-out serta komposisi yang tepat baik di nomor beregu maupun pasangan akan menentukan apakah kita sanggup meraih target yang ditetapkan bahkan melampaui.

Susunan Tim Bridge Asian Games 2018  :

Tim Manager : Eka Wahyu Kasih

Putri :

  • Fera Damayanti - Riantini
  • Ernis Sefita -- Yunita Fytry
  • Nunung Tri Julianti -- Nettin Erinda
  • Non Playing Captain (NPC} : Hendra Railis
HALAMAN :
  1. 1
  2. 2