Mohon tunggu...
Harristi FriasariAdiati
Harristi FriasariAdiati Mohon Tunggu... Medical Doctor

c'est la vie

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Tak Kenal Maka Tak Sayang: Sinusitis

24 November 2020   22:12 Diperbarui: 24 November 2020   22:19 16 1 0 Mohon Tunggu...

Sinusitis berasal dari kata sinus yaitu rongga dan akhiran --itis yang berarti radang. Jadi sinusitis singkatnya adalah peradangan pada sinus. Sinus berada dalam rongga hidung manusia dimana terdapat 4 sinus. Sinus maksilaris, sinus frontalis, sinus ethmoidalis, dan sinus sfenoidalis yang masing-masing punya letak yang khas secara anatomis. Tipe-tipe peradangan ini dinamakan sesuai dengan sinus yang terkena.

Penyebab sinusitis cukup beragam. Biasanya, sinusitis disebabkan oleh infeksi. Terdapat 3 agen penyebabnya, yaitu virus, bakteri, dan jamur. Kemudian didukung dengan adanya sumbatan di sinus karena adanya lendir berlebih, atau kelainan rambut-rambut halus pada daerah sinus, dan sebagainya. Karena ada sumbatan tersebut maka kuman akan mudah berkembang biak dan menyebabkan peradangan.

Hal tersebut dapat menyebabkan beberapa keluhan seperti pilek, sakit kepala, kehilangan indra penciuman, hidung mampet, nyeri tekan di daerah tertentu seperti kedua pipi, kedua daerah dekat alis, ata ujung mata bagian tengah, dan rasa nyeri pada bagian wajah tertenntu saat berpindah posisi. Apabila tidak ditangani dengan baik, maka memungkinkan terjadi peradangan yang lebih luas ke sinus lain, otak, maupun telinga.

Dalam mengobati sinusitis sendiri memiliki tujuan yaitu mempercepat penyembuhan, mencegah komplikasi, dan mencegah perubahan akut menjadi kronik. Antibiotik merupakan kunci dalam penatalaksanaan sinusitis. Selain itu bisa diberikan obat nyeri, kortikosteroid untuk peradangan, dan bisa dilakukan irigasi hidung bila memungkinkan. Apabila terapi sudah adekuat tapi keluhan tetap ada, atau semakin memberat, maka perlu dipertimbangkan pengobatan lain atau pembedahan oleh dokter speslialis THT.

Namun ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah sinusitis yaitu menjaga kesehatan seperti tidak batuk-pilek, menghindari paparan rokok karena dapat mengiritasi saluran napas, dan mencuci tangan dengan rajin untuk menghindari paparan kuman.

Semoga kita sehat selalu, ya sobat!

  • Soetjipto, D. dan Mangunkusumo, E., 2015. Sinus Paranasal. Dalam: Soepardi, EA. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala dan Leher. Edisi 7. Jakarta: FK-UI. 122-30.
  • Lund, V.J, 1997. Anatomy of the Nose and Paranasal Sinuses. In: Gleeson (ed.).ScottBrowns's Otolaryngology. 6th ed. London: Butterworth. 15-30

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x