Mohon tunggu...
Hariyono MPd
Hariyono MPd Mohon Tunggu... riwayat penulis

Penulis bernama Hariyono, M.Pd Dosen STIDKI NU Indramayu

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Meneropong Perlindungan Hukum terhadap Profesi Guru Honorer

8 April 2020   01:00 Diperbarui: 8 April 2020   00:58 26 1 0 Mohon Tunggu...

Hariyono, M.Pd

LPPM STIDKI NU Indramayu

hariyonohari740@gmail.com

Guru adalah sebuah profesi yang tidak semua orang dapat melaksanakannya. Guru memiliki tanggung jawab yang besar dalam mencerdaskan anak bangsa. Sebuah bangsa yang maju  adalah bangsa yang tingkat pertumbuhan pendidikannya pesat. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam membentuk sebuah peradaban bangsa. Pendidikan akan melahirkan perubahan dan penemuan baru dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Dalam hal ini, faktor yang mempunyai peranan yang sangat penting adalah guru. Sehubungan dengan hal tersebut, profesionalisme guru kini semakin menyeruak ke ruang publik seiring dengan meningkatnya tuntutan akan mutu pendidikan. Guru menjadi sorotan karena sebagai patokan terdepan yang berinteraksi langsung dengan siswa dalam proses pembelajaran. 

Dalam kondisi seperti ini, guru dituntut untuk mengembangkan keahlian, pengetahuan dan melahirkan hal-hal baru. Guru yang mampu berinovasi berarti menandakan guru tersebut bisa mengembangkan ide-ide kreatif yang mereka miliki.

Pendidikan bertujuan mengembangkan atau mengubah tingkah laku peserta didik. Pribadi adalah suatu sistem yang bersifat unik, terintegrasi dan terorganisasi yang meliputi semua jenis tingkah laku individu. Pada hakikatnya, pribadi tidak lain daripada tingkah laku itu sendiri. Kepribadian mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : (1) Berkembang secara berkelanjutan sepanjang hidup manusia, (2) Pola organisasi kepribadian berbeda untuk setiap orang dan bersifat unik, (3) Bersifat dinamis, terus berubah melalui cara-cara tertentu. 

Peserta didik memiliki berbagai potensi yang siap untuk berkembang. Guru berkewajiban menyediakan lingkungan yang serasi agar aktivitas itu menuju ke arah tujuan yang diinginkan. Sekolah merupakan tempat untuk mencetak calon-calon warga negara yang siap untuk memecahkan masalah sehari-hari dalam lingkungannya, baik di rumah maupun masyarakat. Oleh karena itu, tujuan pembelajaran terutama di sekolah atau di lembaga pendidikan umumnya membutuhkan inovasi agar dapat berkembang sesuai dengan dinamika kehidupan.

Namun fakta dilapangan yang terjadi, guru honorer yang digaji dibawah UMR jauh dari kata layak, tidak mendapatkan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugasnya. Sebut saja Pak Mubazir seorang guru honorer yang harus mendekam dipenjara karena laporan orangtua siswa yang tidak terima rambut anaknya dipotong. Padahal sudah jelas siswa yang bernama Arifin tersebut sudah melanggar aturan yang telah ditetapkan di SMA Negeri 2 Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan. 

Bukan hanya itu saja, kasus yang dialami ibu Darmawati, seorang guru honorer dari SMA Negeri 3 Pare-pare, harus berujung dipenjara hanya karena kasus yang sepele. Ibu Darmawati yang merupakan guru Pendidikan Agama Islam mendisiplinkan siswa dengan memukulkan mukena agar melaksanakan shalat dzuhur berjamaah. 

Akan tetapi, hal tersebut dianggap sebagai sebuah tindakan kekerasan kepada anak. Pada dasarnya seluruh guru di Indonesia ketika menghukum siswa bukan berarti menghinakan dan menyakiti mereka, melainkan mendisiplinkan peserta didik agar menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap apa yang mereka perbuat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN