Harfei Rachman
Harfei Rachman Freelancer

An Un-educated Movie Geek, Tukang ajak-gelut para Sarjana yang cuma pamer wisuda-an tanpa punya kualitas dan moralitas.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Tangisan Inggris dan Tradisi Inter Milan di Pentas Piala Dunia Kian Berlanjut

12 Juli 2018   12:42 Diperbarui: 12 Juli 2018   12:56 379 2 2
Tangisan Inggris dan Tradisi Inter Milan di Pentas Piala Dunia Kian Berlanjut
sumber: gettyimages

Pada pagi ini saya senyum semringah setelah melalui perasaan was-was saat Kroasia mengalahkan Inggris tadi dini hari. Pasalnya, saya baru saja terbangun ketika Inggris memimpin dengan gol dari seorang Kieran Trippier. 

Inggris memang saya akui tangguh semalem, dengan formasi 3-5-2, lini per lini Inggris kian solid. Wajar jika para Pakar dan Pundit Sepakbola dan segala macam statistik tetek-bengek mereka itu menjagokan The Three Lions untuk mendampingi Prancis di Partai Puncak. Namun sayang Sepakbola bukanlah soal statistik semata, namun juga penuh kejutan. 

Pada menit 68' keadaan pun mulai berubah, umpang lambung dari Sime Vrasljko mampu dimengerti oleh Ivan Perisic dan berbuah gol manis. Lagi-lagi pemain yang sama, yang dua tahun lalu membuat pertahanan Spanyol kala itu di Euro 2016 layaknya seperti Pintu Koboi

Padahal pertahanan Spanyol diisi oleh nama mumpuni dan langganan juara UCL seperti Sergio Ramos dan juga Gerard Pique hingga seorang penjaga gawang yang berpengalaman yaitu De Gea.


Lagi-lagi Ivan Perisic kembali membuat prestasi, lini pertahanan Inggris yang sempat diragukan sebelum Piala Dunia berlangsung dipuji oleh para pundit sepakbola hingga akhirnya gol Ivan Perisic membuyarkan semuanya. 

Jordan Pickford tak mampu menghalau tendangan Perisic dan berbuah gol. Tak disangka, respons dari beberapa pemain Inggris, Sang Pelatih Gareth Southgate, hingga  para Hooligans mereka tegang, pucat pasi. Mereka tidak pernah berpikir bahwa pertandingan akan berlanjut di perpanjangan waktu.

Hingga akhirnya kaki Perisic kembali membuat malapetaka di depan gawang The Three Lions. Kali ini Perisic memberikan umpan ciamik terhadap Mandzukic hingga berbuah gol kedua Kroasia. Inggris pun meringis lalu menangis, maka pantas fans mereka kecewa karena ini skuad Inggris terbaik dalam beberapa puluh tahun terakhir. Bak film drama musikal, lagu anthem penghibur timnas Inggris dari grup band Oasis pun terdengar mengiris hati.


Berbicara rekor Perisic, ini gol keempatnya dalam kancah Piala Dunia. Tersisa dua gol dari legenda Kroasia, Davor Suker. Dan juga membuat publik Interisti kian tersenyum kembali karena rekor pemain mereka yang selalu tampil di final Piala Dunia sejak tahun 1982 kian berlanjut. 

Karena sejak tahun 1982, Inter dan juga Bayer Munich menjadi tim yang paling sering menyetor para pemainnya di partai puncak. Dalam empat Piala Dunia terakhir, hanya Wesley Sneijder (Belanda;2010) dan Rodrigo Palacio (Argentina;2014) yang gagal mempersembahkan trofi Piala Dunia. Hanya Ronaldo (2002;Brazil) dan juga Marco Materazzi (Italia;2006) yang berhasil membuat fans Inter Milan bangga akan pencapaian mereka. 

Menarik kita lihat, apakah seorang Ivan Perisic dan Marcelo Brozovic mampu mengembalikan hegemoni para Interisti dan meraih gelar pertama mereka? Atau justru Perancis lah yang akan kembali merenggut tahta tertinggi di Piala Dunia?