Mohon tunggu...
Handy Octoriawan Sumitro
Handy Octoriawan Sumitro Mohon Tunggu... Desainer - Laboran Prodi Desain Komunikasi Visual - UPN Veteran Jawa Timur

Saya mempunyai latar belakang seorang desainer produk lulusan ITS Surabaya dan kini mengambil studi lanjut di Pascasarjana ISI Yogyakarta yang konsentrasinya pada furniture, produk kulit, dan pemerhati masalah pengolahan limbah untuk dikreasikan menjadi produk yang memiliki nilai dan fungsi.

Selanjutnya

Tutup

Indonesia Lestari Pilihan

Banner, Pembunuh dalam Senyap

20 September 2022   11:01 Diperbarui: 20 September 2022   11:06 163 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber: Okezone.com

Kota metropolitan seperti Surabaya menjadi makanan lezat bagi para produsen barang dan jasa. Promosi dilakukan secara masif untuk menjaring minat beli calon konsumen yaitu warga Surabaya dari kelas bawah hingga kelas atas dengan menggunakan berbagai metode promosi. 

Yang sering dilakukan adalah promosi melalui media cetak pada papan reklame di titik-titik kota Surabaya yang menjadi hot spot mata memandang. 

Papan reklame luar ruang dinilai lebih efektif untuk menarik minat beli konsumen (Novatania, P.A, 2019). Pemerintah Kota dalam Perda Kota Surabaya Nomor 5 tahun 2019 tentang penyelenggaraan Reklame Bab IV Pasal 11 ayat 3 dan Pasal 12 ayat 1 dan juga Perwali Kota Surabaya Nomor 21 tahun 2018 mengatur tentang tata cara penyelengaraan reklame kota Surabaya dan pengaturan titik reklame untuk menunjang estetika kota.

Adanya Perda dan Perwali belum juga menjadi pagar yang kokoh membatasi ruang gerak reklame-reklame liar di beberapa titik kota Surabaya. Yang terjadi adalah penumpukan sampah visual hampir di sudut kota dan mengganggu birahi mata saat ingin melihat keindahan kota. 

Orgasme mata pun terelakkan, yang ada hanya tampilan-tampilan iklan dikanan, kiri, dan depan mata. Harusnya pagar berua Perda dan Perwali itu tidak hanya sekedar tulisan saja tetapi menjadi perhatian serius bagi Pemkot dan penyedia jasa reklame.

Promosi bagi pelaku industri adalah suatu keniscayaan. Media cetak banyak dipilih, karena harga yang lebih murah, proses cetak lebih cepat dan dengan material yang lebih bervariasi dengan menggunakan digital printing. Bahan flexy banner lebih banyak dipilih karena jangka waktu pemakaiannya yang relatif lama 3-5 tahun untuk indoor dan 1-2 tahun untuk penggunaan outdoor

Hal ini dianggap menguntungkan bagi pelaku industri dalam anggaran biaya promosi mereka. Lalu bagaimana dengan banner yang sudah habis masa tayangnya? Dikemanakan limbah banner tersebut?

Polyvinyl chlorida (PVC) merupakan bahan dasar flexy banner merupakan turunan dari material plastik (Kusuma, A.T, 2019:96). 

Jelas ini menjadi momok bagi lingkungan dan berimbas ke masyarakat jika sampah PVC ini dibiarkan saja akan merusak ekosistem, mulai sedimentasi yang berujung banjir, pengurangan kesuburan tanah, dan dapat mengurangi sistem pengudaraan apalagi jika dibakar akan menimbulkan gas racun pada udara. (Karuniastuti,N, 2013:13). 

Butuh waktu 100-500 tahun agar plastik bisa terdekomposisi sempurna, karena sifat plastik ini sulit terdegradasi (Karuniastuti,N, 2013:6). 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Indonesia Lestari Selengkapnya
Lihat Indonesia Lestari Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan