Mohon tunggu...
Handarbeni Hambegjani
Handarbeni Hambegjani Mohon Tunggu...

press any key to continue ...

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Mobnas Mas Joko dan Pelecehan Nasionalisme

8 Februari 2015   04:54 Diperbarui: 17 Juni 2015   11:37 125 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mobnas Mas Joko dan Pelecehan Nasionalisme
14233205131199010598

[caption id="attachment_395504" align="aligncenter" width="544" caption="Sumber : Wikipedia"]
[/caption]


"Kita Cinta Kedamaian Tapi Lebih Cinta Kemerdekaan (Ir Soekarno)"


Saya Tergelitik membaca berita dari beberapa situs Internet yang memberitakan Proton Bakal Jadi Mobil Kepresidenan Mas Joko. he he he

Memang sih, di berita tidak di tuliskan demikian. Namun yang Jelas, ingat dengan slogan Mobnas, saya ingat lagi  Kabar Esemka yagn tleh mengorbikan Jokowi jadi Presiden.

Nota kesepahaman PROTON Jadi Mobil Mas Joko itu ditandatangani oleh CEO Proton, Datuk Abdul Harith Abdullah yang disaksikan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Seri Zahrain Mohamed Hashim dan CEO PT Adiperkasa Citra Lestari, Abdullah Mahmud Hendropriyono (AM Hendropiryono) yang disaksikan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Herman Prayitno.

Saya berpikir, Selevel tokoh Mas Joko, menurut ukuran saya. sebenarnya Jika serius dengan Proyek Mobnas, seharusnya bisa bekerja sama dengan Pabrikan yang lebih Mumpuni (in case kerja sama)

Semua orang juga tahu,  beberapa Kendaraan Produksi Proton Mesinnya bukanlah Hasil Teknologi riset mereka. Melainkan Produk Renault atau juga Produk Mitsubishi. Maknanya, teknologi yang merkea punya adalah teknologi 'comotan'

Kenapa Mas Joko tidak Melirik Pabrikan Asli. Pemilik Merek dan Teknologi? (Saya Pikir Cina lebih Ahli dalam Hal ini, dan lebih konsisten dengan originalitas produk mereka sendiri meski adalah (jika) tiruan.)
Mobnas Dan Pelecehan Nasionalisme

Nasionalime, tidak juga lebih besar dari makna Daerah-isme, atau Kampungisme. Semuanya memiliki pangkal pada kebebasan Individual kita, daya yang kita punya, semangat dan kemampuan yang ada bersama kita.

Untuk itu saya berpikir lanjutan, jika menggunakan slogan `Mobnas` tapi sebenarnya adalah Produk Akal akalan, atau Merk Proton yang ganti baju (seperti halnya Timor dulu dari Mobil merek Korea) Saya kira AM Hendropriyono, Cq mas Joko sudah jauh Melecehkan Nasionalisme Bangsa Ini.

Tahu kan makna Nasionalisme?

Jika benar Mobnas, idealnya semua riset adalah dilakukan di dalam Negeri. Oleh Ahli Dalam Negeri, dan Di produksi oleh Dalam Negeri, Itu baru Mobnas Sungguhan. Tidak perlu menyeret nyerert pihak lain.

Saya tambah Bingung, Kalau Mas Joko berani mengangkat lulusan SMP jadi Menteri, kenapa, bahkan para montir lulusan German tidak di angkat jadi Expert Industri Otomotif Nasional? is there some thing? or because of some thing?

perhaps mas Joko Not Error on case of Mobnas....

Saya pikir lagi, Bila saat ini Mas Joko ternyata lebih makmum dengan para Pebisnis Instat,  Sungguh saya telah tersinggung, juga sya yakin telah melecehkan dengan sangat vulgar martabat Rektorat Institut Teknologi Bandung (ITB) dan ITS, Atau Fakultas Teknik UGM. Telebih Nalar sehatnya Sendiri sebagai Presiden lokal go Global.

Semuar orang juga bisa membaca bagaimana perilaku menggunakan kata Mobnas untuk memuluskan mesin ATM mereka, Mungkin berAmbisi segarea mengembalikan dana Kampanye.

Antek Perubahan atau Antek Mafia?

Ada Benarnya, kata kata para Pebisnis yang menyebutnya : Kalau mau Bisnis sukses, Dekatlah dengan Penguasa!

Sejarah mencatat. Liem sie Liong dengan Indomie yang dekat dengan Soerharto, Lalu Bob Hasan dengan Hak Hutan juga dekat dengan Penguasa. Lalu Tomy dengan Timor Mobnas Jilid satu. Dan Sekarang AM Hendropriyono via Kekuasaan Mas Joko

Ya! Berbisnis Jika anda dekat Dengan Penguasa memang Mudah !

Referensi :

http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150206215307-92-30292/kerja-sama-dengan-proton-indonesia-akan-punya-mobil-nasional/
http://ms.wikipedia.org/wiki/Proton_(syarikat)
http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/05/23/269579879/Hendropriyono-dan-Hasyim-Muzadi-Jadi-Tim-Jokowi-JK

http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/08/11/na4gwt-alasan-jokowi-angkat-hendropriyono-sebagai-penasihat-tim-transisi

*) Disclaimer : Tujuan Penulisan ini adalah sebagai Sharing Opini dan Wawasan. Sekaligus Masukan kepada Instansi terkait sebagai sudut pandang yang lebih empiris di Masyarakat.

Semua Pembaca Tulisan ini Tertakluk, Tertunduk dan Patuh pada Perjanjian sbb (1). Pembaca adlah memaklumi semua jenis Tulisan yang Penulis lakukan Murni atas kajian dan Opini sebagai suara yang timbul dari Masyarakat riil (2). Apabila terjadi reaksi multitafsir yang berakibat pada makna negatif dari tulisan ini bagi para pembaca beserta implikasi hukumnya di Wilayah Hukum NKRI, Penulis dibebaskan dari segala tuntutan, dan Tulisan di-aanggap  TIDAK ADA bagi pihak yang keberatan.(3) Perjanjian ini mutlak di berlakukan sepihak oleh Penulis, dan Pembaca di ANGGAP sudah tahu dan mematuhinya sebagai konsekuensi hak baca yang di miliki.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x