Bisnis Pilihan

Faktor Penyebab Perubahan Harga Pasar Ilustrasi

11 Juni 2018   00:10 Diperbarui: 11 Juni 2018   00:37 616 1 0
Faktor Penyebab Perubahan Harga Pasar Ilustrasi
1-5b1d58a1bde57575326c3594.png

 

Menentukan harga sebuah karya seni memang bukanlah hal yang mudah, hal ini merupakan salah satu hal yang paling sering menjadi kesulitan bagi para ilustrator yang baru saja terjun di dunia bisnis ilustrasi. Ilustrasi sendiri berasal dari kata latin illustrare yang memiliki arti memperjelas dan memberi kejelasan melalui contoh, analogi atau perbandingan. 

Oleh karena itu, pengertian ilustrasi sendiri merupakan suatu gambar atau citra yang dibentuk dengan memiliki sifat dan fungsi untuk menerangkan suatu peristiwa dan memberi representasi secara visual. Sedangkan, ilustrator adalah sebutan bagi orang yang membuat ilustrasi. Ada sebuah batas tak kasat mata yang secara tidak langsung menjadi standard bagi klien maupun ilustrator tadi dalam mempertimbangkan harga sebuah karya seni sebelum mencapai kesepakatan bersama dan memulai sebuah proyek. Batas tak kasat mata tersebut adalah harga pasar. 

Pasar merupakan tempat pembeli dan penjual bertemu untuk melakukan sebuah transaksi, sedangkan harga pasar merupakan harga kesepakatan antara pembeli dan penjual yang terbentuk dari hasil tawar-menawar.

Belakangan ini tengah beredar sebuah masalah yang membuat para ilustrator gundah, yaitu permasalahan mengenai turunnya harga pasar karya seni ini. Banyak ilustrator baru yang memasang harga ilustrasi mereka dengan harga yang sangat rendah, bahkan harga tersebut tak cukup untuk harga sepiring nasi. 

Tentu saja hal tersebut membuat para ilustrator gundah karena klien mereka pun akan mulai memandang karya seni mereka dengan harga yang rendah pula jika melihat banyak ilustrator yang memasang harga rendah untuk ilustrasi mereka. Klien tidak ingin membayar mahal untuk ilustrasi kita dan justru berpaling pada ilustrator yang memasang harga rendah tadi.

Hal inilah yang secara tidak langsung telah membuat harga pasar karya seni jatuh begitu jauh hari ini terutama di Indonesia. Di Indonesia, ilustrasi memang sudah dipandang sebelah mata sejak awal karena kurangnya pengetahuan dan penghargaan karya seni di negara kita tercinta ini. Masih banyak sekali orang-orang yang memandang ilustrasi adalah hal yang sepele dan mudah untuk dibuat tanpa tahu proses pembuatannya yang sebenarnya. 

Mereka merasa enggan jika harus membayar dengan harga mahal hanya untuk sebuah gambar saja, berbeda dengan orang-orang di negara luar yang sangat menghargai ilustrasi. Salah satu penyebab dari hal itu adalah perbedaan cara berpikir dan standard harga pasar yang ada di negara tersebut dan negara Indonesia.

Di Indonesia, bisnis ilustrasi sebenarnya tidaklah sedikit karena berdasarkan survei yang telah dilakukan, dari 60 orang responden, 45 orang responden mengaku pernah memesan sebuah ilustrasi. Salah satu tempat berkumpulnya para pengguna jasa ilustrator adalah di grup-grup commission facebook yang sering kali menjadi permasalahan yang membuat harga pasar karya seni tadi menurun. 

Semua ilustrator maupun klien dari berbagai penjuru dan kalangan di Indonesia berkumpul di sana. Tak sedikit ilustrator-ilustrator yang baru saja terjun di dunia bisnis ikut menawarkan jasa ilustrasinya di sana dengan harga yang sangat murah hingga membuat ilustrator-ilustrator lain menjadi gundah.

 Ilustrator-ilustrator lainpun mulai merasa grup tersebut sudah tidak pantas lagi digunakan sebagai tempat mereka menawarkan jasa seperti dulu hingga sebagian besar dari mereka lebih memilih beralih menawarkan jasanya kepada orang-orang luar Indonesia di website online seperti Fiverr, Deviantart, artistandclient, Instagram, e-mail dan sebagainya. 

Jadi, masalah yang sering kali terjadi dalam dunia ilustrasi adalah apa saja faktor yang mempengaruhi perubahan harga pasar ilustrasi, apa saja yang klien pertimbangkan saat membeli sebuah ilustrasi, apa saja alasan seorang ilustrator memasang harga yang sangat murah dan apa perbedaan hakiki antara gambar ilustrasi dengan gambar lukisan. Masalah ini akan dibahas dalam paragraf selanjutnya dengan lebih detail lagi.

Sering kali kita melihat orang-orang menjual gambar ilustrasi digitalnya dengan harga murah, tetapi tidak dengan orang yang menjual gambar lukisan cat akriliknya dengan harga yang sangat mahal bahkan hingga mencapai jutaan rupiah. Apa yang membuat kedua hal tersebut berbeda?

Lukisan adalah sebuah karya seni yang biasanya dibuat menggunakan media seperti cat air, cat akrilik, dan media cair lainnya. Sedangkan ilustrasi biasanya dibuat menggunakan media kering seperti pensil warna, pensil, dan media digital. 

Orang yang mendalami kedua hal tersebut pun memiliki 2 sebutan yang berbeda yaitu pelukis untuk orang yang mendalami lukisan dan ilustrator untuk orang yang mendalami tentang ilustrasi. Teknik dari kedua hal tersebut pun berbeda seperti teknik aquarel, wet on wet, dry brush, dll pada lukisan dan teknik cell shade, painting, semi-painting, dll untuk ilustrasi. Meski ilustrasi digital memiliki teknik painting juga, tapi ia tetap disebut sebagai ilustrasi karena menggunakan media digital.
   

Lukisan dinilai lebih mahal karena lukisan dianggap lebih berseni dibanding ilustrasi digital yang dibuat menggunakan teknologi canggih. Lukisan di canvas benar-benar membutuhkan keahlian, peralatan dan waktu yang memadai karena proses pembuatannya tidak semudah menggunakan teknologi canggih seperti komputer dan pen tablet.

Dapat dikatakan, melukis merupakan hal yang lebih rumit, lebih mahal dan lebih memakan waktu karena tingkat kesulitannya yang lebih tinggi. Apalagi karena kita membuatnya secara manual, kita tidak bisa meng-undo kesalahan tersebut dengan tombol Ctrl+Z seperti saat kita melakukan kesalahan dalam media digital. Tingkat kesulitan inilah yang menjadi perbedaan yang cukup terlihat dari kedua hal ini. 

Semakin tinggi tingkat kesulitannya, semakin mahal pula nilai dan harganya. Tidak heran lagi jika lukisan di canvas dapat dinilai dengan harga jutaan rupiah sedangkan ilustrasi digital dinilai lebih murah oleh klien karena dianggap mudah membuatnya. Karena teknologi yang sudah semakin canggih ini pula yang membuat klien merasa membuat ilustrasi digital adalah hal yang sangat mudah karena adanya tombol-tombol dan fasilitas yang praktis telah disediakan oleh berbagai aplikasi digital sekarang ini. 

Memang untuk sebagian orang, faktor media pembuatnya adalah medium belaka karena keduanya sama-sama karya seni. Tapi tak dipungkiri bahwa hal tersebut adalah salah satu faktor yang menentukan harga ilustrasi.

Menurut Theodore Adorno, penggunaan perangkat digital menghalangi ekspresi yang murni. Ia membicarakan tentang aura yang dikeluarkan oleh kedua karya seni yang dibuat menggunakan media yang berbeda itu. Menurutnya, karya seni manual yang tersusun atas material-material real seperti cat lebih mampu menampilkan dan merepresentasikan emosi-emosi personal seorang seniman. 

Sedangkan karya seni yang menggunakan perangkat digital hanya meniru perangkat manual tadi seperti mouse meniru kuas, monitor meniru canvas, palet warna meniru cat sehingga karya yang menggunakan media digital tersebut dipandang kurang natural. Namun jika memang benar ilustrasi digital memiliki aura yang lebih rendah dari pada ilustrasi manual pun, keduanya tetap dapat digunakan untuk mengeskpresikan diri sang pembuatnya masing-masing.


dokpri
dokpri


Selain faktor kedetailan dan tingkat kesulitannya yang dipilih 14,3% responden, faktor penentu lain dari harga sebuah karya seni adalah nilai atau konsep dari karya itu tadi. Sebanyak 14,3% yaitu 9 responden dari 60 responden mengatakan bahwa konsep atau nilai ilustrasi yang unik merupakan salah satu hal penentu paling penting dari harga ilustrasi. 

Ilustrator yang sudah dikenal dan ilustrasi yang bagus sudah dipastikan merupakan hal yang sangat penting dalam faktor penentuan harga ilustrasi tadi, namun ternyata kedetailan, tingkat kesulitan dan konsep yang unik merupakan salah satu hal yang penting juga di mata klien. Lukisan manual biasanya memiliki nilai jual yang lebih mahal karena ia memiliki nilai historik, sehingga lukisan tersebut dapat menjadi salah satu dari bagian sejarah itu sendiri. 

Ilustrasi digital tidak dapat menjadi sejarah karena ia sendiri masih baru muncul dan dikenal oleh orang banyak, tidak seperti lukisan-lukisan bersejarah yang sudah ada sejak lama. Lukisan-lukisan bersejarah itu bernilai mahal karena mereka telah menjadi saksi dan merekam peristiwa-peristiwa bersejarah seperti tema-tema sejarah revolusi Prancis maupun tema-tema sejarah penting lainnya di dunia. 

Bukan berarti ilustrasi digital dianggap rendah karena tidak dapat merekam sejarah, ilustrasi digital sendiri memang tidak dimaksudkan untuk merekam nilai sejarah karena ia tidak memiliki nilai-nilai yang relevan dengan sejarah itu sendiri. Selain itu, hal lain yang membuat lukisan tersebut menjadi mahal adalah karena pelukis dari lukisan-lukisan itu sendiri biasanya merupakan seorang pejuang di zaman tersebut yang terlibat oleh peristiwa sejarah yang telah terjadi, sedangkan ilustrator digital merupakan orang biasa yang tidak dikenal seperti seorang pejuang sejarah. 

Oleh karena itu, ilustrasi digital dan lukisan tidak dapat dibandingkan karena ada nilai-nilai yang tidak relevan dan dianggap tidak pada tempatnya jika keduanya sama-sama digunakan sebagai alat untuk merekam sejarah. Hanya saja, kedua hal ini memang memiliki harga jual yang berbeda jauh karena beberapa faktor seperti siapa pelukisnya maupun seperti apa nilai historik itu tadi.


dokpri
dokpri

Faktor eksternal seperti siapa pembuat karya seni tersebut dan seberapa terkenal pembuat karya seninya juga turut ambil bagian sebagai penentu harga karya seni. Sebanyak 27% yaitu 17 responden dari 60 responden mengatakan bahwa siapa ilustrator yang membuat ilustrasi tersebut merupakan salah satu hal penentu yang penting kedua dibanding harga ilustrasi dalam pertimbangan mereka ketika membeli sebuah ilustrasi. 

Itu artinya, mereka akan melihat ilustrasi dan ilustrator yang membuatnya terlebih dahulu dibandingkan harga ilustrasi tersebut ketika akan memesan sebuah ilustrasi. Semakin dikenal ilustratornya, maka akan semakin mahal pula harga karya seninya karena banyak orang yang berlomba-lomba ingin memiliki karya seni dari ilustrator terkenal tadi. 

Biasanya ilustrator yang menjadi favorit dan terkenal adalah ilustrator yang memiliki style gambar yang unik dan ilustrasi yang bagus pula. Semakin banyak portfolio dan pengakuan dari publik, akan semakin dikenal pula ilustrator tadi dan dapat mengalahkan harga pelukis terkenal juga. 

Jadi dapat dikatakan bahwa faktor eksternal seperti siapa pembuat dari karya seni tersebut merupakan faktor yang sangat berpengaruh dibandingkan tingkat kerumitan karya maupun media pembuatannya. Skill dan uang saja tidak cukup untuk seorang ilustrator, ia juga memerlukan jaringan sosial yang luas dan hal yang simbolik seperti ijazah (agar intelektual ilustrator tersebut tak diragukan lagi oleh klien).

dokpri
dokpri

Menentukan harga ilustrasi adalah hal yang sangat sulit dan seringkali menjadi permasalahan di antara para ilustrator saat ini. Jika memasang harga terlalu murah, akan menjatuhkan harga pasar ilustrasi. 

Jika memasang harga terlalu mahal, akan dijadikan gunjingan di antara para ilustrator lain dan bisa jadi tidak ada klien yang mau membeli karena harga tersebut dianggap terlalu mahal sedangkan klien tersebut dapat mencari ilustrator lain dengan kualitas gambar yang lebih baik dan harga yang lebih murah. 

Oleh karena itulah, harga pasar ilustrasi adalah hal yang sangat penting bagi semua ilustrator. Jika terlalu banyak orang memasang harga murah karena ingin menarik perhatian klien, maka akan menjatuhkan harga pasar ilustrasi di mata klien. 

Klien menjadi beranggapan bahwa harga standar dari ilustrasi adalah harga yang murah tadi karena begitu banyaknya orang yang memasang harga sangat murah. Di Indonesia terutama, hal tersebut merupakan hal yang sangat sering terjadi di ranah digital maupun ranah non-digital. Tentunya hal ini sangat memprihatinkan dan menjadi kekhawatiran banyak ilustrator Indonesia sendiri. 

Semua hal yang disebutkan di atas dikarenakan kurangnya pengetahuan dan penghargaan mengenai pentingnya seni pada diri ilustrator sendiri maupun pada diri klien yang ada di Indonesia. Karena kurangnya pengetahuan mengenai penghargaan seni itu tadi, maka mereka menganggap seni merupakan hal yang kurang bernilai dan sepele. 

Hal ini dapat dibuktikan dari jumlah survei yang menganggap pengetahuan masyarakat mengenai penghargaan karya seni (57,1%) dan harga yang ditentukan oleh ilustrator sendiri (33,3%) dan sisanya adalah lain-lainnya, hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan pengenai penghargaan karya seni dari pihak klien maupun ilustrator sendiri merupakan hal yang sangat krusial.


dokpri
dokpri

Alasan mengapa banyak dari ilustrator tadi memasang harga sangat murah adalah salah satunya karena mereka tidak mengadakan survei terlebih dahulu dan merasa minder memasang harga tinggi karena mereka tidak berpengalaman. 

Sebanyak 54,8% yaitu 34 responden dari 60 responden mengatakan bahwa mereka memasang harga ilustrasi mereka dengan harga sangat murah dikarenakan mereka merasa skill mereka belum memadai. 

Seharusnya ilustrator-ilustrator pemula ini diedukasi sejak awal mengenai bagaimana teknis dan penentuan harga ilustrasi yang tepat. Tidak hanya ilustrator, tapi para klien juga harus diedukasi bahwa ilustrasi bukanlah hal yang mudah dan murah. Tidak seharusnya mereka memanfaatkan ketidaktahuan ilustrator tadi dan membeli ilustrasinya dengan harga murah. 

Seharusnya mereka memberitahu dan menyarankan ilustrator tersebut untuk memasang harga yang lebih tinggi karena ilustrasi buatannya tersebut memang pantas mendapatkan harga lebih. 

Sesama ilustrator harus saling mengedukasi dan memberi masukan mengenai hal ini dengan jelas pula agar tidak semakin banyak ilustrator yang menjatuhkan harga pasar. Selain merasa skill mereka kurang memadai, mereka memilih memasang harga murah untuk ilustrasi mereka karena mereka membutuhkan uang untuk keadaan urgent (22,6%),  karena bingung menentukan harga yang tepat (14.5%), karena coba-coba saja (4,8 %) dan sisanya adalah lain-lain.

Jadi, faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan harga pasar ilustrasi adalah pengetahuan masyarakat mengenai penghargaan karya seni, harga yang ditentukan oleh illustrator sendiri, rata-rata penghasilan di Indonesia dan karya seni yang dianggap sebagai kebutuhan tersier di Indonesia. 

Namun hal yang paling mempengaruhi adalah pengetahuan masyarakat mengenai penghargaan karya seni dan harga yang ditentukan oleh illustrator sendiri. Untuk permasalahan ini, solusi yang dapat dilakukan adalah dengan cara memberi edukasi pada masyarakat maupun illustrator mengenai penghargaan karya seni itu sendiri agar mereka tidak lagi menyepelekan dan memandangan rendah karya seni.

Faktor-faktor yang dipertimbangkan klien saat akan membeli sebuah ilustrasi adalah ilustrasi, illustrator dan harganya. Namun hal yang paling mempengaruhi adalah ilustrasi dan ilustratornya. Oleh karena itu, sebuah ilustrasi baru akan dilirik oleh klien jika ilustrasi tersebut menarik. Tak hanya menarik saja, reputasi dari illustrator itu sendiri juga memegang peranan penting dalam hal ini. Solusinya adalah illustrator harus setidaknya memiliki jaringan sosial dan skill yang baik jika ingin dipertimbangkan oleh banyak klien.

Alasan seorang illustrator memasang harga yang sangat murah biasanya karena ia merasa skillnya belum memadai, ingin mencoba-coba saja, membutuhkan uang untuk keadaan urgent dan bingung menentukan harga yang tepat. Namun alasan yang paling dominan adalah karena mereka merasa skill mereka belum memadai dan mereka membutuhkan uang dalam keadaan urgent. 

Solusi untuk permasalahan ini adalah dengan cara mengedukasi mereka agar tidak memandang karya mereka dengan nilai yang rendah dan tetap memberikan harga yang wajar meski mereka membutuhkan uang untuk keadaan urgent (tidak terlalu murah dan diluar batas wajar). Jika tidak, tentu akan menurunkan harga pasar dan mengubah pandangan klien maupun ilustrator yang belum diedukasi.

Perbedaan hakiki antara gambar ilustrasi dengan gambar lukisan adalah karena media dan nilai yang mereka miliki. Media yang digunakan untuk lukisan adalah media yang basah dan media yang digunakan untuk ilustrasi adalah media yang kering, sedangkan nilai yang dimiliki oleh lukisan adalah nilai historik dan nilai yang dimiliki oleh ilustrasi bukanlah nilai historik karena tidak relevan. 

Solusi dari permasalahan ini adalah dengan cara tidak menyamakan atau membanding-bandingkan kedua hal tersebut karena keduanya adalah hal yang berbeda dan memiliki nilai yang berbeda pula, oleh karena itu mereka memiliki harga yang berbeda meski keduanya sama-sama mengekspresikan diri pembuatnya masing-masing.


Reference:

        Budiarto, Patricia Diella. "Perilaku Penjual dan Pembeli Dalam Proses Pembentukan Harga". 10 Juni 2018. https://jimfeb.ub.ac.id/index.php/jimfeb/article/view/293.
       Janottama, I Putu Arya dan Agus Ngurah Arya Putraka."Gaya dan Teknik Perancangan Ilustrasi Tokoh pada Cerita Rakyat Bali". 10 Juni 2018. https://jurnal.isi-dps.ac.id/index.php/segarawidya/article/download/189/111.

      Witabora, Joneta. "Peran dan Perkembangan Ilustrasi". 10 Juni 2018. https://research-dashboard.binus.ac.id/uploads/paper/document/publication/Proceeding/Humaniora/Vol.%203%20No.%202%20Oktober%202012/34_DVK_Joneta.pdf.