Hamdali Anton
Hamdali Anton English Teacher

Saya adalah seorang guru bahasa Inggris biasa di kota Samarinda, Kalimantan Timur. | Website : pintar-bahasa-inggris.com || fingerstyleguitar1.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

"Pokoknya..."

7 Mei 2018   11:31 Diperbarui: 7 Mei 2018   11:42 603 1 1
"Pokoknya..."
Ilustrasi : @Gambaran_hati

"Pokoknya ini bukan ...!"

Saya sih sebenarnya malas berdebat, namun kalau seandainya ada orang seperti ini, yang pongah, sombong, merasa lebih pintar, saya justru tertantang untuk mengetes tingkat kecerdasannya ^_^.

"Saya sudah ikut banyak pelatihan di pulau Jawa, dan semua mengajarkan kalau yang seperti ini bukan itu."

"Oh, sudah ikut banyak pelatihan di Jawa ya, Bu? Biaya sendiri?"

"Tidak. Biaya dari pemda."

"Oh begitu. Ya udah, kalau memang ini bukan, coba tolong Anda jelaskan ke saya yang bodoh dan nggak pernah ikut pelatihan ke Jawa sama sekali soal indikator-indikator yang menjelaskan kenapa ini dikatakan bukan itu."

"Sudahlah, tidak perlu saya jelaskan! Pokoknya ini bukan itu!"

Dia pun langsung ngeloyor pergi.

Saya cuma geleng-geleng kepala.

Percuma bicara dengan orang yang sebenarnya mendapat ilmu secara gratis, namun sayangnya pelit membagi ilmu ke orang lain.

Atau mungkin karena cuma hobi ngumpulin sampah ilmu dan sertifikat, sehingga hanya numpuk di otak dan harddisk laptop, tapi tidak diterapkan di sekolah?

Saya sih berpikiran kalau kedua-duanya benar ^_^.

Setelah itu, waktu semester dua, kami berbeda dalam tim penulisan soal.

Dia pindah ke mata pelajaran lain.

Saya sih tidak ambil pusing.

* * *

Tak lama, saya mendengar dia menjadi guru berprestasi (apa indikator-indikatornya ^_^?) dan lalu menjadi kepala sekolah di sekolah inti.

Namun tidak lama dia dimutasi ke sekolah lain yang lebih kecil.

"Terlalu cepat mengorbit. Belum ada pengalaman menjadi kepsek, sudah ditempatkan di sekolah besar. Harusnya di sekolah kecil dulu. Nanti pelan-pelan naik ke sekolah yang lebih besar. Lha ini dari guru biasa langsung jadi kepala sekolah di sekolah inti. Ya, muntah lah."

Ini pandangan dari salah seorang guru di SD bersangkutan, yang kebetulan teman saya juga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3