Mohon tunggu...
Haihai Bengcu
Haihai Bengcu Mohon Tunggu...

Hanya seorang Tionghoa Kristen yang mencoba untuk melakukan sebanyak mungkin hal benar. Saling MENULIS agar tidak saling MENISTA. Saling MEMAKI namun tidak saling MEMBENCI. Saling MENGISI agar semua BERISI. Saling MEMBINA agar sama-sama BIJAKSANA.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Sejarah Tahun Baru Imlek

1 Februari 2017   11:34 Diperbarui: 1 Februari 2017   11:59 208 0 0 Mohon Tunggu...

Kenapa banyak orang Tionghoa yang membual bahwa hari Tahun Baru Imlek bukan hari besar agama Khonghucu namun hari pesta musim semi yang lalu menjadi adat istiadat alias kebudayaan orang Tionghoa?

Kongzi berkata, "Mereka yang melewati pintuku namun tidak mau memasuki ruanganku? Aku tidak akan menyesalinya. Mereka hanya orang-orang yang mencari perhatian untuk mendapat pujian dari orang-orang sekampungnya. Mereka adalah para pencuri kebajikan. Mengzi VIIB:37:7 – Jinxin xia

Orang-orang Tionghoa itu bukan penganut agama Khonghucu namun ingin merayakan Sincia (xīnnián 新年) artinya tahun baru, namun mereka sirik karena tahun baru Imlek adalah hari besar agama Khonghucu. Menurut saya yang Tionghoa Kristen ini, perilaku orang-orang Tionghoa demikian benar-benar mengenaskan. Ha ha ha ...

Pemerintah Indonesia Dan Tahun Baru Imlek

Pada tahun 2002 Presiden Megawati meresmikan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional setelah tahun 2001 Presiden Abdurrahman Wahid alias Gudur meresmikannya sebagai hari libur fakultatif sementara tahun 1946, Presiden Soekarno menetap empat hari libur fakultatif bagi umat Khonghucu yaitu: Tahun Baru Imlek, Qingming (Cengbeng), hari lahir Khongcu dan hari wafat Khongcu.

Faktanya adalah Pemerintah Indonesia meresmikan hari Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional agama Khonghucu. Pemerintah tidak menjadikannya hari libur nasional adat istiadat orang Tionghoa.

Kalender Imlek

Baginda berkata, "Ingatlah! Kalian, Xi dan He, satu tahun terdiri dari tiga ratus enam puluh enam hari. Dengan membandingkan bulan berulang (runyue 閏月) dengan keempat musim maka genaplah satu tahun. Demikianlah beratus puluh ratus (libai 厘百) pekerjaan dilaksanakan dan tujuan digenapi dengan gemilang. Shujing I:I:8 - Yaodian

Kita tidak tahu sejak kapan namun kitab Shujing mencatat bahwa raja Yao (2356 SM – 2255 SM) sudah menggunakan kalender Imlek yaitu kombinasi kalender matahari dan bulan yang perhitungannya sangat sederhana namun akurat.

Dalam kalender Imlek satu tahun terdiri dari 366 hari dan 12 bulan. Satu bulan lamanya 30 hari. Tambahan 6 hari dalam setahun namanya runyue (bulan tambahan atau kabisat). Satu tahun terdiri dari 4 musim (semi, panas, gugur dan dingin). Masing-masing musim dibagi 3 bulan yaitu: Permulaan musim, pertengahan musim dan akhir musim. Dengan mengukur panjangnya (lamanya) siang dan malam maka diketahuilah hari pertengahan musim. 

Pertengahan musim semi adalah saat siang dan malam sama panjangnya. Dalam kalender Masehi tanggal 5 April (4 April dalam tahun kabisat). Itulah hari Qingming (Cengbeng), hari berziarah ke kuburan.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN