Mohon tunggu...
Hadiyan
Hadiyan Mohon Tunggu... Dosen - Staf Pengajar Universitas Muhammadiyah Jakarta

Minat pada Studi Islam dan Sosial

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Pesan Literasi Menteri Muhadjir Effendy

1 Desember 2022   07:42 Diperbarui: 1 Desember 2022   17:46 110
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Keadaan yang akan datang ditandai dengan situasi serba tidak menentu, gampang berubah, kompleks, rumit, dan ambigu. Demikian Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, mengingatkan 2.129 wisudawan/wati Universitas Muhammadiyah Jakarta, pada Selasa, 29 Nopember 2022, di Nusantara Ballroom Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City Tangerang. Kegiatan wisuda ini adalah Wisuda Program Doktor ke-7, Magister ke-45, Spesialis ke-3, Sarjana ke 76, dan Program Diploma Tiga Universitas Muhammadiyah Jakarta yang diselenggarakan secara offline, sesudah Pandemi Covid 19.     

"Secara umum, situasi yang akan dihadapi dunia ke depan adalah apa yang disebut dengan VUCA, Volatility (bergejolak), Uncertainty (tidak pasti), Complexity (kompleks), dan Ambiguity (ketidakjelasan)", katanya. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini mengajak para wisudawan/wati untuk ikut menyongsong mimpi besar visi Indonesia Emas tahun 2045, yaitu mewujudkan tingkat kesejahteraan rakyat Indonesia yang lebih baik, dan merata dengan kualitas manusia yang lebih tinggi serta ekonomi Indonesia yang meningkat menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Pencapaian Visi Indonesia ini, katanya, dibangun dengan empat pilar, yaitu pilar pertama  pembangunan manusia Indonesia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pilar kedua pembangunan ekonomi berkelanjutan, pilar ketiga pemerataan pembangunan, pilar keempat pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.

Selanjutnya, anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini juga mengingatakan bahwa akan terjadi kompetisi dan kontestasi yang sangat ketat di antara para alumni, dan karenanya momentum Wisuda ini adalah awal kesadaran bagi para lulusan untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang menurutnya, akan niscaya jika mahasiswa mempunyai life skill, atau keterampilan hidup.  "Ada lima keterampilan hidup yang perlu menjadi bekal saudara-saudara, yaitu pertama kreatifitas dan inovasi, kedua kemampuan berkomunikasi, kemampuan berkolaborasi, dan peecaya diri", tegasnya.  Ketika menjelaskan pentinganya kemampuan berkomunikasi, khususnya, pa Menteri mengajak para wisudawan/wti untuk terus membekali diri dengan keterampilan menulis dan berbicara yang sangat penting dimiliki oleh para lulusan UMJ. "Kita tidak tahu bahwa kita pintar atau tidak, kecuali kita mampu berbicara dengan baik dan juga menulis" pesannya, sambil mengapresiasi Rektor UMJ, Dr. Ma'mun Murod, M.Si, yang sangat produktif menulis, dan hendaknya, katanya, diteladani oleh sivitas akademikanya.  

Di bagian akhir sambutannya,  Muhadjir menyupport agar para alumni UMJ  memanfaatkan berbagai peluang dan tidak membebani keluarga, masyarakat, dan pemerintas, atau dengan kata lain segera mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing dan tidak menjadi bagian dari 5,68 % dari total penduduk Indonesia (273 juta jiwa).

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun